BP Batam: Target Investasi Tiap Tahun Rp 115 Trilium, Dukung Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) akan memprioritaskan pengembangan Kawasan Strategis dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi Batam sepanjang tahun 2025. Perencanaan ini  selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan ekonomi Indonesia bisa tumbuh hingga 8 persen.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan, kegiatan infrastruktur prioritas meliputi pengembangan prasarana pendukung konektivitas darat, prasarana bidang perumahan dan pemukiman serta sarana pengembangan kawasan industri guna mendukung Prioritas Nasional 3 yang menitikberatkan kepada akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Muhammad Rudi: menjadikan Batam sebagai salotah satu destinasi unggulan investasi di Indonesia/foto: BP Batam

“BP Batam bertugas untuk menjadikan Batam sebagai salah satu destinasi unggulan investasi di Indonesia. Melalui sejumlah perencanaan yang ada, saya optimis ekonomi Batam akan kembali tumbuh lebih dari 7,04 persen,” ujar Rudi, pada 10/12/2024.

Hal ini dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen pada lima tahun mendatang (2025-2030). Target investasi rata-rata per tahun di Batam mesti sebesar Rp 115 triliun. “Kami mengharapkan dukungan dari seluruh komponen daerah agar target ekonomi ini bisa tercapai. Tentunya kita semua harus saling berkolaborasi dalam menyukseskan rencana kerja pemerintah selama lima tahun mendatang,” tambahnya.

BP Batam memperkirakan realisasi investasi di Batam hingga akhir 2024 dapat mencapai Rp43,36 triliun. Dari total tersebut, investasi masih didominasi oleh penanaman modal asing (PMA).

Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam Fesly Abadi Paranoan menyampaikan, realisasi investasi di Batam pada periode Januari-September 2024 telah mencapai Rp32,26 triliun. Secara terperinci, PMA yang masuk sebesar Rp26,27 triliun dan dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp5,99 triliun.

“Diproyeksikan di 2024 realisasi investasinya mencapai Rp43,36 triliun. Jadi memang Batam daerah tujuan untuk investasi PMA,” kata Fesly dalam media gathering: Batam Kota Baru Menuju Indonesia Emas 2045 di Jakarta Selatan, pada 18/12/2024, sebagaimana dikutip dari bisnis.com, pada 18/12..

Fesly mengungkapkan, Batam memiliki target investasi khusus yang harus diperoleh yakni Rp115 triliun per tahun. Menurutnya, target tersebut dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto sebesar 8%. “Artinya dengan realisasi Rp115 triliun ini target pertumbuhan ekonomi yang akan dicapai itu 8%,” ujarnya.

Untuk mewujudkan pertumbuhan tersebut, BP Batam telah menyiapkan kawasan-kawasan strategis untuk menarik lebih banyak investasi. Setidaknya, ada 17 kawasan strategis diantaranya Rempang Eco City, Kawasan Maritim Pulau Galang, dan Kawasan Pariwisata Pesisir Nongsa. 

Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto mengatakan pagu anggaran BP Batam di 2025 sebesar Rp1,9 triliun. Jika dibandingkan dengan pagu anggaran 2024 yang sebesar Rp2,66 triliun, maka terjadi penurunan sekitar 27%. “Hal tersebut terjadi karena pengurangan anggaran dari pinjaman luar negeri yang semula dialokasikan untuk 2025, namun ditarik ke 2024 guna percepatan penyelesaian pekerjaan,” kata Purwiyanto, pada 3/9,  di Batam, sebagaimana dikutip dari bisnis.com, pada 3/9 lalu.

Saat ini, BP Batam tengah mengembangankan beberapa sektor dalam mendukung iklim investasi dan industri unggulan yang ada. Antara lain dengan melakukan pengembangan terhadap Bandara Internasional Hang Nadim (Terminal Kargo), pengembangan Pelabuhan Batu Ampar serta pembangunan infrastruktur jalan koridor utama dengan tujuan menjadikan Batam sebagai Hub Logistik Internasional.

Maket Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park, Batam/foto: ist

Tidak hanya itu, BP Batam juga berupaya untuk memaksimalkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP) dan industri kedirgantaraan (KEK MRO).“Ada juga KEK Kesehatan yang fokus pada sektor pariwisata kesehatan terintegrasi. Sehingga, langkah-langkah ini dapat memberikan nilai tambah terhadap Batam ke depan sehingga investasi pun bisa terus tumbuh,” ujar Rudi.

Rudi menambahkan, keberadaan proyek strategis di berbagai sektor akan memberikan multiplier effect terhadap pengembangan wilayah Batam sebagai kota baru yang modern.“Investasi menjadi kunci meningkatnya pertumbuhan ekonomi Batam. Oleh sebab itu, infrastruktur pendukung investasinya harus kita siapkan melalui proyek-proyek strategis BP Batam yang saat ini sedang berjalan,” ujar Rudi pada 24/11.

Rudi menegaskan bahwa seluruh pengerjaan proyek strategis seperti pembangunan Gedung VVIP Bandara Internasional Hang Nadim Batam, pembangunan bundaran punggur, dan pembangunan Fly Over Sei Ladi berjalan tanpa ada kendala berarti.

Ia berharap, seluruh proyek ini pun mampu memenuhi kebutuhan para investor dan mendongkrak nilai investasi yang ada. Sehingga, Batam pun tumbuh sebagai salah satu destinasi unggulan investasi di Indonesia.

“Sebagaimana instruksi Presiden Prabowo, kita perlu iklim investasi yang baik. Selain infrastruktur, saya juga akan mengoptimalkan kualitas pelayanan dan perizinan berusaha. Tujuannya tidak lain agar perekonomian masyarakat menjadi lebih baik,” tambahnya.

Batam sebagai Katalis Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Kepulauan Riau Kemajuan infrastruktur yang sangat pesat berhasil menjadikan Batam sebagai katalis pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri. Di bawah kepemimpinan Muhammad Rudi sebagai Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Batam sukses menyumbangkan hampir 80 persen realisasi investasi di Kepulauan Riau sepanjang tahun 2023.

Sebagai informasi, pulau Batam secara geografis memiliki letak yang sangat strategis, berada di jalur lalu lintas perdagangan internasional Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan internasional tersibuk kedua setelah Selat Dover di Inggris. 

Posisinya juga sangat strategis hanya 20 km atau 12,5 mil laut dari Singapura, dengan jarak tempuh hanya 45 menit melalui jalur laut, dengan aksesibilitas yang mudah ke negara lainnya di belahan dunia.

Pulau Batam sendiri merupakan salah satu pulau terbesar dari rangkaian 329 rangkaian pulau di sekitarnya di Kepulauan Riau, yakni memiliki luas 415 km2 atau 67% luas dari Singapura. Dengan cita-cita untuk mengubah Batam yang kecil menjadi lokomotif pembangunan nasional dan pusat pembangunan kawasan industri yang berteknologi, maka Presiden ke-3 Republik Indonesia, yang juga Ketua Otorita Batam ke-3, BJ Habibie, membuat konsep Barelang (Batam Rempang Galang) yang dihubungkan dengan 6 jembatan Barelang agar luasnya menjadi 715 km2 atau 13% lebih besar dari Singapura, sehingga diharapkan Batam berdikari dan dapat bersaing dengan Singapura.[] Yuniman Taqwa