Ekonomi Kreatif Sumbang Rp 1300 Triliun Terhadap PDB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengharapkan ekonomi kreatif melampaui angka Rp1300 triliun terhadap Produk Domesti Bruto (PDB) dan lebih dari 22 juta lapangan kerja yang telah diciptakan. Sektor ini menjadi salah satu penyumbang terbesar PDB yang mencapai 7,8 persen.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah menerbitkan Buku Lunak “Projecting Indonesia’s Creative Economy Potential on the Global Stage” yang memuat informasi tentang subsektor ekonomi kreatif di Indonesia yang tumbuh sangat pesat dengan mengandalkan teknologi digital, antara lain aplikasi, gaming, animasi dan desain.akkan ekonomi
Buku lunak tersebut juga menampilkan profil berbagai pelaku ekonomi kreatif yang inspiratif, di antaranya Voice of Baceprot, grup band indie asal pelosok Garut yang berhasil menembus pasar musik Eropa, dan Torajamelo, yang fokus menciptakan fesyen tenun bernilai tinggi melalui pemberdayaan komunitas.
Ekonomi kreatif tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir, meskipun diterpa dampak pandemi Covid-19 dan pelambatan ekonomi global. Pada tataran global, ekonomi kreatif menjadi sektor dengan pertumbuhan tercepat di dunia, yang berkontribusi sekitar 3% dari PDB global dan mempekerjakan sekitar 30 juta orang di seluruh dunia. Sementara di Indonesia, Ekonomi Kreatif memberikan kontribusi sekitar USD 82 miliar dari total produk domestik bruto (PDB) nasional dan sekitar USD 23,9 miliar dari total ekspor nasional.
Pada tahun 2022, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia telah menyelenggarakan “The 3rd World Conference on Creative Economy (WCCE)” yang dihadiri sekitar 1000 peserta dari berbagai negara dan berhasil mengadopsi Bali Creative Economy Roadmap. Hal tersebut didukung dengan diplomasi yang handal untuk mewujudkan kerja sama pembangunan kapasitas bagi pelaku ekonomi kreatif, antara lain dengan World Intellectual Property Organization (WIPO) dalam penguatan merek dan desain ekonomi kreatif, sebagaimana dikutip dari kemlu.go.id
Sektor ekonomi kreatif berhasil menyumbangkan Rp1300 triliun kepada PDB Indonesia. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan, mudah-mudahan ini melampaui angka Rp1300 triliun dan lebih dari 22 juta lapangan kerja yang telah diciptakan. Padahal tahun 2022 kontribusinya terhadap PDB nasional baru mencapai Rp1280 triliun dengan kontribusi tenaga kerja sektor ekonomi kreatif pada nasional pun pada 2022 mencapai 17,7 persen.
Ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB). Hitungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), ekonomi kreatif menyumbang PDB sebesar 7,8%.
Menurut Sandiaga, Indonesia menempati posisi ketiga sebagai negara dengan ekonomi kreatif terbaik di dunia setelah Korea Selatan pada posisi pertama dan Amerika Serikat di puncak peringkat. “Adapun terdapat tiga subsektor menonjol yang dimiliki Indonesia yakni subsektor kuliner, kriya dan fesyen,” kata Sandiaga pada acara selebrasi Hari Ekonomi Kreatif Nasiona (Hekrafnas) 2023 di Jakarta, pada 24 Oktober tahun lalu.
Masing-masing subsektor, kata Sandiaga, kuliner menyumbangkan kontribusi pada PDB sebesar 43 persen, fesyen 17 persen, dan dari kriya 15 persen. Jadi total sudah mencapai hampir 75 persen. Dan 25 persen ini adalah 14 subsektor lainnya yang bertumbuh di atas rata-rata yang membawa Indonesia secara persentase nomor tiga terbesar di dunia.
Di samping itu, industri musik dan film dalam negeri pun berpeluang menjadi salah satu sektor yang dapat berkembang pesat. Khususnya selama beberapa tahun ke depan. “Kita bisa melewati Korea dengan ekonomi kreatif. Ada tiga subsektor utama yaitu kuliner, kriya dan fesyen. Tapi kita harapkan juga musik dan film,” ujarnya.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikelola Kemenparekraf/Baparekraf, disebutkan pertumbuhan ekonomi kreatif pada tahun 2019 sebesar 3,9 persen, kemudian pada tahun 2020 menurun karena Covid-19, yaitu -0,5 persen. Kemudian naik kembali menjadi 2,9 persen pada tahun 2021, lalu pada tahun 2022 naik menjadi 9,49 persen.
Persentase tersebut lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan tenaga kerja nasional, yaitu pada tahun 2019 dengan persentase 2,0 persen, lalu tahun 2020 menurun yakni -0,2 persen karena dampak Covid-19. Dan pada tahun 2021 meningkat dengan persentase 2,0 persen, lalu pada tahun 2022 naik dengan persentase 3,2 persen.
“Program penciptaan dan perluasan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif dapat dikatakan berhasil. Hal ini dilihat dari terus bertumbuh di tahun 2022. Ketika pertumbuhan tenaga kerja nasional hanya 3,2 persen, pertumbuhan tenaga kerja ekonomi kreatif 9,49 persen, masih di atas 5 persen,” kata kata Sandiaga dalam keterangannya, di Jakarta, pada 13/10 lalu.

Sehingga sektor ekonomi kreatif berpotensi untuk menjadi roda penggerak bagi penyerapan tenaga kerja maupun lapangan usaha baru dengan membuka peluang besar bagi siapa pun yang terjun di dalamnya.
Laporan menunjukkan sektor ini lebih bisa merekrut tenaga kerja pendidikan SMA ke bawah. Tercatat, 54,0 persen tenaga kerja ekonomi kerja kreatif lulusan SLTA, lalu 38,8 persen lulusan SMA, dan 7,2 persen lulusan diploma ke atas.
Sementara jika ditinjau berdasarkan jenis kelamin, sektor ini juga lebih banyak mempekerjakan perempuan, yakni senyaka 58 persen dan 42 persen di antaranya laki-laki. “Kaum perempuan memegang peran strategis dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia,” kata Menparekraf, dalam rilis yang disampaikan pada 13/10/2023.
Menparekraf menjelaskan 94,4 persen tenaga kerja ekonomi kreatif ini tersebar di tiga subsektor, yakni kuliner, kriya, dan fesyen, yang di mana subsektor ini pun mengalami pemulihan tercepat di tahun 2021.
Menurut Sandiaga, ekonomi kreatif Indonesia memiliki potensi yang besar untuk terus dikembangkan. Untuk itu, pemerintah mendorong pelaku ekonomi kreatif khususnya usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk dapat terus melakukan inovasi, adaptasi dalam menghasilkan produk dan juga pemasaran salah satunya dengan digitalisasi, sebagaimana dikutip dari kontan.co.id, pada 16/10/2022.
Ia mengatakan, pemerintah juga akan all out melakukan pendampingan dan pelatihan bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Diantaranya para pelaku parekraf khususnya UMKM dapat memanfaatkan program fasilitasi hak kekayaan intelektual (HKI) Kemenparekraf.
Sektor ekonomi kreatif yang menyatu dengan pariwisata sudah dipastikan akan menyokong langkah Indonesia maju pada beberapa tahun mendatang. Sandiaga yang kini sudah di penghujung kepemimpinan secara tersirat menyerahkan tongkat estafet pada penerusnya, sebagaimana dikutip dari detik.com, pada 25/10/2023.
“Ini kita sambut dengan selebrasi menuju Indonesia emas dan ekonomi kreatiflah menjadi masa depan ekonomi yang cerah. Dan ekonomi kreatif akan membawa pertumbuhan yang berkualitas menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja,” kata dia, seraya menambahkan ia titipkan hari ekonomi kreatif nasional di akhir pemerintahan periode kedua pak Jokowi ini kepada seluruh pelaku ekonomi kreatif yang diwakilkan oleh tiga legenda kita eyang Titiek Puspa, Sak Putu Wijaya, dan Pak Darwis Triyadi.
Tak pelak lagi, ekonomi kreatif bisa menekan angka pengangguran di Indonesia dengan menciptakan 24 juta lapangan pekerjaan pada sektor tersebut. Capaian positif lainnya dari sektor ini yakni, turut mendongkrak perekonomian dalam negeri.[] Yuniman Taqwa
