Sindu.id Tawarkan UMKM Gratis Promosi dan Belajar SEO
Sebagai professional SEO Specialist, ia ingin membantu sebanyak-banyaknya UMKM di tanah air mempromosikan produk di website sindu.id miliknya secara gratis cuma-cuma dan mengupayakan artikel yang terkait UMKM tersebut dapat masuk di laman pertama di situs pencarian google. Misinya adalah agar UMKM Indonesia ‘melek digital’. Siapa mau joint?
Menjadi anak muda multi talenta yang memiliki passion tinggi dan obsesi yang kuat dalam menggapai mimpi merupakan anugerah terindah dari Tuhan bagi seseorang. Tak terkecuali bagi Sindu. “Panggil Sindu saja bu!,”demikian jawabnya ketika pelakubisnis.com pertama kali menyapanya.
Boleh jadi dari kampus tempatnya kuliah jiwa kewirausahaannya terbentuk. Usai tamat kuliah dan menjadi Sarjana Teknik Informatika, Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang, ia langsung berjibaku membangun usaha. Dan berkat tangan dinginnya beberapa usahanya terbilang ‘moncer’. Diantaranya ada Kerajaan Balon yang dibangun tahun 2017 dan telah berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan below the line korporat seperti bazaar pameran, seminar dan lain-lain.
Berawal pada tahun 2008 ia mencari peruntungan menjadi professional SEO (search enginee optimization-red) Spesialist, sesuai dengan latarbelakang pendidikannya di bidang Teknologi Informasi. Namun siapa sangka pekerjaan sebagai professional SEO Specialist justru yang membawanya menemukan banyak peluang bisnis baru. Selain bisnis balon (Kerajaan Balon-red), ia juga terjun ke bisnis jasa pengaspalan jalan. Selain itu, ketertarikannya bermain musik gitar juga menginspirasi Sindu menemukan peluang bisnis di industri gitar rumahan (home industry-red).
Bila masuk ke website Kerajaan Gitar dan melihat akun sosial medianya, terlihat aktifitas berupa foto-foto konsumen yang berbelanja ke tempatnya, baik secara virtual (online) maupun tatap muka (offline). Sindu memang berusaha memberikan apresiasi bagi pelanggan-pelanggan yang membeli gitarnya dengan cara memposting konsumen usai mereka berbelanja di tempatnya .
Kini ia punya mimpi ingin membangun komunitas UMKM lewat website https://sindu.id/. Ia ingin, melalui website yang dikelolanya, ia dapat membantu para pegiat UMKM yang baru merintis usaha untuk mempromosikan atau memasarkan produknya melalui sindu.id.
“Bagi para UMKM yang masih baru merintis, tidak punya dana untuk bikin website, butuh media promosi dalam bentuk page/halaman khususnya UMKM jasa yang tidak bisa berpromosi di marketplace, bisa hubungi saya nanti saya publish di website saya,” tutur pria kelahiran 1989 ini.
Semisal ada usaha jasa dekor kue ulang tahun, nanti pelaku usahanya dapat mengirim materi berupa foto-foto dan contact yang bisa dihubungi. Dengan cuma-cuma Sindu nanti akan mem-publish materi pelaku usaha tersebut dari website-nya.”Dan InsyaAllah diusahakan halamannya di laman 1 dong,”ungkap Sindu.
Dalam hal ini ia mafhum soal SEO. Dengan skill yang dimiliki, ia akan meriset dengan kata kunci tertentu yang membuat satu suatu artikel dapat menduduki halaman 1 di situs pencarian. “Soalnya saya riset kompetitor dengan kata kunci tersebut yang menduduki halaman 1 google rata-rata artikelnya seperti itu sih, jadi saya samakan agar dapat bersaing artikelnya dengan harapan bisa masuk halaman 1 juga,”jelas pria asal Semarang Jawa Tengah ini.
Sindu.id terbilang masih anyar. Dibesut tahun 2022, website sindu.id yang awalnya dibuat sebagai website tentang SEO, berisi artikel-artikel tentang SEO, semakin kesini muncul niatnya menjadikan sindu.id sebagai website yang digunakan untuk membantu siapa saja yang memiliki usaha dan budget promosi minim, maka dalam hal ini ia akan memberikan gratis beriklan di sindu.id secara cuma-cuma.
Kenapa pakai nama Sindu sebagai brand di website nya? Hal ini diakui Sindu kepada pelakubisnis.com semata-mata ingin membangun personal branding dirinya yang sebelumnya dikenal sebagai sahabat UMKM.”Saya mau mencoba ngebranding diri sendiri dulu bu,”aku putera seorang wartawan di Jawa Tengah ini.
Diakui Sindu hingga saat ini untuk aktifitas di websitenya, ia menyediakan makanan gratis tanpa dipungut biaya. Bahkan sindu.id sampai saat ini tidak menerima klien. “Semoga setiap artikel yang saya buat bisa masuk halaman 1 di situs pencarian google, bisa membuat orang senang, minimal berusaha membantu naik usaha orang tersebut demgan cara yang saya bisa,”ungkapnya.
Jujur lanjut Sindu, ia belum terpikir menjadikan website sindu.id menjadi cashcow bagi semua lini usahanya di kemudian baru. “Jika memang rejekinya yang saya pikirkan kemungkinan ke depan bisa membuka lebih banyak relasi saya untuk bisa untuk membangun kolaborasi bisnis-bisnis baru dengan para pegiat UMKM yang ada,”tukasnya.
Menurut Sindu, bicara tentang jasa pembuatan website diakuinya jumlah pemainnya sudah cukup banyak. “Bicara jasa pembuat website, biasanya tergantung yang diminta maunya seperti apa. Hosting dan domain yang seperti apa, tampilannya mau yang seperti apa. Kalau dirata-rata dari yang paling rendah budgetnya bisa dengan harga Rp700 ribu sampai tak terhingga. Tergantung kebutuhan pemilik website,”jelas bapak satu anak ini menutup percakapan.
Ia berharap setiap artikel yang ia buat bisa masuk laman pertama di google. Setidaknya bisa membuat orang lain senang dan minimal berusaha membantu UMKM naik kelas semampu yang ia bisa. []Siti Ruslina
