TrueMoney Tak Terjebak “Bakar Uang”
Kendati perang promosi di pasar cukup tinggi dan cukup membakar uang di lini fintech payment, tapi loyalitas konsumen belum tentu terjamin dengan adanya promosi tersebut. TrueMoney tak ingin terseret dalam model promosi demikian.
Dorongan pemerintah memaksimalkan transaksi non tunai perlu diperluas sampai ke pemerintah daerah. Transaksi nontunai menjadikan segala pelayanan publik semakin efisien. Masyarakat tak perlu direpotkan membawa uang tunai.
Bank Indonesia (BI) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyepakati 12 program sinergi untuk mendorong inovasi dan memperluas elektronifikasi transaksii. Eletronifikasi transaksi pemerintah tersebut akan difokuskan dalam tiga area yaitu bantuan sosial (Bansos), transaksi pemerintah daerah, dan transportasi.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan elektronifikasi tersebut dilakukan untuk mengubah cara bertransaksi di masyarakat yang semula tunai menjadi non tunai, serta untuk meningkatkan kesehatan fiskal.”Untuk mencapai target tersebut, ada 12 program sinergi yang akan menjadi prioritas bersama pemerintah, BI, dan OJK sepakati,” kata Perry, Mei, lalu sebagaimana dikutip dari alinea.id.
Tak pelak lagi, fenomena itu pun diikuti dengan banyaknya lahir fintech-fintech baru yang menawarkan berbagai solusi non-tunai terutama melalui aplikasi online. Sementara masyarakat pun merespon positif. Apalagi tingginya penawaran promosi di pasar dalam pembayaran melalui non-tunai, mempercepat mengedukasi masyarakat penggunakan pembayaran non tunai.
“TrueMoney melihat trend ini sebagai peluang yang cukup bagus, baik sekarang dan kedepannya untuk ikut terjun ke dalam bisnis fintech ini,” Loyalty & Media Relations Manager, TrueMoney Indonesia, Indra Gumala (iGum), kepada pelakubisnis.com.
Kendati perang promosi di pasar cukup tinggi dan memang terkesan membakar uang di lini fintech payment ini, tapi loyalitas konsumen belum tentu terjamin dengan adanya promosi tersebut. TrueMoney tak ingin terseret dalam model promosi demikian.
Menurut iGum, TrueMoney Indonesia terjun ke pasar dengan strategi berbeda yaitu fokus terlebih dahulu di layanan pengiriman uang dan keagenan /networking. Meskipun layanan pembayaran/ payment tetap ada, tapi lebih fokus ke penambahan layanan seperti pembelian pulsa, asuransi mikro, investasi dan sebagainya.
Lebih lanjut ditambahkan, difrensiasi TrueMoney adalah konsisten di layanan pengiriman uang baik melalui aplikasi maupun layanan kirim uang tunai ke tunai (khusus bagi konsumen yang sama sekali tidak memiliki rekening bank maupun uang elektronik). “Transaksi layanan pengiriman uang untuk domestic, TrueMoney di angka tertinggi mencapai lebih dari 40.000 transaksi per hari dengan rata2 nominal Rp 500 ribu – Rp 1.5 juta per transaksi,” ujarnya serius.

TrueMoney memberikan layanan pengiriman uang tunai dimana penerima dapat menarik uang tersebut secara tunai di gerai Alfamart dan Alfamidi. Transaksi ini dikenakan biaya Rp 15.000,- atau Rp 25.000,- tergantung nominal uang yang dikirimkan. Juga ada transfer uang dari akun TrueMoney Indonesia ke perbankan Indonesia dengan biaya Rp 8.500,-.
Sementara transaksi di Agen/ Mitra TrueMoney adalah dengan rata-rata 5 – 10 transaksi per hari per agen dari total mitra sebanyak 16.000 jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia. Angka ini akan terus meningkat dari waktu ke waktu.
Sesuai dengan positioningnya sebagai lembaga unbank, TrueMoney membidik kelas C, D dan E. Mulai dari pembelian pulsa, pembayaran rekening secara online, transfer dan menerima uang, sampai pembelian tiket kereta api, bisa dilakukan di agen-agen TrueMoney.
Ratusan tim quality control TrueMoney turun ke pasar. Bertemu dengan banyak komunitas, paguyuban, ibu-ibu arisan, karang taruna dan sebagainya. Mengadakan workshop, mengedukasi masyarakat menjadi entrepreneur. Cukup memiliki smartphone, dengan Rp 20 ribu, masyarakat sudah bisa jadi agen TrueMoney.
PT Witami Tunai Mandiri yang merupakan pemegang merek layanan keuangan TrueMoney Indonesia ini mulai menyasar bisnis pengiriman uang ke luar negeri (remitansi). Direktur TrueMoney Indonesia Rio da Cunha, pada Maret lalu mengatakan, dalam dalam waktu dekat layanan remitansi ini akan diluncurkan ke publik. Sistem pengiriman uang ala teknologi financial (tekfin) ini melayani transaksi kirim uang ke Malaysia, Singapura, Nigeria, Philipina, dan Pantai Gading, Afrika Barat.
Remitansi lintas negara ini baru di-launching Maret lalu. Potensi market, berdasar data Bank Indonesia, pengiriman uang masuk dari luar ke Indonesia (inbound) masih dominan. Sedangkan yang dari Indonesia keluar (outbound) baru 10% dari nilai transaksi inbound. Di pasar ini belum banyak yang layani, sejauh ini baru perbankan,” ujar Rio.
Daerah potensial TrueMoney saat ini adalah Jabodetabek, Cirebon, Indramayu dan beberapa daerah yang masyarakatnya banyak bekerja di luar negeri. Tak hanya transaksi dari daerah ke daerah atau negara ke negara lain, bahkan dapat ditemui patron transaksi di satu daerah yang sama menggunakan layanan TrueMoney .
Pertumbuhan fintech di Indonesia akan terus tumbuh cepat seiringan dengan data transaksi baik uang elektronik, transfer dana dan sebagainya yang menunjukan growth signifikan dari tahun ke tahun. Lini fintech payment akan tetap menjadi yang cukup populer di kalangan masyarakat dengan kegiatan promosinya.
Khusus untuk layanan payment, kata iGum, fintech yang akan bertahan adalah yang memberikan use case (solusi kebutuhan utama masyarakat) contoh: layanan transportasi online dan juga mempunyai sokongan yang cukup kuat dalam memberikan promosi di pasar.
Namun demikian, menurut iGum, studi kelayakan dari beberapa lembaga riset ternama termasuk pemerintah yang menjelaskan bahwa masyarakat unbanked masih diatas 60% di Indonesia, yang tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pemain fintech dalam mencapai inklusi.
TrueMoney Indonesia adalah perusahaan fintech dari Group Ascend (anak perusahaan dari group Charoen Pokphand Thailand) yang bergerak di bidang Uang Elektronik dan Transfer Dana (Domestik & Internasional) yang di rilis secara komersial sejak awal tahun 2016. di tahun 2019 ini mempunyai +- 16.000 agen fisik dan +- 30.000 agen digital yang menggunakan android.
TrueMoney merupakan unit bisnis Charoen Pokhand (CP) Group di Thailand, dan masuk dalam daftar tiga perusahaan pembayaran elektronik terbesar di sana. Sebelum masuk ke Indonesia, telah beroperasi di Kamboja dan Myanmar. Jadi, perusahaan pembayaran elektronik ini sudah cukup berpengalaman. Salah satu layanan unggulannya adalah bisa transfer saldo ke sesama pemilik akun TrueMoney, begitupun dengan transfer uang ke rekening bank lokal. Bagi anda yang tidak memiliki rekening bank dan akan mengirim uang, mungkin ini salah satu yang bisa anda dapatkan dari true money. “Layanan pengiriman uang dan keagenan menjadi salah satu difrensiasi dibandingkan dengan perusahaan fintech yang sejenis,” tambah iGum.[] Siti Ruslina
