Bisnis Kuliner Menjanjikan, 63 Persen Wisatawan Memburu Kuliner
Kuliner ini menjadi alasan dari 63 persen wisatawan dalam berwisata. Meningkatnya arus kunjungan wisatawan baik mancanegara (wisman) maupun wisatawan domestik, membuat bisnis kuliner tak ada matinya. Tahun 2024 ini tetap optimis tumbuh!
Keberagaman kuliner menjadi daya tarik utama di tengah masyarakat. Itu sebabnya bisnis kuliner menawarkan peluang tak terbatas. Apalagi bagi mereka yang ingin merajut kisah suksesnya dalam dunia bisnis. Bisnis kuliner menjanjikan dan menjadi magnet bagi para pemberani yang ingin mengeksplorasi peluang baru.
Pertumbuhan industri kuliner tidak hanya mencerminkan kebutuhan dasar manusia untuk makanan, tetapi juga memanifestasikan hasrat akan pengalaman kuliner yang unik dan memuaskan. Dengan demikian, mereka yang memiliki hasrat dan keahlian dalam dunia kuliner, menjadi peluang untuk menciptakan bisnis yang sukses dan berkelanjutan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatfi/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, selain wisata alam dan budaya yang sangat menarik adalah wisata kuliner dan belanja. Tidak salah jika banyak wisata yang datang ke Kepulauan Riau (Kepri) selain untuk mengunjungi destinasi wisata, juga menikmati kuliner khasnya.“Kuliner ini menjadi alasan dari 63 persen wisatawan dalam berwisata,” kata Sandiaga, saat mengunjungi kegiatan Big Bazaar dan Jajan Bareng Mas Menteri, di Grand I Hotel Batam, pada Tahun Baru 2024.
Kemenparekraf tahun 2024 menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 14,3 juta orang. Meningkatnya kunjungan wisata akan berbanding lurus dengan meningkatkan pertumbuhan Ekraf sebagai penunjang perjalanan wisata. Sementara, pergerakan wisatawan nusantara kita pompa, targetnya tahun depan 1,25 miliar perjalanan dan 1,5 miliar pergerakan wisatawan nusantara.
Menurut Sandiaga, kuliner khas daerah menjadi keunggulan lain dalam pariwisata. Karena wisatawan yang datang ke Batam pasti akan membawa oleh-oleh makanan khas setempat. “Biasanya tak hanya datang ke tempat wisata, mereka juga akan bertanya kuliner khas daerah yang dikunjungi. Karena itu promosi kuliner juga penting, tidak hanya itu, mereka juga akan membawa oleh-oleh,” katanya.

“Karena pasarnya sudah terbentuk maka usaha-usaha pelaku UMKM ini harus didukung melalui pelatihan dan pembekalan beberapa tips dalam melakukan pemasaran. Pemerintah pusat dan pemerntah provinsi juga terus mendampingin termasuk memberikan permodalan sebagai bagian dari pemberdayaan para pelaku UKM yang ditargetkan mampu membuka lapangan kerja baru hingga 4,4 juta di tahun 2024,” katanya.
Tahun 2023 sektor ekonomi kreatif menyumbang Rp 1300 triliun kepada Produk Domestik Broto (PDB). Menurut Sandiaga, kuliner menyumbangkan kontribusi pada PDB sebesar 43 persen, fesyen 17 persen, dan dari kriya 15 persen. Jadi total sudah mencapai hampir 75 persen. Dan 25 persen ini adalah 14 subsektor lainnya yang bertumbuh di atas rata-rata yang membawa Indonesia secara persentase nomor tiga terbesar di dunia.
Hotel Management PCU (Petra Christian University) dan APKRINDO (Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia) berkolaborasi gelar kegiatan bersama bertajuk End-of Year Gathering: Embracing 2024, pada 6 Desember 2023, di Amphiteater Gedung Q kampus PCU. Perkiraan tren bisnis kuliner yang dapat diantisipasi pada tahun 2024, sangat penting baik para pebisnis kuliner maupun intitusi Pendidikan khususnya yang bergerak di bidang kuliner seperti Hotel Management PCU, sebagaimana dikutip dari rri.go.id, pada, 16/12/2023.
“Nantinya kami akan membahas mulai pentingnya branding dan tren di sosial media. Lalu juga akan diberikan pemahaman bahwa ada perubahan dalam preferensi konsumen khususnya Gen Z, inovasi produk. Hingga bagaimana strategi pemasaran dalam industri kuliner,” kata Deborah C. Widjaja, S.S., M.S.M., Ph. D., selaku Head of Hotel Management PCU.
“Bagaimana sih karakteristik dan ciri khas generasi Z secara umum. Mulai membahas tren sosial, teknologi hingga nilai-nilai yang dipegang gen Z ini. Jadi nanti kita akan tahu, apakah bagaimana selera konsumen khsusunya gen Z terhadap persaingan pasar. Semoga dengan adanya kegiatan ini para peserta akan dapat memahami bagaimana perkembangan generasi Z dapat memengaruhi budaya, teknologi, dan tuntutan bisnis khususnya di restoran”, rinci Deborah.
Sementara di tahun 2024, lanskap camilan diperkirakan akan semakin didominasi generasi muda yang menggemari camilan yang lebih sehat dan berkontribusi terhadap kesehatan secara keseluruhan. Mengutip hasil survei “Tren bisnis kuliner 2023” yang dilakukan Populix untuk Foodizz dengan responden sebanyak 3138 yang tergolong Gen Z dan milenial di seluruh Indonesia. Gen Z dan milenial sudah menyadari akan pentingnya makanan sehat atau healthy food dalam memilih kuliner yang dikonsumsi, sebagaimana dari mediaindonesia.com, pada 23/12/2023.
Generasi muda lebih sadar dan memilih mengonsumsi makanan ringan yang memiliki komposisi rendah gula dan vegan-based. konsumen yang terus memprioritaskan kesehatan dan kebugaran, pasar makanan ringan sehat juga berkembang pesat dengan pilihan yang beragam dan menarik. Mulai dari camilan vegan-based hingga rasa yang terinspirasi dari berbagai belahan dunia.
Alexander Anwar, CEO Tays Bakers mengatakan,perubahan mindset konsumen yang ingin menikmati camilan tanpa merasa bersalah dan tetap menjaga kesehatan tubuh. “Di tahun 2024, camilan sehat kami prediksi akan terus digemari. Salah satu produk unggulan dari kategori produk Biscuit & Crackers kami, yaitu TRICKS dibuat dari kentang asli yang diolah dengan cara oven-baked, bukan digoreng sehingga jauh lebih sehat,” jelas Alexander dalam keterangan, pada 22/12/2023.
Sementara Gabungan Produsen Makanan dan Minuman (Gapmmi) memproyeksikan tahun 2024 ini industri makanan dan minuman (mamin) nasional naik 7%. Pasalnya, hal ini didorong salah satunya oleh pertumbuhan kelas menengah atau sekitar 53 juta jiwa.
Sedangkan Ario Fajar, Head of Marketing Toffin Indonesia mengatakan, hal ini harus dimanfaatkan pelaku industri mamin untuk terus berkembang. “Kondisi ini harus menjadi peluang untuk pelaku bisnis F&B untuk lebih kompetitif dari sisi pelayanan dan produk yang ditawarkan, tidak terkecuali minuman,” jelas Ario, dikutip Antara pada Selasa (23/1/2024).
Kelas menengah menjadi motor pertumbuhan karena mampu menyumbang separuh dari total konsumsi rumah tangga nasional. Apalagi 49.25% populasi Indonesia kebanyakan menghabiskan uang mereka di makanan dan minuman atau Food & Beverage (F&B). Secara demografik, 53.81% mayoritas populasi ini diisi oleh millenial dan generasi Z yang suka mencoba produk dan pengalaman baru.
Memanfaatkan momentum ini, Toffin Indonesia mengeluarkan Tren Menu Minuman 2024 yang diharapkan bisa membantu pemilik bisnis untuk bisa semakin kreatif dalam meracik bisnis, sebagaimana dikutip dari suarasurabaya.net, pada 23/1.
Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe & Restaurant Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur Ferry Setiawan mengatakan, meskipun tahun depan ada momen politik yakni Pemilu, hal diyakini tidak akan berdampak pada bisnis food & beverage (F&B). Justru sebaliknya bisnis yang satu ini tetap marak dan bertumbuh, sebagaimana dikutip dari radarsurabayabisnis.jawapos.com, pada 8/12/2023.
Kondisi ini terlihat makin banyaknya kafe dan restoran, serta kedai kopi baru yang bermunculan di Surabaya dan sekitarnya. Tidak hanya pengusaha lokal yang membuka, namun banyak juga brand luar kota yang makin agresif masuk ke Surabaya dan sekitarnya.
“Kami optimistis tahun 2024 bisnis F&B tetap akan tumbuh dan berkembang. Apalagi ada momen akhir tahun dan libur bersama sehingga penjualan akan naik signifikan,” kata Ferry di sela End-of Year Gathering: Embracing 2024 di Petra Christian University (PCU) bersama Apkrindo Jatim. Yuniman Taqwa
