Gaya Transformasi Pos Indonesia Membangun UMKM Center

Ke depan Pos Indonesia memposisikan diri  lebih dekat ke UMKM, masuk ke ekosistem UMKM dan memenuhi kebutuhan mereka  melalui ekosistem UMKM.  Di mana line supplay chain UMKM  semua ada di Pos Indonesia. 

Dua tahun terakhir ini Pos Indonesia menjadi logistic partner Pameran Inacraft 2025. Meski tahun sebelumnya (2024) partisipasinya  masih sebagai Official Logistic Partner. Tapi tahun ini Pos Indonesia bukan hanya menjadi shipper (logistic) kiriman UMKM. Tapi BUMN ini sedang membangun badan yang dinamakan Sahabat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Tak heran bila kali ini Pos Indonesia  membawa  binaanya di Inacraft 2025.

Menurut Director of Courier and Logistics Services Business PT Pos Indonesia (Persero), Tonggo Marbun, kehadiran PT Pos Indonesia  dalam  wadah komunitas UMKM  atau UMKM Center  sesuai arahan Menteri BUMN.  Dalam Journey Transformasi  Pos Indonesia, ada namanya transformasi bisnis. “Secara bisnis  kami menjadi Logistic Company.  Tapi DNA  dan penugasan Pos Indonesia sebagai  courier express menjadi core business. Dalam konteks core business sebagai  courier express,” kata Tonggo kepada pelakubisnis.com, di sela-sela pameran Inacraft 2025, 5/2 lalu.

Boleh jadi ada pergeseran-pergeseran dan  perubahan-perubahan di market maupun industri. Saat  ini, lanjut Tonggo,  UMKM  sudah  berubah menjadi  berbasis platform dan sudah terhubung ke e-commerce atau marketplace. “Mau nggak mau kami harus ke sana,” tandasnya.

Tonggo menambahkan, merevitalisasi core business Pos Indonesia dengan segmented  UMKM secara logistik sudah terpapar literasasi digital. “Kami membangun diri ke arah sana. Bukan  hanya sebagai logistic provider,  tapi memenuhi berbagai kebutuhan UMKM  seperti distribution center. Bahkan beberapa kantor  Pos Indonesia berubah menjadi UMKM Center,  tempat di mana mereka bisa live streaming buat jualan. Itu sudah dilakukan sejak tahun lalu,” tambahnya.

Pos Indonesia , menurut Tonggo, secara konkrit mendukung  program pemerintah untuk membantu literasi digital bagi UMKM.  Hal ini berangkat dari strategi perusahaan. Setelah melihat dinamika di kurir ekspres , maka  ke depan Pos Indonesia memposisikan diri untuk lebih dekat ke UMKM, masuk ke ekosistem UMKM dan memenuhi kebutuhan mereka  melalui ekosistem UMKM.  Di mana line supplay chain UMKM  semua ada di Pos Indonesia. 

Lebih lanjut ditambahkan, salah satu competitiveness  Pos Indonesia memiliki jaringan yang  luas di banyak titik  di Indonesia.  Saat ini Pos Indonesia memiliki 4800 jaringan cabang, eksistensi ini membuat Pos Indonesia  lebih dekat ke UMKM Indonesia di daerah-daerah.

Sekarang ini Pos Indonesia sudah melayani  jutaan UMKM Indonesia  yang  terhubung ke beberapa marketplace besar.  “Kami membina mereka dalam banyak kegiatan, contohnya kegiatan sales dan marketing di live streaming. Kemudian memfasilitasi  kegiatan literasi dan pembinaan di dinas-dinas tertentu ,” jelas Tonggo seraya menambahkan,  ada UMKM yang ingin ekspor dengan custom ke  bea cukai,  karantina dan sebagainya. Pos Indonesia dijadikan tempat oleh teman-teman  UMKM berkomunitas.

Beberapa kantor yang dijadikan tempat komunitas UMKM berkumpul seperti di Yogyakarta, Solo, kantor di Fatmawati Jakarta dan sebagainya.  Ada  UMKM dalam kelompok industri tertentu  atau geografi tertentu —  mereka berkomunitas —  saling berinteraksi, saling sharing, saling mengisi untuk memperbaiki business model mereka.

Pos Indonesia masuk secara ekosistem ke UMKM Indonesia/foto:pelakubisnis.com

“Kami fasilitasi mereka untuk berkumpul. Bahkan  teman-teman UMKM ini menjadi bagian kami dalam O-Ranger, Pos Aja! Drop Point  atau  kemitraan lebih spesifik lagi. Sehingga mau nggak mau mereka menjadi bagian dari Pos Indonesia. Pembinaan yang dilakukan juga tidak terlalu spesifik. Cukup melalui teman-teman yang ada di Drop Point O-Ranger yang tergabung dalam komunitas UMKM Pos Indonesia yang saat ini sudah mencapai 40 ribuan O-Ranger,”timpal Ari K Wibowo, Komunikasi Korporat  Pos Indonesia.

Menurut Tonggo, paska pandemic  terjadi pertumbuhan yang luar biasa di kalangan UMKM Pos Indonesia.  “Jujur saja,  ekonomi Indonesia maju karena konstribusi dari UMKM.  Kami coba masuk secara ekosistem untuk ada di pertumbuhan ekosistem UMKM Indonesia. Kalau melihat grafik, semakin hari semakin membaik, secara volume maupun  transaksi,” tegasnya.

Salah satu bentuk  re-positioning  Pos Indonesia di pasar, kata Tonggo,  dalam konteks fisibility  brand, dalam konteks awareness masyarakat bahwa Pos Indonesia  ada. “Kami hadir di event-event strategis seperti ini (Inacraft-red) . Sebenarnya sudah lama kami berkoordinasi, bukan hanya di level teknis,  melainkan juga dengan Pak Menteri UMKM dan Menteri Perdagangan. Beliau  menyambut baik  visi misi atau positioning Pos Indonesia terhadap  UMKM.  Kementerian memfasilitasi  kami menjadi logistic partner di Inacraft.  Beberapa event lainnya seperti  UMKM Expo dan mendapat kesempatan pameran di luar negeri. Kami bangga menjadi bagian dari UMKM Indonesia yang semakin bertumbuh,” urainya.

“Untuk tahun ini sama dengan tahun lalu, booth Pos Indonesia di Inacraft ada 7 tempat.  Satu booth utama  untuk menampung  UMKM  binaan Pos Indonesia. Dan ada 6 booth yang tersebar di 6 hall. Tujuannya agar UMKM kalau ada pembeli yang  ingin kirim barang, bisa langsung kami kirim hari itu juga,”papar Ari Wibowo.

Bagaimana evaluasi pameran Inacraft tahun lalu?  Ada kemajuan cukup signifikan. Beberapa UMKM , dari mulai pengiriman barang dari asal tempat mereka sampai ke lokasi pameran, sudah melalui Pos Indonesia. “Pak Ari sudah berkoordinasi  dengan asosiasi seperti  Asephi dan para peserta pameran. Pos Indonesia membantu mengirimkan barang mereka ke lokasi pameran dan juga buat kembalinya nanti. Di Inacraft  kami kasih layanan tidak hanya pengiriman logistik, bahkan juga pengunjung shopping, kita delivery. Bapak ibu silahkan belanja di  mana saja di sini,  biar pulang tinggal lenggang, nanti Pos Indonesia yang delivery ke rumahnya,” jelas Tonggo seraya menyebut,  kontribusi Pos Indonesia  tahun ini  ada beberapa perbaikan dari pameran Inacraft  tahun lalu.

Tonggo menyebutkan, divisi  Courier and Logistics Services Business PT Pos Indonesia (Persero) yang dipimpinnya berkontribusi untuk   semua core business  yang terkait dengan courier express di ritel dan secara produk logistik berada di bawah koordinasinya. “Tentu semua unit terkait berkoordinasi  dengan kami. Semua unit yang terkait dengan itu akan mendukung kami. Yang terpisah dengan kami hanya bisnis jasa keuangan. Semua kegiatan courier express dan logistik itu ada dalam koordinasi kami.  Dan, kebetulan retail business  kurlog (kurir logistik) yang kami lakukan dalam konteks UMKM yang sekarang ini, punya peran   besar di dalam ekosistem UMKM,” papar Tonggo.

Sementara sumber katadata menyebutkan, PT Pos Indonesia berencana mengubah 3.000 kantor pos yang tersebar di Indonesia menjadi UMKM Center. Ini merupakan bagian dari upaya Pos Indonesia melakukan pemanfaatan aset sambil membantu bisnis para pelaku UMKM.  Pemanfaatan aset sebagai tempat aktivitas UMKM sebenarnya telah dilakukan Pos Indonesia dengan membangun Pos Bloc, antara lain di Jakarta, Medan, Bandung, dan Surabaya. Aset bekas kantor pos disulap menjadi ruang kreatif publik yang menyediakan sejumlah UKM dan UMKM seperti kuliner dan produk kreatif.

Direktur Utama Pos Indonesia Faizal R Djoemadi menjelaskan, UMKM Center akan dibangun menyerupai Pos Bloc, tetapi dengan luas area yang lebih kecil. Pos Indonesia akan membangun UMKM Center di 42 kantor Pos Indonesia pada tahap awal atau masa uji coba.  Salah satu UMKM Center yang akan dibangun pada tahap awal akan berlokasi di Jayapura. Namun, mayoritas masih berada di Pulau Jawa.  “Kalau model bisnis UMKM Center ini berhasil, kami akan kembangkan model ini ke lokasi kantor Pos Indonesia lainnya,” kata Faizal.

 Ia menilai uji coba ini cukup menarik setelah melihat keberhasilan program Pos Bloc. Faizal mencatat, omzet para UMKM yang ada di Pos Bloc naik 100%  per tahun dalam tiga tahun terakhir. Volume kunjungan di Pos Bloc tumbuh 2.700% per tahun selama tiga tahun terakhir. Ia mengatakan capaian tersebut disebabkan oleh kegiatan aktivasi yang kerap dilakukan di Pos Bloc. Faisal menekankan seluruh produk yang diperdagangkan di seluruh Pos Bloc merupakan hasil produksi UMKM lokal. “Kalau pengunjung banyak, akhirnya akan menarik transaksi. Kata kuncinya adalah aktivasi di Pos Bloc,” ujarnya.[] Siti Ruslina