Tren Ibadah Umroh di Tengah Antrian Panjang Berhaji

Sambil menunggu waktu tunggu ibadah haji yang kian lama, membuat ibadah umroh menjadi kebutuhan spiritual kaum muslim. Kini tren ibadah umroh menawarkan alternatif pilihan yang menarik.

Antrian haji satu dekade terakhir ini makin panjang. Daftar tunggu bisa mencapai belasan tahun bahkan sampai puluhan tahun. Di Malaysia daftar tunggu haji bisa mencapai 40-an tahun. Fenomena ini bak delematis! Memang ibadah haji suatu kewajiban menjalankan rukun Islam kelima bila mampu. Tetapi  quota terbatas, sementara minatnya semakin besar. Jadi antara supply  dan demand semakin hari tidak ketemu, sehigga antrian semakin panjang.

Kemampuan melinial dan gen Z  sebenarnya dari sisi  ekonomi cukup berat. Kalau  mau menjalankan ibadah haji tidak bisa kontan, mesti harus menyicil. “Nyicil tapi antriannya panjang. Secara umum mereka semakin  pesismisti terhadap kondisi seperti itu untuk naik haji. “Kemudian umroh menjadi alternatif,” kata Yuswohady, Marketing Expert Inventure, dalam acara webinar Muslim Market Outlook 2024, pada 27 Maret lalu.

Menurut Yuswohady, fenomena itu yang menjadi ide riset.  Gen Z dan Milenial lebih memilih menjalankan ibadah umbro dibandingkan haji, ketika melihat antrian haji sampai belasan tahun. Yang menarik hasil survei menyebutkan 59,60 persen responden  tidak setuju. alasannya karena haji menjadi kewajiban yang mampu. Artinya secara keimanan atau relegius  mereka teguh.

Lebih lanjut ditambahkan, umroh bukan lagi menjadi sesuatu yang sunnah, tetapi sudah menjadi suatu kebutuhan di saat  menghadapi kondisi tertentu. “Saya punya teman, kalau lagi punya banyak masalah/intropeksi, maka  obatnya umbro. Ini positif juga. Umroh seperti kayak obat bagi yang menghadapi masalah,” katanya seraya menambahkan umroh sudah menjadi kebutuhkan ketika sedang menghadapi masalah atau intropeksi diri menghadapi masalah besar atau mencari ketenangan.

Namun demikian, kata Yuswohady, kalau ditanyakan seperti itu, maka 62 persen menyebut tidak setuju . Artinya  mungkin karena gen Z atau milenial  kemampuan keuangannya masih terbatas.  Tapi yang sudah menjadi kebutuhan angkanya sudah mendekati  38 persen  atau mendekati angka 40 persen.

Ketika ditanya bahwa umroh bukan lagi sesuatu yang sunnah, tapi sudah menjadi sebuah kebutuhan yang harus dilakukan secara berkala, maka  jawabannya cukup besar yang tidak setuju, sekitar 70 persen.  Artinya yag setuju hanya 30. Mereka yang setuju karena  mendapat pengalaman spiritual yang bagus, dan  terus berkeinginan datang kembali ke tanah suci. “Mungkin bagi kalangan baby boomer.  Tapi di kalangan gen Z, angkanya masih 32 persen setuju pernyataan bahwa sesuatu yang dijalankan secara rutin,” tambahnya.

Pertanyaan  berikutnya bahwa saya akan lebih memilih umroh dibandingkan haji ketika melihat antrian yang panjang/lama sampai belasan tahun. Ini angkanya mencapai 60 persen. Artinya apa, angka 40 persen  itu cukup besar bahwa umroh menjadi alternatif opsi yang semakin menarik ketika kemungkinan berhaji semakin kecil, karena quota dan kemampuan keuangan terbatas.  Apalagi Umroh  lebih fleksibel, sehingga secara keuangan bisa diatur. “Ini  angka 40 persen cukup besar, inilah yang saya lihat ibadah umro menjadi industri yang luar biasa,” lanjut  Yuswohady.

Yuswohady menilai, di satu sisi keunggulan, seperti  fleksibilitas umbro dan  antara supply dan demand semakin kecil, sehingga bisa diramalkan bahwa industri umroh akan luar biasa. “Makanya teman-teman yang sudah di bisnis umroh makin yakin, makin kencang . Semakin relegi, semakin buyer powernya tinggi. Semakin religi, maka umroh itu tidak hanya seumur hidup sekali, tapi sudah menjadi suatu kebutuhan . Apalagi daya beli masyarakat semakin meningkat. Inilah yang makin menguatkan bahwa tren umro  akan luar biasa.

Umbroh backpacker lebih fleksibel dan hemat

Sementara belakangan ini umroh backpacker ramai dibicaraka. Bila selama ini banyayk paket umroh selalu menggunakan travel agent, tetapi belakangan mulai muncul  umroh backbacker atau umroh mandiri.

Pertanyaan menjalankan umroh mandiri karena lebih murah dan fleksibel.  Pesawat bisa kita cari sendiri, hotel bisa kita cari diskon-diskon dan fleksibel. Meskipun memang lebih merepotkan dibandingkan dengan lewat travel umroh.  Sebagian besar gen Z atau milenial masih memilih paket umroh melalui travel agent. Sekitar  66 persen respon menyatakan bahwa lebih memilih travel umroh. “Angka 34 persen menurut saya besar untuk gen Z. Karen gen Z belum punya daya beli yang cukup besar. Arinya 1/3 mengatakan umroh mandiri oke. Ini  merupakan angka yang cukup besar,” tandasnya.

Menurut Yuswohady, ada dua alasan. Penjelasannya  angka 34 persen itu cukup besar bahwa mereka lebih memilih  umroh mandiri, karena lebih adventure dan seterusnya. Dan gen Z  memang  tidak cukup punya uang. Kedua, kalau   yang 66 persen Umroh menggunakan travel umroh, karena  mereka adalah generasi mager/males gerak atau generasi yang semua dilayani. Misalnya  mau beli makanan harus pakai Gojek, nonton film nggak usah ke bioskop. Initinya nggak mau repot. “Menurut saya  angka 34  persen itu besar, backpacker atau umroh mandiri ini sesuatu yang all service,” lanjutnya

Kemudian dari aspek berkembangnya bisnis umroh, maka ada paket-paket yang bundling paket travelling. Misalnya  umroh yang bundling liburan ke Turki dan seterusnya. Angkanya besar 70 persen. Ibadah sama liburan.  Liburannya ini yang terkait dengan ibadah. Kemudian ada paket umroh bundling wisata ke Eropa. Kelihatannya nggak nyambung apalagi Eropa cukup jauh. Duitnya juga besar dan dampaknya juga besar, tapi ternyata angkanya cukup besar 22,5 persen.  Artinya pemitanya juga besar. “Di lapangan banyak saya temui paket umroh ini menawarkan paket ini dan cukup laris. Mereka bisanya tidak sensitive terhadap harga. Ke tanah  suci, lanjut ke London, muter ke eropa,” tambahnya.

Ada juga paket umroh bundling dengan entrepreneurship atau pembelajaran untuk berbisnis. Ini salah satu paket yang menarik  di kalangan menengah atas  para entrepreuners  dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Paket umbro   ini cukup besar. Ketika mereka ada  urusan bisnis, maka sekalian umbro. Paket ini memang peminatnya  tidak terlalu besar yaitu 8,8 persen.

 Yang tak kalah menarik  adalah paket umroh dengan bundling nonton pertandingan bola Liga Arab. Liga Arab belakagan ini booming. Inilah paket-paket umroh bundling ini.  “Ibadah kenceng,  wisatanya juga kenceng”

Inilah tren ibadah umroh yang belakangan ini ramai ditawarkan ke masyarakat. Mau coba?[] Yuniman Taqwa