Unpad Dongkrak Bakat Minat Mahasiswa Lewat Kampus Merdeka
Sebanyak 3890 mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) berminat mengikuti Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam ajang ‘Festival Kampus Merdeka Unpad 3.0’ dan 1236 mahasiswa dari luar Unpad. Seperti apa penetrasi program Kampus Merdeka di Unpad dan program apa yang sedang tren diminati mahasiswanya?
Zaman sekarang jadi mahasiswa ”Kupu” (kuliah pulang-pen) itu “Cupu!” (culun punya-pen)). Kupu istilah untuk mahasiswa yang selesai kuliah langsung pulang. Mahasiswa di era sekarang tidak demikian. Mahasiswa sekarang mobilitasnya tinggi. Tak hanya berinteraksi dengan mahasiswa lain pada lintas prodi, lintas fakultas, atau lintas civitas akademika saja, bahkan lintas universitas dalam dan luar negeri.
Mahasiswa zaman now memiliki banyak peluang untuk bereksplorasi mencari kemana bakat, minat dan passionnya. Pemerintah melalui Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan banyak peluang bagi mahasiswa untuk menemukan bakat, minat dan passion para mahasiswa untuk menggali potensi diri.
Sejak tahun 2020 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM). Program Kampus Belajar menjadi sarana bagi peserta didik di Perguruan Tinggi untuk mendapat pengalaman di luar kampus pembelajaran. Diharapkan para peserta didik sudah memiliki kesiapan masuk dunia kerja.
Mahasiswa di semester V misalnya, bisa magang di dunia industri/usaha juga merupakan bagian dari belajar yang disesuaikan dengan SKS pembelajaran di perguruan tinggi. Mahasiswa selama magang mendapat pengalaman yang diselaraskan dengan pembelajaran di kampus. Konsep Kampus Merdeka adalah memberikan pengalaman, bukan merusak atau tidak mengikuti peraturan dari yang dimiliki oleh pihak PTN atau PTS tempat mereka belajar.
Saat ini ada enam program unggulan dari 8 program yang sudah berjalan di Kampus Merdeka, yaitu Program Kampus Mengajar, Program Magang Merdeka dan Riset kolaboratif bersama perusahaan melalui Program Studi Independenyang tergabung dalam MSIB ( Magang dan Studi Independen dan bersertifikat) , Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), Wirausaha Merdeka, serta Indonesian International Student Mobility (IISMA) atau pertukaran pelajar dari luar negeri.
Universitas Padjadjaran (Unpad) Jawa Barat salah satu perguruan tinggi yang mendukung program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi, MA (SUT), PhD dalam kesempatan Pameran Pendidikan IIETE (Indonesia International Education Training Expo-red) mengatakan, tren pengimplementasian program MBKM sekarang semakin naik. Karena sistemnya mulai mapan melakukan transisi dari kurikulum yang lama ke kurikulum MBKM. “Mahasiswa juga semakin aware dengan program ini,”ujar Dandi.
Untuk mendukung program pemerintah tersebut, Unpad menyelenggarakan ‘Festival Kampus Merdeka Unpad 3.0’ . Tahun lalu, tersaring sebanyak 3890 mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) yang berminat mengikuti Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam ajang festival ini dan 1236 mahasiswa dari luar Unpad.
Dandi menjelaskan, saat ini Unpad membuka seluas-luasnya untuk mahasiswa yang berminat bergabung mengikuti program MBKM. Tak pelak, tren peminatnya semakin naik. “ Sekarang itu bisa dibilang hampir semua mahasiswa di semester 7 dan 8 mengikuti program MBKM, kurang lebih 80% tertarik untuk ikut. Karena di semester itu beberapa mata kuliah sudah bisa dikonversi,” terang Dosen Ilmu Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Unpad, Jawa Barat ini.
Diakuinya peminat program-program MBKM sangat besar. Di Unpad kenaikannya tahun ini (2022-2023) lebih besar 20% dari tahun lalu (2021-2022). Mahasiswa yang berminat mencoba ikut mendaftar Program MBKM beragam dan komposisi antara mahasiswa eksakta dengan sosial humaniora jumlahnya berimbang.
“Jumlahnya sekarang rata. Karena MBKM juga membuka kesempatan untuk lintas studi. Sehingga jumlah mahasiswa yang mendaftar sekarang tidak terbatas. Bahkan sekarang banyak sekali mahasiswa-mahasiswa dari eksakta yang mengambil mata kuliah ilmu sosial atau ikut magang di instansi yang tidak berhubungan dengan kuliahnya, itu jumlahnya banyak. Contohnya, dari Fakultas Pertanian dan Kedokteran magang di perusahaan Humas,”ungkap Dandi kepada pelakubisnis.com.
Pun dari 6 program unggulan MBKM, Program IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards) cukup mendapat perhatian para mahasiswa Unpad semester 7 dan 8. Kepala Kantor Internasional Unpad dr. Ronny MKes, PhD, AIFO dari laman Kanal Media Unpad mengatakan, tercatat ada lebih dari 500 pendaftar program IISMA 2022. Dari angka tersebut setelah proses seleksi, tersaring 99 mahasiswa Unpad berhasil lolos menjadi peserta IISMA 2022 dari Ditjen Dikti Kemendikbudristek Republik Indonesia.
Sementara, dari program Vokasi/Sarjana Terapan juga sudah banyak yang berminat mengikuti salah satu program unggulan Kampus Merdeka Program IISMA yang memberi kesempatan bagi mahasiswa di Tanah Air mengecap pendidikan di kampus berkelas dunia di luar negeri selama 1 semester. “Kalau tidak salah sudah 20-an mahasiswa Vokasi /Sarjana Terapan dikirim ke berbagai negara. Secara rata dari beberapa prodi seperti Business International dan Manajemen Produksi Media yang ada di Program Vokasi/Sarjana Terapan Unpad,”.
Mengutip dari laman Kanal Media Unpad, sebanyak 20 mahasiswa vokasi Unpad berhasil lolos mengikut program IISMA. Kepala Kantor Pendidikan Vokasi Unpad Dina Sartika SE, MT, PhD menjelaskan program IISMA merupakan program pertukaran mahasiswa perdana bagi mahasiswa vokasi Unpad. bagi para mahasiswa berkesempatan melakukan studi ke perguruan tinggi tujuan di beberapa negara di dunia.
Dari 62 mahasiswa vokasi Unpad tersaring masuk tahap lanjutan sebanyak 57 orang karena tidak memenuhi syarat administratif. Kemudian peserta yang lolos di tahap administrasi lanjut menjalani tes wawancara dan tes kebhinekaan dari Ditjen DIKTI. Dari situ lolos 20 mahasiwa yang berasal dari prodi vokasi Bisnis Logistik, Bisnis Internasional, Manajemen Produksi Media, Akuntansi Sektor Publik, Akutansi Perpajakan dan Administrasi Pemerintahan.
Dandi mengungkapkan, dalam menerapkan program MBKM mulai dari kesiapan dosen maupun mahasiswanya sekarang sudah mulai stabil. “Tahun lalu para dosen shock dan bingung karena kami harus memikirkan konversi ini masuk ke mata kuliah mana. Artinya program studi pun sudah membuat PIC khusus untuk mengatasi hal ini. Saya rasa sekarang sudah find, sudah ok! Sekarang mereka sudah bisa menyalurkan anak-anak didiknya,” kata lulusan pendidikan S3 bidang jurnalistik di University of Gloucestershire, Inggris ini.
Namun menurutnya sedini mungkin pihak kampus berupaya mengikat para mahasiswa dengan kurikulum. Mereka boleh mengikuti MBKM asalkan sesuai dengan jumlah SKS yang diwajibkan. Sehingga ketika selesai mereka harus melaporkan diri. “Kalau tidak nanti gak lulus-lulus. Ada sih memang mahasiswa yang kebablasan magang kerja diterusin. Tapi kami juga punya hubungan baik dengan instansi atau perusahaan-perusahaan tempat magang atau dari universitas lain. Jadi kami saling mengontrol,”terangnya.
Menjawab pertanyaan pelakubisnis.com perihal bagaimana Unpad mensiasati subsidi pelaksanaan MBKM dari pemerintah yang terbatas, sementara ada kewajiban dari pemerintah agar semua perguruan tinggi harus menjalankan program MBKM dan memberi kesempatan kepada seluas-luasnya mahasiswa untuk ikut, apakah dari Unpad ada MBKM Mandiri yang dibiayai institusi? “Ya di Unpad ada! Kami punya program terutama dari Direktorat Pendidikan atas instruksi dari Rektor untuk mendukung sepenuhnya program MBKM ini . Sehingga kami juga menyiapkan dana bantuan untuk menambah jumlah mahasiswa setiap tahunnya mengikuti program MBKM. Tapi jumlah tepatnya berapa saya lupa! Dana itu dialokasikan ke magang Kampus Merdeka,”aku Dandi seraya menambahkan, memang tidak semua mahasiswa lolos seleksi sehingga diberi kesempatan dari dana mandiri perguruan tinggi.
Saat ini Unpad terus membangun awareness di masyarakat. “Kami perbanyak sosialisasi ke masyarakat. Dari pihak prodinya sendiri membuat banyak event promosi tapi kami hanya membangun awareness. Kalau prodi yang kurang peminat, dalam aturannya boleh ditutup dan diganti dengan prodi yang lebih diminati. Untuk meningkatkan jumlah mahasiswa setiap tahunnya kami melakukan promosi kemana-mana dan berkolaborasi”papar Dandi seraya menyebut beberapa prodi unggulan Unpad saat ini yang masih didominasi Bidang Teknik Informatika, Kedokteran dan Ilmu Farmasi juga di Sosial Humaniora unggulannya bidang Komunikasi dan Manajemen.
Selain itu Unpad juga menjalin kerja sama dengan mitra perguruan tinggi di luar negeri seperti University of Singapure, Monash Australia, University of South Australia, Universitie Putera Malaysia, Tiongkok, Acho University Korea, Kobe Jepang dan masih banyak lagi. “Kebanyakan lebih kepada pertukaran mahasiswa,”ujar tutup Dandi yang ditemui pelakubisnis.com di sela-sela gelaran Pameran IIETE 2023.[]Siti Ruslina


