Hikari Hadirkan Mesin Jahit AI, Solusi Efisiensi di Industri Garmen
Guna mendukung peningkatan kualitas produk garmen di Indonesia, Hikari (shanghai) luncurkan mesin jahit berteknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Teknologi ini diyakini mampu menigkatkan efisiensi dalam industri garmen.
Sejauh ini perkembangan teknologi di industri garmen semakin mengarah pada otomatisasi dan digitalisasi. Salah satunya melalui penerapan kecerdasan buatan pada mesin jahit. Inovasi ini menjadi jawaban atas tuntutan efisiensi dan kualitas di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Mesin ini dirancang untuk mendukung operator dalam proses menjahit, terutama dalam menghadapi variasi bahan dan model yang semakin kompleks dalam industri fashion. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuan mesin untuk menyesuaikan pengaturan secara otomatis, tanpa memerlukan banyak intervensi manual seperti pada mesin konvensional.
Hal ini memberikan peningkatan efisiensi yang signifikan, terutama dalam proses setup produksi yang sering kali menjadi hambatan utama di pabrik garmen. Selain itu, teknologi ini juga didukung sistem berbasis komputer yang mengontrol seluruh pergerakan mesin, sehingga menciptakan fondasi digital yang kuat untuk operasional produksi.
Salah satu tantangan dalam produksi garmen adalah perbedaan kemampuan teknisi. Dengan sistem manual, hasil pengaturan sering kali tidak seragam. Teknologi AI membantu mengatasi masalah ini dengan menstandarkan pengaturan mesin, sehingga hasil produksi menjadi lebih konsisten di berbagai lini.
Selain AI, integrasi teknologi Internet of Things (IoT) juga menjadi nilai tambah. Sistem ini memungkinkan pengaturan mesin dilakukan secara terpusat. Sedangkan dalam skala pabrik besar dengan ratusan hingga ribuan mesin, teknologi ini memungkinkan satu pengaturan diterapkan ke seluruh mesin secara simultan.
Hal ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga mengurangi potensi kesalahan akibat faktor manusia dalam proses penyetelan. Selain itu, sistem IoT juga memungkinkan pemantauan data produksi secara real-time, seperti waktu operasional mesin dan jumlah output yang dihasilkan.

Hikari Precise Machinery Science & Technology Co., Ltd merupaka perusahaan industri global yang memproduksi mesin jahit pintar ini pertama kali di luncurkan di Semarang. Mesin Jahit dengan teknologi AI ini bisa di lihat di pameran Indo Intertex & Inatex 2026 yang berlangsung dari 15-18 April 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Direktur Hikari, Wu Liang Jie menyatakan, peluncuran produk mesin jahit “ber-AI” dari Hikari (Shanghai) Precise Machinery Science & Technology Co., Ltd. itu tak lain bertujuan mendukung peningkatan kualitas produk garment di Indonesia.
Mesin ini dirancang untuk mendukung operator dalam proses menjahit, terutama dalam menghadapi variasi bahan dan model yang semakin kompleks dalam industri garmen. “Ini adalah peluncuran perdana mesin jahit berteknologi AI. Produk ini memberikan apa yang dibutuhkan garmen. Dalam produk ini dikontrol oleh kecerdasan buatan, yang menghasilkan produk yang jauh lebih bagus,” ujar Wu Liang Jie seraya menambhakan teknologi ini merupakan transformasi mesin jahit konvensional.
Pasalnya, dalam praktik sebelumnya, perubahan bahan dari tipis ke tebal atau sebaliknya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk penyetelan ulang oleh teknisi. Kini, dengan teknologi AI, proses tersebut dapat dipersingkat menjadi hanya sekitar beberapa detik melalui sistem digital yang terintegrasi dalam mesin.
Mesin ini juga dilengkapi fitur yang mampu meningkatkan kualitas jahitan, termasuk menjaga kestabilan tarikan benang dan tekanan saat menjahit. Hasilnya, kualitas produk menjadi lebih konsisten, rapi, dan memenuhi standar tinggi yang dibutuhkan oleh pasar global.
Dari sisi produk, perusahaan juga menghadirkan berbagai jenis mesin dengan teknologi serupa, mulai dari mesin jahit satu jarum, dua jarum, hingga mesin obras dan interlock. Seluruh inovasi ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah produk garmen, baik dari segi kualitas, efisiensi, maupun daya saing di pasar internasional.
Mesin jahit pintar ini, lanjut Wu Liang Jie, berkomitmen membangun teknologi AI sekaligus menerapkannya dalam aktivitas produksi garmen. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuan mesin untuk menyesuaikan pengaturan secara otomatis, tanpa memerlukan banyak intervensi manual seperti pada mesin konvensional.
Hikari sendiri telah melakukan ekspansi mesin jahit AI tersebut di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Adapun alasan Indonesia menjadi salah satu negara prioritas sekaligus tempat peluncuran perdana mesin jahit berteknologi AI, karena industri garmen di Tanah Air tumbuh secara positif dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, Pratama Tanada, Marketing General Manager PT. Brothersindo Saudara Sejati mengatakan, “mesin jahit berbasis AI ini bekerja secara cerdas, sistemnya mampu mendeteksi kesalahan jahitan secara otomatis dan menyesuaikan pengaturan sesuai dengan jenis kain yang di pakai. Dan hasilnya jahitan bisa lebih rapi, lebih presisi dan konsisten. Langkah ini sekaligus memperkuat daya saing produk garmen di Indonesia baik di pasar nasional maupun international”.
Di Indonesia sendiri, penggunaan teknologi ini mulai berkembang dan telah diadopsi oleh berbagai pabrik di beberapa daerah, terutama di Pulau Jawa.
Pada akhirnya, kehadiran teknologi berbasis AI dan IoT ini diharapkan dapat membantu industri garmen Indonesia meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, dan bertahan di tengah tekanan pasar global yang semakin kompetitif.[] Siti Ruslina/Yuniman Taqwa
