Kolaburasi ASUS ROG dengan Gamer, Overclocker, Hingga Pop Culture

Boleh jadi ASUS ROG mendulang sukses berkolaburasi dengan para game enthusiast serta para overclocker yang rajin memberikan feedback terhadap teknologi yang dikandung ASUS ROG untuk penyempurnaan lebih lanjut. Maka terciptalah apa yang disebut sebagai idea crowd sourcing: produsen mendapatkan ide-ide pengembangan produk dari kerumunan penggunanya (user).

Tak keliru bila ada yang mengatakan bahwa konsumen adalah mitra terbaik dalam upaya mengembangkan bisnis kita. Tak terkecuali bagi  ASUS ROG (Republic of Gamers) yang merupakan lini produk ASUS yang berfokus pada hardware untuk gaming profesional.

ASUS ROG dibuat pada tahun 2006 dengan tujuan menghasilkan PC gaming tercanggih untuk para gamers, terutama kalangan game enthusiast. Saat itu, perusahaan dari Taiwan ini ingin  mencicipi industri gaming dunia yang kala itu  dikuasai game console seperti PlayStation salah satunya. Dengan menghadirkan PC atau laptop gaming yang kuat, Asus berharap volume bisnisnya turut membesar, memperkuat lini produk sebelumnya (kelas bisnis) yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas (kerja atau belajar). Sejak awal, pilihan nama Republic of Gamers menunjukkan brand positioning lini produk ini memang sangat kuat: menyasar para game enthusiast.

Yang kemudian menarik dicermati adalah untuk membawa produk barunya ini segera mendominasi pasar, ASUS menjalin kolaborasi dengan ekosistem yang selama ini menjadi elemen utama industri gaming di dunia: para pemain, alias gamer serta para overclocker, mereka yang senang mengetes kemampuan hardware komputer atau laptop hingga batas yang gila-gilaan.

Itulah sebabnya tak lama setelah peluncurannya, ASUS ROG begitu aktif menggandeng para gamer dan overclocker. Mereka rajin membuat kompetisi game, juga mensponsori tim, komunitas, dan individu yang turut serta dalam ajang kompetisi game. Termasuk membuat acara-acara keakraban dengan komunitas gamers.

Tak terhitung berapa banyak dana yang telah dikucurkan ASUS untuk mendongkrak popularitas lini ROG-nya dengan cara mencari sponsor dan lain-lain. Namun, dari tahun ke tahun, ASUS ROG semakin mendapat tempat di peta industri game dunia, khususnya pasar PC gaming

Para game enthusiast, serta para overclocker rajin memberikan feedback terhadap teknologi ASUS ROG/Foto: YangCanggih.com

Lebih dari itu, para game enthusiast, yang kadang disebut juga hardcore gamer, serta para overclocker rajin memberikan feedback terhadap teknologi yang dikandung ASUS ROG untuk penyempurnaan lebih lanjut. Maka terciptalah apa yang disebut sebagai idea crowd sourcing: produsen mendapatkan ide-ide pengembangan produk dari kerumunan penggunanya (user).

Hasilnya, perlahan namun meyakinkan, ASUS ROG mendominasi pasar PC gaming, tak terkecuali di Indonesia. Di negeri ini, ASUS mendominasi pasar laptop gaming dengan market share sebesar 48,7% pada Desember 2021. ASUS bahkan sempat menciptakan rekor penguasaan pasar pada September 2021 hingga sebesar 59,7%. Untuk PC gaming, ASUS mengungguli para pesaingnya seperti Lenovo, MSI, Acer, serta  HP. Tak bisa dipungkiri, Asus ROG menjadi kunci dominasi ini.

Solid dengan Komunitas

Berjalannya waktu, kolaborasi ASUS ROG semakin solid dengan komunitas gamers serta overclocker. Aneka gathering dengan komunitas digelar di banyak tempat, termasuk di Indonesia. Begitu pun dengan aktivitas mensponsori para gamers yang berkompetisi, baik di level nasional, regional dan dunia. 

Salah satu contohnya pada 12 Agustus 2022, para gamer di Indonesia serta pengguna produk ASUS ROG bersilaturahmi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta. Selain bertemu, pada acara ROG Community Gathering ini juga sekaligus memperkenalkan ROG Flagship Store di wilayah PIK. Di sini, tidak kurang sekitar 50 anggota ROG Community dari berbagai daerah menguji kemampuan mereka dalam kompetisi game.

Beberapa tahun sebelumnya, ASUS ROG dan Team JagatReview mengadakan acara buka puasa bersama untuk komunitas gamer di Jakarta. Dihadiri tak kurang dari 200 orang gamer, dalam acara ini ASUS ROG menampilkan teknologi laptop gaming termutakhir. Di luar dua acara ini, tak terhitung berapa banyak aktivitas bersama komunitas digelar ASUS ROG.

Dari sisi ASUS, seperti disinggung di atas, banyak keuntungan yang didapat lewat kolaborasi ini. Mereka bukan hanya makin dekat dengan loyal customer-nya – yang tentunya bisa menjadi kanal penjualan –, tetapi juga membangun level engagement yang tinggi. Pun, menggalang feedback untuk penyempurnaan produk. Terutama dari para overclocker yang memang senang menguji hardware hingga batas yang tak terkira pengguna PC biasa. 

Sementara bagi komunitas itu sendiri mereka juga senang lantaran mendapat update teknologi berikut inovasi terbaru dari ASUS ROG, termasuk menjajal langsung teknologi-teknologi tersebut berikut trik-trik mutakhirnya. Bagi para game enthusiast, kemanjaan-kemanjaan yang diberikan semacam ini adalah sesuatu yang sangat bernilai. Sebuah customer experience yang mahal. Adapun harga produk ASUS ROG yang berlipat-lipat dibanding laptop atau notebook biasa, bukanlah persoalan bagi para game enthusiast dan overclocker karena memang spesifikasi ASUS ROG lebih tinggi dari PC biasa.

Pop Culture

Catatan yang kemudian menarik adalah seiring dengan dominasinya di PC gaming yang kian kokoh, ASUS ROG melakukan aneka pengayaan. Apa saja?

Pertama, dari sisi produk. ASUS ROG semakin dikembangkan agar cocok untuk semua kalangan. Kini, mulai dari para game enthusiast dan overclocker – yang pastinya sangat butuh laptop seperti ROG untuk pengalaman gaming atau overclocking yang luar biasa –, ASUS ROG juga kian diterima anak-anak desain atau content creator yang membutuhkan PC dengan kapabilitas tinggi untuk melakukan editing. Sebab spesifikasi ROG sangat andal untuk me-render video dalam waktu singkat.

Kedua, ASUS ROG makin melebarkan kolaborasinya, tidak hanya dengan kalangan game enthusiast dan overclocker, tapi juga beragam kalangan. Lini produk ini masuk ke beragam ekosistem dengan pendekatan pop culture agar semakin bisa diterima semua kalangan mengingat spesifikasinya yang bisa digunakan siapa pun, bukan hanya penggila game atau overclocking

Desember 2021 ASUS ROG kolaburasi dengan Sony Pictures dalam film SpiderMan: No Way Home/Foto: Adventurose

Desember 2021, misalnya, ASUS ROG mengumumkan kolaborasi dengan Sony Pictures pada film superhero terbaru, SpiderMan: No Way Home. Kolaborasi ini menegaskan ROG bukan hanya sekadar brand gaming, tetapi juga sangat dekat dengan pop culture. ROG berupaya mem-branding produknya tidak hanya dirancang untuk gamer, tetapi juga kawula muda yang tertarik dengan teknologi, sains, serta pop culture seperti halnya Peter Parker dalam film SpiderMan: No Way Home.

Sejalan dengan tema Spider-Man: No Way Home, ASUS juga memperkenalkan ROG Strix G35 sebagai gaming desktop PC yang mengusung desain futuristik. Pada bagian depan dan atas case-nya menggunakan desain windshear yang tidak hanya membuat ROG Strix G35 lebih menarik, tetapi juga memiliki fungsi teknis tersendiri. Fungsi desain windshear ini adalah sebagai ventilasi udara yang berperan penting dalam sistem pendinginan.

Asus ROG juga menyasar pasar kolektor mainan yang terus berkembang di kalangan anak muda, termasuk di Indonesia. Melihat anak muda yang menggemari karakter anime dan robot, ASUS ROG, Threezero dan Victory Toys berkolaborasi dengan menghadirkan lini produk Robo Dou Evangelion. Para penggemar yang membeli set ROG Evangelion akan mendapatkan kesempatan untuk memenangkan figure Threezero Evangelion-01 yang dipersembahkan Victory Toys.

Ketiga, merambah ke ponsel gaming ASUS Phone ROG. Pada Juni 2018, setelah sukses di PC gaming dengan desktop dan laptopnya, ASUS masuk ponsel gaming. Kembali dengan bendera ROG.

Yang menarik, cara menggarap pasar di segmen ini juga mengaktifkan kolaborasi, tidak hanya dengan kalangan game enthusiast, tapi juga dengan pendekatan pop culture. Salah satunya, di Indonesia, pada September 2021, Asus melalui ROG Phone 5 melakukan kolaborasi khusus dengan NeverTooLavish, street artist Indonesia. Kolaborasi ini dituangkan ke dalam koleksi Nike Air Jordan monokrom hitam-putih. Diharapkan kolaborasi ini bisa menjadi inspirasi para pecinta game di Tanah Air.

Masuknya ASUS ROG ke ponsel gaming sendiri merupakan langkah tepat. Pasalnya, nilai mobile gaming terus melesat dari tahun ke tahun. Untuk 2022, nilainya ditaksir akan melewati US$136 miliar, tumbuh 1,7 kali lebih pesat dibanding pasar gaming global (www.data.ai). Adapun pasar PC gaming sendiri ditaksir mencapai US$268,8 miliar di tahun 2025, melejit dari posisi US$178,3 miliar di tahun 2021 (wepc.com).

Melihat keaktifan kolaborasi yang dijalankan berikut tiga perubahan di atas, tampaknya ini memang kedisplinan ASUS ROG agar tetap bisa dominan di pasar gaming, tidak hanya PC gaming tapi juga mobile gaming. []Siti Ruslina/ROG-ASUS