ASEAN Usulkan Bentuk Komite Khusus Ekonomi Kreatif

Bali, 6 September 2019, pelakubisnis.com – Wakil-wakil negara ASEAN berkomitmen memajukan kerjasama bidang ekonomi kreatif di Kawasan. Kerjasama tersebut diharapkan dapat meningkatkan inovasi dan kreatifitas, sekaligus menyatukan langkah negara-negara dalam monetisasi kekayaan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi bagi perekonomian Kawasan. Salah satu strategi yang akan diusulkan adalah membentuk sebuah ASEAN Coordinating Committee on Creative Economy (ACCCE).

Demikian benang merah diskusi dalam ASEAN Regional Workshop on Creative Economy yang digelar Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan Kementerian Luar Negeri di Nusa Dua, Bali pada 4 -5 September 2019. Workshop diikuti oleh wakil dari negara-negara ASEAN (Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Laos, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Thailand, dan Vietnam), yang terdiri dari pejabat pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif. Hadir pula pejabat dari Sekretariat ASEAN, pakar ekonomi kreatif dari Badan PBB untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) dan Grand Paris Alliance.

Menurut Direktur Hubungan Kerjasama ASEAN Kemlu Ade Petranto, pemajuan aset dan komersialisasi ekonomi kreatif, serta perlindungan dan pemanfaatan hak kekayaan intelektiual telah menjadi bagian dari Cetak Biru Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC) 2025. “Namun demikian, hingga saat ini belum ada komite khusus di ASEAN yang fokus mengurusi ekonomi kreatif,” ungkap Ade, pada 5/9.

Ade mengusulkan perlunya ASEAN mempertimbangkan untuk membentuk badan atau komite khusus tersebut. ‘’Namanya bisa ASEAN Coordinating Committee on Creative Economy (ACCCE) atau yang lain. Yang penting ada yang berfokus pada sektor ekonomi yang potensinya besar sekali ini,’’ katanya.

Perkembangan pesat ekonomi kreatif dunia juga terjadi di Kawasan Asia Tenggara. Meskipun sebagian besar pelakunya berstatus UMKM, setidaknya terdapat tujuh perusahaan berstatus ‘’Unicorn” (asset melebihi 1 juta dollar AS) terdapat di Kawasan. Oleh karena itu, di samping membahas perkembangan ekonomi kreatif di masing-masing negara, peserta Workshop secara antusias juga memaparkan ide-ide baru pemajuan ekonomi kreatif di era industri 4.0, termasuk pemanfaatan blockchain.

Sementara Direktur Hubungan Antarlembaga Luar Negeri BEKRAF K. Candra Negara menyatakan,  Regional Workshop telah berjalan sangat produktif. ‘’Kita sekarang saling mengetahui kekuatan dan kekurangan setiap negara. Dengan demikian, upaya menjalin kerja sama akan lebih mudah.’’ katanya. Kerjasama yang selama ini berlangsung pada tingkat bilateral dapat semakin diperkuat di tataran regional.

Sebagai langkah berikutnya, pembentukan komite ASEAN khusus untuk ekonomi kreatif akan diajukan melalui Senior Economic Officials Meeting (SEOM). ‘’Sekretariat ASEAN siap mendukung inisiatif dan usaha ini,’’ kata Kepala Divisi Budaya dan Informasi Sekretariat ASEAN Tan Ghee Tiong.[] Asiska Riviyastuti/Bekraf