JMFW 2025 Catat Transaksi Potensial USD 20,4 juta, Lampaui Target
Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2025 resmi ditutup pada 12/10. Pameran dan peragaan busana modest fashion bertaraf internasional ini berhasil mencetak transaksi potensial USD 20,4 juta. Nilai tersebut melampaui target transaksi yang ditetapkan, yaitu USD 3 juta.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Mardyana Listyowati dalam penutupan JMFW 2025 mengatakan, keberhasilan mencetak transaksi potensial sebesar USD 20,4 juta. Nilai tersebut dicapai dari penjajakan kesepakatan bisnis (business matching) yang merupakan bagian dari rangkaian JMFW 2025. “Kami bersyukur, nilainya melebihi target yang ditetapkan sebelumnya sebesar USD 3 juta. Hal ini merupakan bukti industri modest fashion Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang,” ujar Mardyana.

JMFW 2025 dilaksanakan bersamaan dengan TEI ke-39 pada 9 – 12 Oktober 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD) City, Tangerang, Banten. Ajang tersebut mengusung tema “Mark Ink” yang bertujuan menandai Indonesia dalam mengukuhkan diri sebagai salah satu negara berpengaruh dalam industri modest fashion dunia.
Sementara Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Moga Simatupang menegaskan, kontribusi industri fesyen menyumbang lebih dari 18 persen dari total industri kreatif Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB). Kontribusi sebesar ini sangat menggembirakan. Dengan perkembangan teknologi digital, industri modest fashion diharapkan semakin meningkat dan berkembang.
“Pada 2022, industri fesyen menyumbang sekitar 18 persen dari total kontribusi industri ekonomi kreatif terhadap produk domestik bruto (PDB). Nilainya mencapai Rp220 triliun. Industri ini juga menciptakan lapangan kerja bagi jutaan masyarakat Indonesia, mulai dari sektor produksi, distribusi, hingga pemasaran,”ujar Moga saat hadir di Parade ke-8 Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2025 di Hall 10 Indonesia Convention Exhibition (ICE).
Moga optimistis industri modest fashion akan semakin berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan devisa negara, dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Gelaran JMFW 2025 menandai momentum penting bagi perkembangan industri modest fashion Indonesia yang terus memberikan kontribusi terhadap perdagangan dalam negeri dan ekonomi nasional.
Moga memberi perhatian penuh pada kemajuan dunia digital dan media sosial. “Perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi industri fesyen tanah air. Para pelaku usaha di industri ini bisa memasarkan produknya melalui e-commerce,”ujar Moga.
Menurut Moga, industri fesyen di Indonesia tidak hanya berkembang dari segi volume, tetapi juga dalam hal inovasi. Tren yang berkembang saat ini menunjukkan adanya pergeseran ke arah produk-produk yang tidak hanya mengedepankan dari segi desain, tetapi juga produk yang mengutamakan keberlanjutan dan etika produksi. Selain itu, perkembangan teknologi digital seperti e-commerce dan media sosial telah membuka peluang baru bagi pelaku usaha modest fashion untuk memperluas pasar.
“Teknologi digital telah membuka pintu kesempatan baru bagi para desainer dan pelaku usaha modest fashion. Mereka kini dapat menjangkau konsumen dari berbagai penjuru dunia dengan lebih mudah dan efisien melalui platform digital. Hal ini juga mendukung transformasi bisnis yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perubahan gaya hidup konsumen global,”ungkap Moga.
Moga menyampaikan Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia memiliki keunggulan dalam mengembangkan industri modest fashion. Hal ini terbukti dari kontribusi signifikan dari industri modest fashion yang menjadi salah satu penggerak utama di perekonomian nasional.
Pada kesempatan tersebut, Moga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya JMFW 2025. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung perkembangan industri ini.
“Mari kita bersama-sama membangun masa depan industri modest fashion yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan demi kesejahteraan bangsa. JMFW 2025 adalah bukti, dengan semangat dan kolaborasi, kita dapat mewujudkan Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia,”pungkas Moga.
Mardyana mengungkapkan, JMFW 2025 menghadirkan 239 jenama kebanggaan tanah air dengan menampilkan lebih dari 1.000 koleksi fesyen. Selain itu, keberagaman desain yang memadukan kearifan lokal dengan tren global menjadi salah satu daya tarik kuat dari JMFW 2025 ini.
Mardyana pun mengapresiasi kesuksesan JMFW 2025 ini. “JMFW 2025 telah berjalan dengan baik. Kami bangga atas terlaksananya berbagai rangkaian kegiatan JMFW 2025 yang meliputi peragaan busana, pameran dagang, penjajakan kesepakatan bisnis (business matching), gelar wicara, dan kompetisi desain tekstil. Kementerian Perdagangan terus mendorong kemajuan industri modest fashiondi Indonesia,” imbuh Mardyana.
Lebih lanjut ditambahkan, penyelenggaraan JMFW 2025 selama empat hari ini sukses mendatangkan sekitar puluhan ribu pengunjung yang terdiri dari pelaku industri, masyarakat, hingga buyer dari berbagai negara. Selain itu, sebanyak 56 negara berpartisipasi dalam penjajakan kesepakatan bisnis, seperti Jepang, Paris, Belanda dan lain sebagainya. Hal ini menunjukkan eksistensi industri modest fashion Indonesia yang semakin kokoh.

Penutupan JMFW 2025 dipersembahkan Bank Indonesia (BI) sebagaimana semangat JMFW dalam penguatan ekosistem dengan pemangku kepentingan terkait. JMFW merupakan jembatan menuju penyelenggaraan Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) yang akan dilaksanakan pada 30 Oktober – 3 November 2024 mendatang di Jakarta Convention Center.
Pada kesempatan tersebut, Mardyana menyaksikan penandatanganan pernyataan bersama (joint statement) antara L’adresse Paris Agency dengan Islamic Fashion Institute (IFI) dan delapan jenama dalam negeri. Adapun kedelapan jenama tersebut yaitu Shiroshima Indonesia, Jenna and Kaia, Artkea, Party, Khasoe, Adia Lavani, Varyan, dan Christin Wu. Penandatangan pernyataan bersama ini merupakan fasilitasi dari Atase Perdagangan Paris.
Mardyana juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kamar Dagang dan Industri Singapura (Singapore Malay Chamber of Commerce and Industry) dengan PT Kreasi Kriya Indonesia. Hal ini diharapkan dapat membuat industri modest fashion Indonesia semakin dikenal secara global.
Penutupan JMFW 2025 menampilkan jenama kebanggan Indonesia yang meliputi Irmasari Joedawinata X Rumah Kreatif Sekomandi dari Kantor Perwakilan (KPw)BI Sulawesi Barat, Qolbi dari KPw BI Jambi, dan Fenny Saptalia dari KPw dari BI DKI Jakarta. Berikutnya BI Present Dedensiswanto for Satoekultur, Gorgeous Indonesia dari KPw BI Jawa Barat, dan Ronald Moreno dari KPw BI Kepulauan Riau.
Selain itu, JMFW 2025 terlaksana berkat kolaborasi antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Bank Indonesia. Di sisi lain, Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia, Indonesian Fashion Chamber (IFC), Islamic Fashion Institut (IFI), serta Institut Kesenian Jakarta (IKJ) turut mendukung berjalannya JMFW 2025.[] Yuniman Taqwa/Siti Ruslina
