Universitas Mercu Buana Bekali Lulusan Dengan Sertifikasi Kompetensi Profesi

Sejumlah prodi yang ada di Universitas Mercu Buana (UMB) telah mendapat akredikasi unggul. Bahkan, untuk menjamin kompetensi lulusannya, juga dibekali dengan sertifikat kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Bagaimana hasilnya?   

Universitas Mercu Buana (UMB) saat ini sudah mengimplementasikan program-program dari pemerintah, terutama program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Belum lama di tahun 2022 lalu, kampus ini masuk peringkat ketiga dari 50 PTS  (Perguruan Tinggi Swasta) Penerima Program Insentif Pengabdian Masyarakat Yang Terintegrasi dengan MBKM Berbasis Kinerja IKU (Indikator Kinerja Utama) dari Kementerian Pendidikan, Riset dan teknologi (Kemendikbudristek). Dengan prestasi itu, UMB  mendapatkan dana hibah dari pemerintah senilai Rp500 juta. Adapun indicator penilaian adalah PTS yang memiliki capaian kinerja IKU terbaik berdasarkan hasil penilaian verval  dari PDDIKTI dan PTS yang memiliki Kinerja Pengabdian Masyarakat terbaik berdasarkan Surat Kepdirjen Risbang No.29/E/KPT/2019 tentang pemeringkatan Perguruan Tinggi berbasis Kinerja Pengabdian Masyarakat.

Kampus peringkat tiga PTS terbaik se-DKI Jakarta versi International College and Universities (UniRank) tahun 2022 ini sedang berusaha memperbaiki peringkatnya secara nasional.  Selain itu, UMB juga sedang melakukan akselerasi menuju World Class University. Tak heran bila UMB juga masuk 10 besar dari 370 PTS  Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III.

Seperti diketahui, pemerintah memberikan  Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM). Dengan program ini UMB bisa memfasilitasi mahasiswa untuk belajar 3 semester di luar  prodi (program pendidikan) nya. Ada program pertukaran pelajar, program magang bersertifikat,  satuan mengajar dan yang lain-lain.

Sejak 2016 UMB telah berakreditas Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan  tak sedikit prodi-prodi-nya juga sudah unggul. Selain itu, kampus ini juga  banyak kerja sama di dunia industri, sehingga diharapkan para lulusannya  bisa diserap di dunia industri.

Memang manfaat dari program MBKM ini adalah, ketika mahasiswa sudah selesai menjalani program tersebut, maka setelah lulus sudah siap bekerja sesuai jurusannya. Tak sedikit alumni UMB yang bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan multinasional yang  menjadi mitra dari Kemendikbudristek.

Para mahasiswa yang ikut program Kampus Merdeka yang memilih program magang di dunia usaha disesuaikan dengan kurikulum yang diikutinya. Program ini diapresiasi dengan  nilai satu semester  dengan bobot 20 SKS (Satuan Kredit Semester). Bila tidak, maka dicari beberapa mata kuliah yang sesuai, tapi tidak sampai 20 SKS. “Angka 20 SKS itu angka maksimal, tapi ada juga yang 4 SKS dan ada yang hanya 10 SKS,” kata Vice Rector Non Academic, Rizki Briandana, S.Sos, M.Comm., Ph.D kepada pelakubisnis.com, di sela-sela pameran  Indonesia International  Education Training Expo  & Conference (IIETE) hari ini (16/2).

Sementara implementasi bersinergi dengan dunia industri, kata Rizki, ketika ada program magang bersertifikat, maka dunia industri memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk magang selama 1 semester. Program ini dikonversi menjadi 20 SKS. “Banyak mahasiswa kami, baik dari tahun 2021, dan tahun 2022 yang terserap di dunia kerja,” jelasnya seraya menambahkan bahwa ada beberapa mata kuliah khusus yang sudah didesain untuk diimplementasikan selama magang, sehingga selama 1 semester mahasiswa hanya fokus magang, tanpa mengikuti perkuliahan di kampus. Dengan sistem demikian, kepentingan mahasiswa dan kepentingan program studi bisa sejalan.

Walaupun program MBKM bukan menjadi kewajiban bagi mahasiswa. Namun demikian, tambah Rizki, manajemen UMB mendorong mahasiswa untuk bisa memanfaatkan kesempatan dari program MBKM. Kampus pun pro aktif melakukan sosialisasi dengan mengundang pakar-pakar dan narasumber dari Kemendikbudristek untuk memberikan sosialisasi perihal program tersebut.

“Kami membuat panduan MBKM secara umum, panduan kewirausahaan, panduan penelitian, panduan magang dan panduan pertukaran pelajar. Di mana petunjuk teknisnya sudah dituangkan dalam panduan tersebut. Dari mulai mahasiswa mendaftar, mahasiswa membuat kegiatan sampai mahasiswa membuat laporan ke Dikti (Dirjen Pendidikan Tinggi-red) diatur dalam panduan tersebut,” tandasnya. Bahkan, hasil dari hibah pemerintah, lanjut Rizki, manajemen UMB juga  membuat platform aplikasi MBKM.  

Seiring dengan perubahan kurikulum, menurut Rizki, sejak tahun 2021 UMB bersinergi dengan kegiatan-kegiatan dari pemerintah. “Lulusan Mercu Buana yang diserap dunia kerja, sekitar 60 sampai 70 persen,” kata Rizki seraya menambahkan target UMB para lulusannya melanjutkan ke program studi S2, bekerja di dunia usaha/industri dibidangnya dan menjadi entrepreneur.

Lebih lanjut ditambahkan, salah satu misi UMB adalah melahirkan entrepreneurship. Hal itu didukung dengan mata kuliah-mata kuliah yang sejalan dengan kewirausahaan. Mahasiswa diberi kesempatan untuk membuat inkubator-inkubator bisnis. “Jadi, ketika mereka masih mahasiswa sudah punya modal ketika lulus untuk berwirausaha,” lanjutanya.

Rizki menambahkan, prodi yang menjadi unggulan di UMB adalah prodi yang akreditasi A atau unggul. Akreditasi yang unggul tersebut juga terakreditasi  internasional. Prodi-prodi yang unggul tersebut adalah  S1 Teknik Sipil, S1 Teknik Elektro juga sedang menunggu hasil akreditasi unggul, Fakultas Ilmu Komunikasi dengan akreditasi A. “Bahkan lulusan dari ilmu komunikasi Mercu Buana banyak bekerja di industri media. Kemudian prodi Manajemen akreditasi A, Akutansi akreditasi A, sementara Magister Akutansi mendapatkan akreditasi unggul,” jelas Rizki.

Raihan Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menjadi pengejawantahan visi UMB, yaitu menjadi universitas unggul dan terkemuka di Indonesia untuk menghasilkan tenaga professional yang memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat dalam persaingan global pada tahun 2024.

Akreditasi merupakan sistem penjamin mutu perguruan tinggi yang dilakukan BAN-PT mewakili Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemenristek RI) yang dilakukan setiap lima tahun sekali. Akreditasi unggul merupakan peringkat tertinggi yang diperoleh perguruan tinggi atau program studi  yang memenuhi kriteria akreditasi dari BAN-PT.

Keberhasilan memperoleh akreditasi unggul menjadi bukti bahwa UMB merupakan kampus dengan tata kelola dan sistem kerja berdasarkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berjalan dengan sangat baik.

Sementara UMB saat ini memiliki Career and Training Center (UMBCTC) dan Lembaga Sertifikasi Profesi. Setelah lulus kuliah, para lulusan bisa  memilih lebih dari 300 perusahaan terkemuka, serta berjiwa wirausaha yang menunjang menuju masa depan. Lembaga ini merupakan salah satu unit yang berada di bawah koordinasi Direktorat Inovasi, Alumni dan Hubungan Internasional. Tujuan dibentuknya UMBCTC ini adalah untuk menjembatani alumni dan calon alumni dengan pihak industri.

Selain itu, UMBCTC bertugas dalam memantau keberadaan serta kiprah alumni di masyarakat untuk memperoleh umpan balik bagi program penyelenggaraan proses belajar mengajar di UMB.

Di samping itu, lulusan UMB juga dibekali sertifikat kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Hal ini bertujuan untuk memenuhi standar kualifikasi kerja secara nasional yang berlaku di Indonesia sesuai bidang profesi dan program studi masing-masing. [] Siti Ruslina/Yuniman Taqwa