Yayasan Astra Bersama Petani Lebak Banten Sigawawak Farm, Hasilkan Serai Wangi Berkualitas Premium
Kebutuhan minyak atsiri sereh (serai wangi) di Indonesia terus meningkat. Sigawawak Farm menjadi salah satu komunitas petani yang mampu menghasilkan minyak atsiri serai wangi yang memilik kandungan citronella oil di atas rata-rata pasar minyak atsiri serai. Bagaimana Sigawawak Farm mampu hasilkan minyak atsiri yang berkualitas premium? Berapa besar nilai pasar minyak atsiri serai wangi saat ini?
Ada yang menarik perhatian pengunjung Pavilion Yayasan Astra di event Inacraft Februari 2025. Tak hanya menghadirkan pegiat kriya, Yayasan Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) juga membawa UMKM produsen minyak atsiri Sigawawak. UMKM binaan YDBA yang dikelola Kasman dan Lili Suryana ini adalah UMKM produk olahan serai wangi yang diproduksi petani Lebak, Banten dari lahan tidur. Meski terbilang baru tapi sudah mampu menembus pasar industri di tanah air dan mulai melakukan pengembangan usaha ke produk hilir seperti karbol dan produk herbal minyak atsiri serai.

Dijelaskan Dani Kurnia, Koordinator Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) YDBA Lebak Banten, di tahun 2025 ini sudah ada 16 UMKM binaan Yayasan Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), yang tergabung dalam Komunitas Sigawawak Farm dengan brand Sajra dengan produk utama Minyak Atsiri Serai Wangi Murni dan produk turunan lainnya. “Sejak November 2022, YDBA melihat ada potensi UMKM di sana untuk dikembangkan. Setelah melihat ada komitmen dari para petani tersebut, baru YDBA menjalankan kick off,” kata Dani kepada pelakubisnis.com.
Ia menambahkan, dari 16 UMKM yang dibina, baru mengelola lahan seluas 8 hektar yang berada di 2 lokasi yakni Desa Sajira, Kecamatan Sajira dan Desa Jagaraksa, Kecamatan Muncang, Lebak, Banten. ”Karena petani yang terlibat lebih dominan berada di Sajira, maka kami putuskan menggunakan brand Sajra (mewakili nama Desa Sajira-red),”jelas Dani.
Meski baru berusia 3 tahun sejak 2023, komunitas petani sereh di Lebak Banten ini sudah dibekali ilmu melalui sejumlah pelatihan. Persisnya ada 20 program. Mulai dari basic mentality, teknik budidaya, manajemen mulai dari manajemen usaha, manajemen pemasaran, manajemen keuangan dan lain-lain. Assessmentnya ada 3 pilar yakni, produksi, keuangan dan pemasaran. “Basic mentality menjelaskan mentalitas dasar tentang bisnis itu seperti apa, manajemen seperti apa, lebih ke arah sana,”ujar Dani.
Para petani yang sebelumnya petani karet ini dibekali ilmu lewat pelatihan dan pendampingan. Dalam hal ini Yayasan Astra memuat grand design selama 3 tahun berupa penandatanganan kerja sama dengan CV DAB Subur selaku offtaker yang mengantarkan hasil produksi petani ke pasar, dalam hal ini masuk ke PT Indesso Aroma yang selama ini geliatnya cukup dikenal sebagai produsen turunan minyak cengkeh, termasuk minyak atsiri.
“Sampai saat ini kita masih jalan pembinaan, secara teknis tidak bisa langsung. Mulai olahan lahan, perawatan, panen dan pasca panen (penyulingan). Rata-rata pengiriman 30 kg, sebulan bisa dua kali,”terang Dani seraya menambahkan, sampai saat ini masih fokus produksi, fokus pengolahan limbah dan produk turunannya.
Seperti diketahui serai wangi saat ini menjadi bahan baku minyak atsiri yang bernilai tinggi. Yang dilihat kualitasnya. Harganya berbeda-beda, tergantung dengan kandungan citronella oil nya. Semakin tinggi kandungan citronella oil, semakin mahal harganya. Hanya saja karena masih dalam kategori produk tersier, untuk pasar ritel sejauh ini paparan pasar baru sebatas mereka yang membutuhkan untuk menjaga kesehatan. “Biasanya usia 45 tahun ke atas yang lebih suka minyak ini,”kata Dani.
Diakui Dani, di Pameran Inacraft 2025 banyak yang mencari minyak atsiri namun sejauh ini menurutnya belum cocok dengan harga yang ditawarkan. Sementara minyak atsiri sereh yang dihasilkan petani Lebak Banten memiliki kualitas yang tinggi karena memiliki kandungan citronella oil yang tinggi. Umumnya standar kualitas di pasar adalah minyak atsiri yang kandungan citronella oil 40% sedangkan produk yang dihasilkan petani Lebak Banten bisa mencapai 50%. “Standar Indesso 45 persen, sedangkan yang dihasilkan petani Lebak bisa mencapai 50 persen,”ungkapnya sambil menyebut jenis sereh yang digunakan Sigawawak Farm adalah seren Mahapengiri (Cymbopogon winterianus).

Untuk mencapai proses pelatihan dan pendampingan, Yayasan Astra memiliki activity plan yang berfokus pada Grand Design untuk 3 tahun sejak dimulai tahun 2023. Dimana Grand Design yang ingin dicapai adalah pemenuhan QCD (Quality, Cost, Delivery-red) dari ‘ayah angkat’ (offtaker-red). Dalam hal ini ‘ayah angkat’ Sigawawak Farm adalah CV DAB Subur. Makanya di tahun 2023 itu fokus di masalah pelatihan dan pendampingan teknis, dibarengi dengan manajemen lainnya dan mulai fokus produksi untuk memenuhi QCD yang diinginkan ‘ayah angkat’. “Sampai sekarang masih berlangsung pembinaan,”tukas Dani.
Kemudian, di tahun 2024 lalu petani Komunitas Sigawawak Farm, fokus melakukan pengolahan limbah dan produk turunan. Dani menjelaskan, dalam prosesnya sereh wangi memiliki dua jenis limbah, yakni limbah berbentuk cair (air hidrosol) dan limbah bentuk padat dalam bentuk daun. Kalau daun dikembalikan lagi ke kebun sebagai pupuk, sedangkan air hidrosol diolah lagi menjadi produk turunan seperti karbol. Dari proses penyulingan terdapat limbah hidrosol yang didapat melalui proses destilasi uap terhadap tanaman sereh dimana menghasilkan dua produk, selain minyak atsiri sereh wangi juga menghasilkan hidrosol yang mengandung air.
Menurutnya sereh memiliki banyak jenis, beda jenis beda aroma. Benar-benar dilihat dari kualitasnya. Tak heran bila harganya berbeda-beda, tergantung dengan kandungan citronella nya. Semakin tinggi kandungan citronella, semakin mahal harganya. “Pengalaman yang sudah dilakukan untuk pengguna, sereh jenis ini bermanfaat untuk mengobati masuk angin dan pegal-pegal lebih cepat sembuhnya,”ungkap Dani.
Sejatinya, Petani Sigawawak Farm melalui brand Sajra sudah memiliki 3 jenis produk yaitu, minyak murni (citronella oil), minyak pijat (aromatic massage oil) yang merupakan perpaduan sekitar 5 bahan minyak atsiri seperti citronella oil, virgin coconut oil dan lain-lain. Dan produk ketiga adalah karbol.
Untuk strategi pemasaran diakui Dani masih fokus di pasar lokal sekitar Lebak Banten dan beberapa dari di Pulau Jawa. Selain melalui marketplace, Komunitas Petani Sigawawak Farm juga diberikan kesempatan membangun brand lewat pameran-pameran seperti Inacraft. “Kebutuhan minyak atsiri tidak terbatas. Satu perusahaan sekelas Indesso kebutuhannya tonase,”ujarnya.
Mengutip dari JabarInsight-pikiranrakyat.com, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Gandjar Yudniarsa menyebut, minyak atsiri Indonesia sudah ekspor ke 100 negara, dimana Jawa Barat merupakan supplier terbesar. Konon nilai ekspor minyak sereh Indonesia mencapai USD 68 juta.
“Tiap tahun ekspor minyak sereh wangi terus meningkat, sehingga peluang terus terbuka. Adalah penerapan teknologi dan inovasi terkini yang harus dikuasai, produk berkualitas, pemasaran, dan membangun kekuatan sumber daya manusia,” ujarnya.
Dari laman Olenka.id menyebut, kebutuhan minyak atsiri sereh (serai wangi) di Indonesia terus meningkat. Minyak atsiri serai wangi (citronella oil) memiliki karakteristik aroma citrus yang khas. Kandungan senyawa aktifnya menjadikan komoditas ini sebagai bahan utama dalam berbagai produk, seperti parfum, kosmetik, sabun, lotion, lilin aromaterapi, dan produk perawatan rumah tangga. Selain itu, minyak ini digunakan sebagai bahan pestisida nabati, herbisida alami, dan bahan baku obat-obatan karena sifat antibakteri, antifungal, dan antioksidannya. []Siti Ruslina
