Industri Fesyen Indonesia Sumbang 17 Persen Dari Nilai Ekonomi Kreatif  

Kabar gembira datang dari laporan State of the Global Islamic Economy Report 2022, Indonesia menempati peringkat ketiga pada indikator modest fashion setelah Uni Emirat arab dan Turki. Indonesia mendeklarasikan sebagai pusat fesyen muslim dunia pada tahun 2024!

Boleh jadi bisnis fesyen  tak ada matinya! Usaha ini hampir tak beda dengan bisnis kuliner. Penjualan produk fesyen menempati posisi kedua dalam kategori produk terlaris di platform online. Data menunjukkan nilai transaksi produk fesyen  naik 25 persen dari tahun 2021 ke tahun 2022.

Sementara lokapasar daring sampai 2023 masih menjadi pilihan sebagian besar masyarakat Indonesia untuk berbelanja. Berdasarkan Consumer Report Indonesia 2023 dari Standard Insights, sebanyak 24,11 persen masyarakat Indonesia berbelanja online setidaknya satu kali dalam sebulan. Terdapat pula sebanyak 4,05 persen masyarakat yang berbelanja daring setiap hari. 

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa secara keseluruhan, produk yang paling banyak dibeli secara daring adalah produk fashion atau mode yang mencakup pakaian hingga alas kaki. Sebesar 70,13 persen masyarakat memilih kategori produk ini sebagai produk yang sering dibeli secara daring. 

Berdasarkan data sektor ekonomi kreatif berhasil menyumbangkan Rp1300 triliun kepada produk domestik bruto (PDB) Indonesia ada tahun 2023. Dari jumlah tersebut subsektor fesyen menempati peringkat kedua setelah kuliner, yaitu menyumbang sebesar 17 persen dari sumbangan ekonomi kreatif sebesar itu.

Diperkirakan akan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya. Di antara fesyen yang diprediksi semakin ramai peminat di tahun 2024 adalah Sustainable Style. Sustainable Style merupakan  produk fesyen yang ramah lingkungan, mengingat masyarakat Indonesia mulai memiliki kesadaran akan isu lingkungan.

Semangat kolaborasi desainer lokal dengan pegiat IKM bidang fesyen/Foto: pelakubisnis.com

Di tahun 2023, Ditjen Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin,   melalui Bali Creative Industry Center (BCIC) kembali menggelar kompetisi desain nasional Indonesia Fashion and Craft Awards (IFCA), yang bertujuan untuk melahirkan desainer muda berbakat dengan visi sustainability atau keberlanjutan dalam bidang kriya dan fesyen. Tahun 2023 ini, kompetisi IFCA ke-9 mengusung tajuk “Neighbourhood Spirit”, yang memiliki makna bahwa pentingnya semangat kolaborasi antar para desainer untuk bermitra dengan pelaku IKM di lingkungan sekitar mereka dalam mendesain produk inovatif.

“Tema IFCA ini sesuai dengan nilai kekerabatan di Indonesia yang terkenal dengan semangat gotong royong dan tujuan pembangunan berkelanjutan untuk membangun infrastruktur yang tangguh, meningkatkan industri inklusif dan berkelanjutan, serta mendorong inovasi,” papar Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita, di Jakarta, pada awal Agustus 2023.

Reni berharap, setelah kompetisi IFCA digelar, semakin banyak desainer muda yang melahirkan gagasan kreatif dalam menciptakan produk inovatif dengan nilai tambah, serta menjawab permasalahan sosial, ekonomi, serta lingkungan. “Hal ini selaras dengan prinsip industri hijau dan juga circular economy, serta sejalan dengan posisi Indonesia saat ini yang tengah bersiap untuk bisa menjadi anggota Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), di mana isu green transition merupakan salah satu poin penting bagi pengembangan Industri Kecil dan Menengah,”imbuhnya, sebagaimana dikutip dari pelakubisnis.com, 1/8/2023.

Sementara pasar fesyen Indonesia paska pandemic semakin menggeliat. Data Kementerian Perdagangan tahun 2021, nilai ekspor pakaian (HS 61 dan 62) mencapai US$ 8,5 miliar. Pada periode Januari – November 2022, nilai ekspor produk tersebut mencapai US$ 8,8 miliar atau naik 16,8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2021. Lima negara  tujuan  utama  ekspor  pakaian  Indonesia  terbesar  tahun  2022,  yaitu  Amerika  Serikat, Jepang, Jerman, Kanada, dan Korea Selatan.

Dan yang tak kalah menarik adalah Industri fesyen Muslim. Beberapa dekade terakhir ini  telah berkembang pesat fesyen muslim. Fenomena ini menjadi salah satu segmen penting di pasar fesyen global. Dengan populasi Muslim yang luas dan beragam di seluruh dunia, pasar fesyen Muslim menawarkan peluang besar dan sejumlah tantangan yang unik.

Sebuah kabar gembira datang dari laporan State of the Global Islamic Economy Report Tahun 2022, Indonesia menempati peringkat ketiga pada indikator modest fashion setelah Uni Emirat arab dan Turki.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencanangkan Indonesia akan mendeklarasikan diri sebagai pusat fesyen muslim dunia pada 2024 sejalan dengan upaya terus menerus seluruh pihak untuk memasarkan produk-produk halal Tanah Air ke global, sebagaimana dikutip dari medcom.id pada 20/12/2023.

“Fesyen muslim kita akan mendeklarasikan tahun depan sesuai dengan amanah perintah Pak Wapres dengan Pak Presiden, tentunya bahwa tahun depan kita akan mendeklarasikan menjadi pusat fesyen modest dunia,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi saat publikasi kinerja ekspor produk halal Indonesia di Jakarta.


Menurut Didi, deklarasi pusat fesyen modest dunia sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, sehingga pihaknya bersama Bank Indonesia (BI) dan Kemenkop UKM terus giat mempromosikan fesyen Indonesia ke level internasional.


Sementara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi Raihan Fahrizal yang menjadi model Indonesia pertama yang menghiasi salah satu pekan mode bergengsi dunia yakni “Paris Fashion Week 2024”.

“Ini adalah kabar yang sangat membanggakan dan keren banget. Keberhasilan Raihan ini tentu menjadi pemantik bagi industri fesyen tanah air untuk menciptakan ekosistem fesyen yang lebih baik lagi ke depannya,” kata Menparekraf Sandiaga dalam The Weekly Brief with Sandi Uno yang dilangsungkan secara hybrid, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, pada 22/1/2024.

Raihan yang merupakan model kelahiran Bandung ini tampil di runway dua label international, yakni Louis Vuitton pada 16 Januari 2024 dan Solid Homme pada 17 Januari 2024, Paris Fashion Week 2024 sendiri telag digelar pada 16 – 21 Januari 2024, di Paris.

Sandiaga berharap industri fesyen tanah air semakin berkembang dan maju menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Dan tentunya industri fesyen  Indonesia diharapkan memiliki daya saing yang kuat, sehingga mampu bersaing dengan brand internasional.

Hal ini juga berlaku untuk fesyen Muslim Indonesia. Dimana Presiden Jokowi menginginkan Indonesia menjadi pusat fesyen Muslim dunia. “Untuk itu, kita harus lebih mengoptimalisasikan subsektor fesyen ini dengan pelatihan, pemasaran, dan permodalan. Karena ini pesan dari Presiden Jokowi yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia,” kata Sandiaga seraya menambahkan, saat ini subsektor fesyen masih menjadi andalan ekspor ekonomi kreatif Indonesia dengan nilai kontribusi sebesar 61,5 persen.[] Yuniman Taqwa/Siti Ruslina