Kiprah Chandra Manggih Dorong UKM IKM Nusantara Go Ekspor
Meski usia UKM IKM Nusantara yang dipimpinnya baru lima tahun, tapi upaya Chandra Manggih Rahayu mendorong Usaha Kecil Menengah dan Industri Kecil Menengah go ekspor tak pantang surut. Untuk mencapai mimpi besar itu, dilakukan beberapa pameran dalam dan luar negeri untuk memperkenalkan produk-produk lokal.
“September mendatang kami akan mengadakan expo di Sumatera Selatan. Kegiatan ini sudah kami laksanakan tiap tahunnya. Expo pertama dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), lanjut di Jakarta, lalu expo ketiga digelar di Ternate, menyusul expo keempat di Yogyakarta dan kelima di Sumatera Selatan,” jelas Ketua Umum UKM IKM Nusantara, Chandra Manggih Rahayu, kepada pelakubisnis,com, 25 Juli lalu.
Tujuan menyelenggarakan expo tersebut, menurut Chandra, sebagai upaya pemberdayaan ekonomi, sumber daya alam dan sumber daya manusia (SDM) yang lebih produktif. Langkah ini dilakukan secara bertahap. Di mana memasarkan produk harus dilihat dari beberapa unsur, seperti kemasan produk, harga dan perizinan. Dan hal itu menjadi persyaratan untuk bisa menembus pasar. “Kalau produk kita sudah dipasarkan ke skala lebih luas, supermarket, mall dan menembus skala nasional, apalagi ekspor, sudah harus mempunyai izin berdasarkan peraturan yang baku,” tambahnya serius.
“UKM dan IKM yang ingin ikut dalam expo tidak dibatasi. Namun demikian, kalau ingin mengikuti pameran UKM IKM wajib menjadi anggota UKM IKM Nusantara,” kata wanita asal Jawa Timur ini seraya menyampaikan, saat ini UKM IKM Nusantara memiliki sekitar 4000 anggota.
Ia melanjutkan, setiap expo yang digelar timnya selalu mengusung unsur tematik tertentu. Tematik yang diusung dalam expo yang digelar beberapa waktu lalu adalah “Merajut Nusantara Membangun Indonesia”. Dengan merajut Nusantara itu kita bisa menyatukan beberapa puzzle. Misalnya apa saja program dari Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmirasi dan Program dari Kementerian Perindustrian. “Di sini puzzle-puzzle itu disusun,” tuturnya,
Menurut Chandra Manggih, ada satu mimpi yang ingin diwujudkan, bahwa Indonesia harus mempunyai destinasi UKM untuk seluruh Indonesia, kita harus mempunyai kuliner destinasi Indonesia, minimal di Jakarta. Mimpi itu semoga saja menjadi kenyataan “Kalau di Sarinah itu segmennya menengah ke atas. Saya pengen buka destinasi itu di Thamrin City,” tandasnya.
Lebih lanjut ditambahkan, UKM IKM Nusantara sudah terbentuk di 16 Provinsi di Indonesia. Walaupun sebelumnya sempat terbentuk di 27 Provinsi, tapi sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, ada beberapa Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) yang tidak aktif. Dari jumlah itu, yang aktif sampai saat ini ada 16 DPW di 16 Provinsi di Indonesia.
Chandra menjelaskan, animo pelaku usaha dan industri kecil menengah yang ingin bergabung ke UKM IKM cukup banyak. Mereka yang ingin bergabung tidak dipungut biaya, tapi dilakukan penyeleksian agar mereka yang bargabung di sini mempunyai visi misi sama untuk bisa go ekspor.
“Pada Oktober 2021 UKM IKM Nusantara dipanggil Presiden Joko Widodo dan diterima baik oleh Presiden dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung serta Menteri Koperasi dan UKM, Teten Musduki,”ungkap Chandra seraya menambahkan, “UKM IKM Nusantara meminta kepada Pak Teten untuk bisa menguatkan lebih konkrit lagi.
Alhasil, dari tindak lanjut tersebut UKM IKM Nusantara dapat bekerjasama dengan PT Kerata Api Indonesia (KAI). Dalam kerja sama tersebut UKM dan IKM Nusantara diberi kesempatan membuka gerai di stasiun-stasiun kereta api di seluruh Pulau Jawa dan Sumatera dengan sistem bagi hasil,”.
UKM khusus untuk makanan siap saji seperti nasi soto, nasi rames dan lain-lain yang bisa bergabung di gerai UKM IKM Nusantara di stasiun-stasiun kereta api, tidak perlu perizinan. Yang perlu perizinan adalah produk-produk minuman dalam kemasan. Minimal harus ada sertifikasi Halal. “Pembukaan gerai-gerai di stasiun-stasiun kereta api di Pulau Jawa dan Sumatera rencananya pada September mendatang,”tambahnya.

Tak berhenti sampai di situ,kata Chandra Manggih, UKM IKM Nusantara menjajaki pasar ekspor di Washington DC, Amerika Serikat, pada Desember 2021 lalu. Pihak Duta Besar (Dubes) Indonesia, Rosan Roeslani menyambut positif rencana UKM IKM Nusantara untuk melakukan road show produk-produk UKM IKM Nusantara di sana. “Kami membawa UKM IKM Nusantara untuk memperkenalkan produknya di pasar Washington DC,” urainya serius.
Beberapa waktu lalu, lanjut Chandra Manggih, UKM IKM Nusantara mengikuti pameran di New York bertajuk Summer Fancy Food Show 2022, pada 14-22 Juni di Javits Center, New York. Kolaborasi ini bukan hanya sebatas wacana, tapi sudah terwujud dengan ikut serta pameran tersebut,” katanya serius.
Produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia meraih potensi transaksi sebesar US$ 62,83 juta ada pameran Summer Fancy Food Show 2022. Produk-produk Indonesia mengusung lebel speciality food dan mamin sehat berhasil menarik minat para pengunjung AS.
“Produk makanan dan minuman Indonesia berhasil menarik perhatian banyak pengunjung dan diminati para pembeli potensial. Potensi transaksi Indonesia yang dihasilkan pada SFF 2022 mencapai USD62,83 juta selama tiga hari pameran,” ujar Atase Perdagangan KBRI Washington DC Wijayanto, dalam keterangan tertulis, Senin, 27 Juni 2022, sebagaimana dikutip dari medcom.id, pada 27 Juni lalu.
Bila tidak ada aral melintang Desember mendatang UKM IKM Nusantara pun akan menggelar expo di Washington DC, bekerjasama dengan Dubes Indonesia di sana. Tema yang akan diusung dalam pameran itu adalah “Produk Lokal, Kualitas Nasional Menembus Pasar Global”. Peserta yang ikut dalam pameran tersebut sudah harus wajib siap ekspor. Oleh karena itu, kata Chandra Manggih, dilakukan kurasi terlebih dahulu mereka-mereka yang akan ikut dalam ajang pameran tersebut. Sedikitnya tiga anggota UKM IKM Nusantara dari masing-masing 16 DPW akan ikut dalam pameran tersebut dengan membawa tiga jenis produk. Untuk saat ini, UKM IKM Nusantara sedang fokus pada produk kuliner, handcraft dan home décore.
Menurut Chandra Manggih, saat ini sedang melakukan survei kebutuhan produk-produk apa saja yang diminat buyer di di Washington DC, sehingga dengan melakukan survei terlebih dahulu dapat diketahui kebutuhan buyer. Dengan demikian, ketika expo ke sana sudah sesuai dengan kebutuhan buyer, sehingga tidak sia-sia menggelar pameran di sana.
Di samping itu, UKM IKM Nusantara, tambah Chandra Manggih, menjalin kerjasama dengan Pegadaian untuk kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). “Sudah hampir satu tahun terakhir ini kami menggunakan dana CSR dari mitra kami salah satunya adalah pegadaian. Bahkan UKM IKM wilayah Yogyakarta juga melakukan MoU dengan BNI untuk kegiatan CSR,” jelasnya sambil menambahkan banyak sekali potensi yang bisa disinergikan bersama UKM IKM Nusantara.
Sementara untuk program-program Kementerian Koperasi dan UKM, menurut Chandra Manggih, masih banyak UKM dan IKM yang belum mengetahui program-program apa saja yang ada di kementerian tersebut. Untuk itu, UKM IKM Nusantara mencoba menjembatani para UKM dan IKM agar mendapat pendampingan agar mereka dapat meningkatkan kompetensi dan bisa naik kelas.
“Tiap tiga bulan sekali UKM IKM Nusantara secara rutin melakukan pelatihan untuk visi wirausaha formula dan pelatihan untuk ekspor dari Kementerian Koperasi dan UKM. Pelatihan sudah berlangsung sejak tiga tahun yang lalu. Hasilnya sudah ada beberapa UKM IKM yang berhasil tembus pasar ekspor, diantaranya produk sepatu yang beberapa waktu lalu diekspor ke Dubai dengan nilai ekspor lebih dari Rp 1 milyar,” ujarnya mengunci percakapan. [] Siti Ruslina/Yuniman Taqwa


