Sektor Pariwisata Kabupaten Sleman Sumbang 30-an Persen PAD
Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata sampai akhir Desember 2023 mencapai Rp 319,34 miliar atau 95,94 persen. Desa Wisata menjadi salah satu daya tarik berwisata di sana
Pernah menonton film ‘Bumi Manusia’? ternyata Desa Gamplong menjadi lokasi syuting film tersebut, tepatnya di Studio Alam Gamplong. Tidak hanya itu, desa wisata ini telah beberapa kali digunakan untuk syuting film.

Semua spot yang berada di Studio Alam Gamplong tidak selalu sama. Spot tersebut dapat berubah apabila terdapat request, seperti untuk kebutuhan syuting. Bangunan-bangunan tua yang berada di sana merupakan bangunan bekas lokasi syuting. Tampilannya mampu memanjakan mata dan menarik perhatian pengunjung untuk berfoto di sana.
Sektor pariwisata menyumbang 30-an persen Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sleman. Sektor pariwisata memberikan kontributor terbesar dalam pembangunan dan peningkatan perekonomian Kabupaten Sleman. Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mencatat bahwa pendapatan tersebut berasal dari pajak usaha pariwisata yang meliputi pajak hotel, restoran, serta hiburan.
“Target PAD sektor pariwisata di Sleman pada tahun 2023 adalah sebesar Rp 332,84 miliar. Dan realisasi PAD sektor pariwisata adalah sebesar Rp 319,34 miliar, setara dengan 95,94 persen,” kata Kus Endarto, Kepala Bidang Pemasaran Dispar Sleman kepada wartawan di Sleman, pada 22/12 tahun lalu. Bila dibandingkan dengan total PAD yang terkumpul, maka total kontribusi PAD sektor pariwisata adalah setara dengan 30,92 persen, sebagaimana dikutip dari koranbernas.id, pada 22/12/2023.
Jadi dari sektor pariwisata itu menyumbang pendapatan asli daerah Sleman itu nomor dua setelah pajak bumi dan bangunan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid, dalam keterangan tertulisnya, 25/3.
Meski sempat terpuruk saat pandemi, pariwisata Sleman sudah mulai bangkit sejak awal tahun 2022 dan semakin menggeliat pada 2023. Kemajuan ini didorong dengan kolaborasi antara Pemkab Sleman, pelaku pariwisata, serta stakeholder, yang kemudian jadi kunci memajukan konsep pariwisata yang berbasis masyarakat (community-based tourism), sebagaana dikutip dari detik.com, pada 25/3 lalu.
Sementara potensi desa wisata sebagai community-based tourism pun terus dikembangkan. Nantinya, wisatawan bisa mencoba aktivitas masyarakat desa, seperti bercocok tanam, gotong-royong, hingga mengikuti kegiatan atau tradisi masyarakat setempat.
“Sementara ini yang tercatat di kami itu ada sekitar 80 desa wisata, dengan kategori desa wisata mandiri itu ada 12. Kemudian yang maju itu ada sekitar 17, lebihnya rintisan dan perkembangan. Nah yang maju dan mandiri inilah yang kemudian bisa menggerakkan perekonomian warganya,” tutur Ishadi.
Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengembangkan perekonomian di wilayah itu melalui kolaborasi sektor wisata dan budaya serta potensi usaha mikro, kecil dan menengah. “Kami juga melakukan kolaborasi sektor pariwisata dengan potensi lokal wilayah seperti pertanian, perkebunan, geo heritage serta teknologi digital,” kata Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat menerima kunjungan rombongan Komisi X DPR di Sleman, Selasa.

:Menurut dia, pada 2023 total pergerakan wisatawan di Kabupaten Sleman sebanyak delapan juta orang, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.”Rata-rata wisatawan lokal berbelanja tidak kurang dari Rp1,37 juta selama kunjungannya. Sedangkan untuk mancanegara membelanjakan tidak kurang dari 330 dolar AS selama berada di Kabupaten Sleman,” katanya, katanya sebagaimana dikutip dari antaranews.com, pada 27/2 lalu.
Ia mengatakan, hal ini karena Kabupaten Sleman memiliki keunikan tersendiri yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. “Seperti adanya lebih dari 80 desa wisata di Kabupaten Sleman dengan karakter dan keunggulannya masing-masing,” katanya.
Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengapresiasi pencapaian Kabupaten Sleman pada sektor pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, pendidikan bahkan olahraga. Ia berharap prestasi dan hal-hal positif yang berhasil digagas oleh Kabupaten Sleman dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
Januari lalu, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meluncurkan “Calendar of Event 2024” (CoE2024) yang merupakan rencana kegiatan pariwisata sepanjang tahun 2024 untuk menarik kunjungan wisatawan ke Sleman. Peluncuran CoE2024 dilakukan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bersama Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dengan pemukulan gong, di Sleman.
Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa CoE2024 merupakan sarana yang penting untuk mensosialisasikan kegiatan budaya dan pariwisata yang akan dilaksanakan selama setahun berjalan.
Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa CoE2024 merupakan sarana yang penting untuk mensosialisasikan kegiatan budaya dan pariwisata yang akan dilaksanakan selama setahun berjalan. “Oleh karena itu peluncuran CoE2024 ini harus dibarengi dengan konsekuensi yang ditanggung oleh penyelenggara kegiatan, kualitas penyelenggaraan akan menunjukkan kredibilitas pemerintah dan penyelenggara di mata wisatawan. Penyelenggaraan kegiatan harus dipersiapkan secara profesional,” katanya, sebgaimana dikutip dari antaranews.com, pada 24/1 lalu.
Kustini Sri Purnomo mengatakan informasi tentang penyelenggaraan berbagai event di Sleman memberikan kemudahan bagi pelaku wisata dan pengunjung dan meningkatkan angka kunjungan wisata di Kabupaten Sleman. Peluncuran Calendar of Event ini juga harus dibarengi dengan konsekuensi yang ditanggung oleh seluruh penyelengara event dalam kalender ini.
“Penyelenggaraan event nantinya membawa kredibilitas pemerintah dan penyelenggara di mata wisatawan. Oleh karena itu penyelenggaraan event harus dipersiapkan secara professional. Kesuksesan acara yang terdaftar dalam Calendar of Event 2024 ini akan sangat berpengaruh bagi acara-acara yang lain,” kata Bupati Sleman.
Kunci utama bagi pariwisata adalah kreatifitas dan ketepatan moment. Oleh karena itu para pelaku usaha di bidang pariwisata harus mampu menangkap setiap kesempatan secara kreatif. Menarik tidak harus mahal, yang sederhana di mata kita bisa jadi barang mewah bagi pengunjung.[]Yuniman Taqwa/foto: ilustrasi utam/ pinterest.com
