Mengintip Wisata Halal di Indonesia

Boleh jadi pasar Industri pariwisata halal di Indonesia cukup besar. Pasalnya, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Bahkan,  wisata halal Indonesia  masuk peringkat pertama wisata halal dunia.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menyusun kebijakan terkait pariwisata halal yang menekankan pada tambahan layanan (extensional service) yang disediakan oleh para pelaku usaha dan ekonomi kreatif merespon besarnya potensi wisata halal (ramah muslim) di Indonesia. Kebijakan itu telah disusun dalam panduan yang dapat diikuti pengelola destinasi dan sentra ekonomi kreatif di daerah dalam menghadirkan layanan tambahan ramah muslim (wisata halal). Demikian disampaikan Menteri Kemenparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno dalam Weekly Press Briefing  yang dilakukan secara daring, 20/6 lalu.

Menurutnya Kemenparekraf telah menyusun kebijakan terkait pariwisata halal yang menekankan pada tambahan layanan (extensional service) yang disediakan oleh para pelaku usaha dan ekonomi kreatif merespon besarnya potensi wisata halal (ramah muslim) di Indonesia. Kebijakan itu telah disusun dalam panduan yang dapat diikuti pengelola destinasi dan sentra ekonomi kreatif di daerah dalam menghadirkan layanan tambahan ramah muslim (wisata halal).

Wisata halal bukan berarti islamisasi wisata atraksi, melainkan memberikan layanan tambahan yang terkait fasilitas, turis, atraksi dan aksesibilitas untuk memenuhi pengalaman dan kebutuhan para wisatawan muslim.

Konsep pengembangan pariwisata halal di Indonesia merupakan konsep wisata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan pengalaman wisatawan di tanah air, terutama wisatawan muslim. Konsep ini di antaranya layanan makanan dan minuman halal, fasilitas ibadah berkualitas, toiet bersih dengan air memadai, memberikan manfaat sosial, program ramadhan, pengalaman unik bagi wisatawan muslim dan bebas dari aktivitas non halal.

“Kita akan tingkatkan jumlah layanan tambahan bagi wisatawan khususnya untuk wisata halal. Kami telah menyusun kebijakan ini dan dalam waktu singkat kami akan menerbitkan panduan untuk destinasi tambahan. Karena selain dari destinasi unggulan, seperti Sumatra Barat, Aceh dan beberapa destinasi lainnya di Jawa Barat dan Kalimantan Selatan, ada juga seperti Madura yang ingin mengembangkan destinasi wisata halal,” Sandiaga.

“Kemenparekraf berupaya  melakukan kerja sama dengan Arab Saudi agar bisa membuka pasar wisata halal di sana, mengingat masyarakat Indonesia banyak sekali yang ke sana untuk ibadah haji atau umrah,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, saat Weekly Press Briefing secara virtual, pertengahan 2022 lalu.

Selain itu, tambahnya, Kemenparekraf juga menjalin kerja sama dengan Masjid Istiglal di Jakarta Pusat, yang telah tertuang dalam MoU (Memorandum of Understanding atau nota kesepahaman). Hal ini guna mengembangkan masjid terbesar se-Asia Tenggara tersebut sebagai tempat wisata religi.

Data menunjukkan pada tahun 2019, umat Islam di seluruh dunia menghabiskan total US$2,02 triliun untuk belanja makanan, kosmetik farmasi, fesyen, travel dan rekreasi. Pasar muslim global diperkirakan akan tumbuh hingga US$2,4 triliun. Sejumlah pengeluaran terbesar bagi konsumen muslim  adalah makanan dan minuman.

Dalam pemeringkat Global Muslim Travel Index (GMTI) tahun 2022, Indonesia berhasil menempatkan posisi kedua. Naik dua peringkat dari sebelumnya di posisi keempat pada tahun 2021.Oleh  karena it, pengembangan layanan wisata halal dan muslim friendly tourism wajib dilakukan untuk mendorong Indonesia menjadi pemimpin pengembang wisata ramah muslim dunia.

“”Untuk wisata halal saya berharap fokus, karena kita sudah berhasil meningkatkan posisi kita ke posisi kedua sekarang kita harus menuju nomor satu dan tentunya tambahan layanan atau extensional service ini dengan konsep need to have, good to have dan nice to have,” kata Sandiaga.

Sementara pentingnya produk halal tidak hanya pada produk makanan atau kosmetik saja. Kini pengembangan wisata halal semakin massif dikembangan pemerintah. Pasalnya, wisatawan halal baik dalam negeri maupun manca negara semakin berkembang.

Diharapkan wisata halal dapat menjadi  alternative masyarakat muslim berwisata. Bahkan, tidak hanya itu, masyarakat non muslim pun diharapkan juga tertarik dengan tawara wisata halal. Dan akhirnya mampu menggaet wisatawan lebih banyak lagi baik lokal maupun mancara negara.

Ada beberapa destinasi wisata halal di Indonesia, yaitu:

Provinsi Aceh. Aceh pun berhasil mendapatkan penghargaan sebagai World Best Airport for Halal. Travellers dan World Best Halal Cultural Destination dari World Halal Tourism Award tahun 2016 lalu. Aceh memiliki sejumlah destinasi wisata bernuansa Islami yang menjadi daya tarik tersendiri.

Lombok. Provinsi sudah lama mengadopsi konsep wisata halal. Sejumlah destinasi dan akomodasi wisata di Lombok telah menggunakan model wisata ini pada layanannya. Lombok pun pernah dinobatkan sebagai The World Best Halal Tourism Destination dalam ajang World Halal Travel Awards 2015 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Riau. Kepulauan Riau juga sangat potensial menjadi salah satu destinasi wisata ramah muslim di Indonesia. Beberapa destinasi wisata halal di Kepulauan Riau seperti Masjid Sultan. Kepulauan Riau yang terletak di Pulau Penyengat yang muncul sebagai landmark kawasan tersebut.

Sumatera Barat. “Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah” menjadi filosofi hidup orang Minangkabau.  Ajaran-ajaran Islam dalam Al-Qur’an dijadikan pedoman dalam segala aspek kehidupan. Itu sebabnya masyarakat Sumatra Barat menjaga adat istiadat  akan nilai Islami. Sumatra Barat  pernah memperoleh penghargaan World Halal Tourism Award 2016 kategori World’s Best Halal Destination, World’s Best Halal Tour Operator, dan World’s Best Halal Culinary Destination.

Menparekraf Sandiaga Uno berencana menjadikan Sumbar sebagai tuan rumah untuk perhelatan World Islamic Trade Forum 2023. Gagasan ini diambil guna membangkitkan citra pariwisata dan beragam ekonomi kreatif lainnya di Sumbar agar bisa ‘goes international’. Melansir laman sumbarprov.go.id, beberapa tempat wisata halal dunia andalan Sumbar yang wajib dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara, antara lain: Pulau Mandeh, Danau Singkarak, Danau Maninjau, Danau Kembar, Ngarai Sianok, Lobang Jepang Bukittinggi, Pulau Cubadak, Lembah Anai, Istano Rajo Basa Pagaruyung, Kepulauan Mentawai, Makam Syekh Burhanuddin Ulakan, Masjid Raya Sumatra Barat, Miniatur Makkah, Pantai Padang, Pantai Air Manis, Jam Gadang, Museum Adityawarman, Jembatan Siti Nurbaya

Jakarta. Ibu Kota Jakarta masuk salah satu destinasi pariwisata halal terbaik di Indonesia. Dalam ajang World Halal Tourism Award 2016, Jakarta memenangkan penghargaan untuk kategori World’s Best Hajj & Umrah Operator. Keberhasilan tersebut berkat upaya pemerintah mengoptimalkan potensi wisata ramah muslim di Jakarta dengan mengembangkan fasilitas dan akomodasi yang telah tersertifikasi halal. Dibarengi dengan  pembangunan tempat ibadah di setiap destinasi dan sejumlah situs heritage Islam.

Sedang berada di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, ada berbagai objek wista di Jakarta. Di antaranya, Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, Kepulauan Seribu, Kota Tua, Museum Fatahillah, Masjid Istiqlal, Masjid Ramlie Musofa, Museum Macan, Moja Museum, dan masih banyak lagi.

Jawa Barat. Provinsi Jawa Barat menyimpan pesona alam memesona. Provinsi di bagian barat Pulau Jawa ini tercatat sebagai destinasi halal unggulan Indonesia. Dirangkum dari berbagai sumber, ada lima wilayah yang harus dimaksimalkan yaitu daerah Bogor, Sukabumi, Karawang, Bandung, dan Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan).

Beberapa tahun terakhir pun situs-situs religi dikembangkan seperti masjid, museum, dan objek lainnya. Contohnya, Masjid Terapung Gedebage dan Kampung Wisata Syaamil Quran di Bandung, Makam Syekh Abdul Muhyi di Tasikmalaya, Situ Lengkong Panjalu di Ciamis, dan Komplek Pemakaman Cut Nyak Dien di Sumedang. Agenda pariwisata, baik seni, budaya, dan kuliner juga turut ditingkatkan sehingga semuanya terintegrasi mendorong capaian pariwisata yang andal, begitu pun target wisatawan luar negeri. Pemerintah juga menggandeng asosiasi hotel dan travel untuk memaksimalkan tujuan tersebut.

Yogyakarta. Provinsi yang dijuluki Kota Gudeg ini termasuk satu dari sekian banyak tujuan yang ramai dikunjungi wisman setiap tahunnya, terutama turis muslim. Inilah yang membuat Yogyakarta menempati posisi keenam sebagai destinasi halal terbaik nasional setelah Lombok (Nusa Tenggara Barat), Aceh, DKI Jakarta, Sumatra Barat, dan Jawa Barat versi Global Muslim Travel Index (GMTI) tahun 2019.

Pendekatan konsep syariah di setiap objek wisata Jogja seperti penyediaan sarana ibadah yang memadai, ketersediaan kuliner halal, dan akomodasi penginapan moslem friendly menunjukkan bahwa potensi pariwisata halal Jogja sangat besar. Terlebih, didukung dengan background Yogyakarta yang kental akan budaya Jawa dan memiliki andil cukup besar dalam sejarah perkembangan Islam di Nusantara. Sebagai bukti, berdirinya Masjid Gedhe Kauman, Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Masjid Jogokariyan, Masjid Jami’ Pathok Negoro Plosokuning, Taman Sari Keraton Yogyakarta, dan tempat-tempat ziarah yang akan membuka khazanah sejarah Islam kamu nih,

Jawa Tengah. Masyarakat Jawa Tengah patut berbangga karena provinsi yang berbatasan dengan Jawa Barat, Jawa Barat, dan Yogyakarta ini memiliki destinasi menarik. Yang paling difavoritkan adalah wisata alam dan budaya, seperti Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang, Masjid Agung Demak, Menara Kudus, pantai, makam para Walisongo dan candi-candi yang sejarahnya erat dengan Islam.

Malang. Di kota Malang ada beragam pilihan destinasi yang terus dikembangkan untuk menjadi Center of Halal Tourism. Hal ini bukan hanya meningkatkan promosi pariwisata, juga membantu pengembangan ekonomi masyarakat berbasis local wisdom.

Wisata heritage, religi, kuliner, dan kampung-kampung tematik terus digerakkan pemerintah untuk membangun konsep pariwisata unik. Destinasi alam selama ini sudah populer lebih dulu juga digadang sebagai wisata ramah Islam dengan menyediakan sarana dan prasarana lengkap. Sehingga, ketika orang-orang datang ke Malang, ada daya tarik tersendiri yang membuat mereka betah berlama-lama di sini.

Makassar. Kota Makassar punya keindahan yang membuat orang  takjub melihatnya.  Terutama pada waktu senja ketika matahari terbenam. Di sekitar anjungan pantai tersedia spot cantik untuk berswafoto ria dan mencicipi jajanan khas Sulawesi Selatan seperti jalangkote, pallu butung, dan pisang epe.

Di kawasan Pantai Losari, kamu juga bisa menikmati pesona Masjid Amirul Mukminin atau dikenal dengan masjid terapung. Ada juga bangunan Masjid 99 Kubah yang arsitekturnya dirancang  Ridwan Kamil. Masjid tersebut diklaim sebagai titik tengah Indonesia (Center Point of Indonesia). [] Yuniman Taqwa/Ilustrasi: Pinterest