Apa Yang Harus Diperhatikan dalam Membeli Apartemen?
Beberapa tahun terakhir penjualan apartemen terus tergerus! Namun demikian, daerah penyangga Jakarta, sejak 5 tahun terakhir ini di segmen milenial justru mengalami peningkatan seiring dengan kesadaran berinvestasi. Apa yang harus diperhatikan sebelum membeli apartemen?
Sejak tahun 2018 tren penjualan apartemen terus tergerus. Kondisi ini berlanjut sampai 2021. Berdasarkan data permintaan apartemen pada tahun 2018 masih diangka 6000-an unit, angka ini anjlok menjadi 2000-an unit per tahun 2020. Bahkan diprediksi hingga akhir tahun 2021 permintaan apartemen kian jeblok di bawah 1000 unit.
Fenomena penjualan apartemen milik (strata title), di Jakarta, misalnya, masih seret. Menurut catatan Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers International, periode Januari-September 2021, penjualan apartemen di bawah 1000 unit.
Ferry mengatakan, dampak pandemi Covid-19 dan mobilitas yang terbatas menyebabkan transaksi terkoreksi. Harapan konsumen berinvestasi di apartemen menurun karena hampir tidak ada kenaikan harga dibandingkan tahun sebelumnya sehingga imbal hasil turun. Harga jual apartemen milik di Jakarta saat ini rata-rata Rp 35 juta per meter persegi (m2).
Namun demikian, menurutnya sektor perumahan tapak di tengah pandemi tetap masih dicari, terutama yang memberikan insentif diskon PPN, untuk segmen ini ikut membantu dongrak penjualan.
Sementara tren investasi properti di kalangan milenial dalam 5 tahun terakhir, kata Ferry, memang terjadi peningkatan, seiring dengan naiknya kesadaran akan berinvestasi secara general. Yang menarik adalah banyak properti yang sekarang diberi embel-embel khusus untuk milenial, seperti rumah / apartemen berdesain khusus untuk milenial, cicilan yang semakin panjang sehingga terasa lebih ringan.
Ia menambahkan, masih cukup luas peluangnya, apalagi masih banyak apartemen-apartemen yang masih dipasarkan dan dibangun. “Namun, pasar untuk kaum milenial sedikit terbatas, karena kaum milenial memiliki budget yang terbatas dibandingkan generasi sebelumnya. Sehingga mereka cenderung mencari apartemen dengan harga yang murah (di bawah 1 milyar) dan dengan cicilan yang ringan dan panjang,” kata Ferry serius kepada pelakubisnis.com.
Dan daerah-daerah yang digandrungi milenial untuk memiliki apartemen masih terkonsentrasi di kota besar serta pinggirannya yang masih terjangkau harganya untuk mereka.
Lebih lanjut ditambahkan, lokasi termasuk menjadi pertimbangan penting. Pembeli cenderung mencari apartemen di lokasi yang masih lebih murah. Itu sebabnya konsumen pindah ke pinggiran daripada di tengah Jakarta. Selain itu juga harus dekat dengan kantor/kampus/ transportasi umum agar lebih mudah dijangkau dan/atau disewakan.
Namun demikian, tren pemilihan lokasi bisa berubah, karena harga tanah di tengah Jakarta semakin mahal yang membuat harga apartemen ikut semakin mahal. Selain itu, wilayah pinggiran juga semakin berkembang sehingga semakin menarik untuk calon investor.
Berdasarkan pantauan pelakubisnis.com, saat ini apartemen yang berlokasi di wilayah pinggiran kota jadi pilihan. Di wilayah pinggiran Jakarta ada PIK2 misalnya. Apartemen di bawah bendera Agung Sedayu Group dalam waktu begitu singkat ‘occupancy rate’ lumayan tinggi. Di wilayah Bekasi, Depok dan Bogor juga demikian. Di Tangerang ada Serpong Garden Apartment untuk kelas menengah. Di lokasi ini bahkan dekat sekali dengan Stasiun Cisauk Tangerang.
Tentang potensi penjualan apartemen di segmen milenial tahun depan dan indikator apa yang membuat para developer tetap optimis? Menurut Ferry, tetap masih ada potensi. Terbukti dengan keadaan pandemi yang membuat kaum milenial semakin sadar untuk berinvestasi, sehingga masih ada kans untuk produk properti dijadikan salah satu opsi untuk berinvestasi. Tentunya tetap memberikan program dan harga yang menarik dan terjangkau bagi kaum milenial.
Ia menambahkan, faktor atau alasan yang membuat milenial memilih apartemen adalah karena harga beli yang lebih murah daripada rumah tapak, lokasi lebih dekat dengan tempat-tempat strategis (seperti kantor, mall, kendaraan umum), privasi dan keamanan lebih terjaga (masuk pakai access card, ada penjagaan 24 jam, dan lain-lain). Hunian yang lebih simple (ukuran tidak terlalu besar, jadi gampang perawatannya).
Menurutnya, wilayah Serpong masih prospestif sebagai wilayah untuk investasi apartemen. Masih banyak potensi, karena harga jual apartemen yang lebih murah daripada di Jakarta. Potensi sewanya juga ada, karena banyak apartemen yang berada di area TOD, dekat kampus, perkantoran, mall, dan lain lain.
Namun ada beberapa poin yang harus dicermati sebelum memutuskan memilih apartemen atau investasi apartemen dengan budget dan cara bayar yang sesuai. Beberapa poin itu adalah:
- Lokasi, apakah dekat dengan tempat-tempat strategis, dekat dengan perkantoran, transportasi umum, dan lain lain.
- Fasilitas dalam apartemen
- Jika ingin disewakan, cek potensi sewa terlebih dahulu, tentukan target pasarnya. Tiap tipe unit biasanya memiliki target pasar sendiri-sendiri.
- Biaya-biaya bulanan (service charge, utilitas, parkir, dan lain lain).
- Reputasi pengembang proyek
- Lingkungan sekitar apartemen
[] Siti Ruslina/Foto: pelakubisnis.com

