Pulau Maratua: Destinasi Kawasan Coral Triangle yang Esotik
Potensi wisata bahari Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur menjadi salah satu destinasi wisata bahari selam unggulan Indonesia. Potensi ini memperluas jejaring bisnis pariwisata dengan pelaku industri di Malaysia dan Singapura.
Agustus lalu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkenalkan Pulau Maratua kepada sejumlah dive center dari Malaysia dan Singapura. Melalui kegiatan “Famtrip Marine Maratua 2026” sebagai upaya memperluas pasar wisata selam Indonesia.

Pulau Maratua salah satu destinasi wisata yang masih alami dan belum terlalu ramai dikunjungi wisatawan, sehingga suasana tenang dan indahnya benar-benar bisa Anda nikmati. pulau ini termasuk dalam gugusan Kepulauan Derawan yang terkenal dengan keindahan lautnya.
Pulau ini menawarkan pantai berpasir putih, laut biru sebening kaca, serta kekayaan bawah laut yang menakjubkan. Pulau ini juga cocok untuk anda yang ingin liburan santai sambil menjauh dari hiruk pikuk kota besar.
Banyak pelancong menyebut Pulau Maratua sebagai hidden gem Indonesia karena keindahannya yang belum banyak diekspos media. Boleh jadi jika anda mencari tempat liburan yang unik, berbeda, dan eksotis, Maratua bisa menjadi destinasi impianmu.
Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan kegiatan ini berlangsung pada 10–15 Agustus 2026. “Melalui kegiatan famtrip ini, para dive center dapat melihat dan merasakan secara langsung berbagai pengalaman wisata yang ditawarkan di Maratua, mulai dari potensi diving, akomodasi, hingga pengalaman wisata lainnya. Kami berharap pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi mereka untuk memasukkan Maratua ke dalam paket wisata yang mereka tawarkan di pasar Malaysia dan Singapura,” kata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya, pada 26 Agusutus 2026.
Selama enam hari, peserta mendapatkan pengalaman langsung terhadap berbagai produk wisata yang dapat ditawarkan di Maratua, terutama wisata selam. Mereka melakukan penyelaman selama tiga hari di sembilan titik selam untuk mengenal kondisi bawah laut, layanan penyelaman, akomodasi, serta kesiapan destinasi dalam menerima wisatawan mancanegara.
Maratua juga termasuk dalam kawasan Coral Triangle atau Segitiga Terumbu Karang, yaitu wilayah yang memiliki kekayaan spesies laut tertinggi di dunia bersama dengan laut di perbatasan Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste, dan Kepulauan Salomon. Tidak heran jika pulau ini menjadi tujuan favorit para divers.
Selain menjelajahi kekayaan bawah laut Maratua, peserta mengunjungi Goa Gumantung, menikmati panorama matahari terbenam di Teluk Harapan, serta melakukan site visit ke sejumlah akomodasi. Rangkaian perjalanan juga mencakup kunjungan ke Kampung Dayak Tumbit untuk mengenalkan kekayaan budaya dan produk lokal kepada peserta.
Keragaman pengalaman tersebut diharapkan memperkuat daya tarik Maratua sebagai destinasi yang tidak hanya mengandalkan wisata selam, tetapi juga menawarkan perpaduan kekayaan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal.

“Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti pada pengenalan destinasi, tetapi dapat berlanjut pada pengembangan produk dan pemasaran paket wisata Maratua di kedua pasar tersebut,” ujar Made.
Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar Dedi Ahmad Kurnia mengatakan, “Famtrip Marine Maratua 2026″ juga mempertemukan peserta dengan pelaku industri pariwisata lokal melalui networking event. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha di Maratua untuk memperkenalkan produk dan layanan sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan dive center dari Malaysia dan Singapura.
Interaksi langsung antara pelaku industri lokal dan mitra potensial dari kedua negara diharapkan dapat membuka peluang penyusunan paket perjalanan yang menggabungkan aktivitas selam dengan pengalaman wisata alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal.
Dari rangkaian perjalanan tersebut, Maratua memiliki potensi kuat untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata minat khusus berdaya saing. Kekayaan bawah laut dapat menjadi daya tarik utama yang diperkuat dengan potensi alam, budaya, serta pengalaman autentik bersama masyarakat lokal.
Pengembangan pasar wisata selam Maratua juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat melalui peningkatan permintaan terhadap akomodasi, pemandu wisata, transportasi, kuliner, produk lokal, serta berbagai layanan pendukung pariwisata lainnya.
“Melalui pelaksanaan Famtrip Marine Maratua 2026, Kementerian Pariwisata berharap hubungan antara pelaku industri pariwisata Indonesia dengan dive center di Malaysia dan Singapura dapat terus berkembang dan menghasilkan peluang kerja sama yang berkelanjutan. Pengalaman peserta selama berada di Maratua juga diharapkan dapat mendorong promosi dan pemasaran destinasi tersebut secara lebih luas di pasar internasional,” kata Dedi.[] Yuniman Taqwa
