Dr Osha, Banjir Order di Tengah Pandemi

Menyesuaikan kondisi pasar dengan go digital membawa Osha Asia terus  bertumbuh. Tak pelak, di tengah pandemi produsen sepatu keselamatan kerja ini  tetap kebanjiran order bahkan karyawan pabrik sampai kerja lembur. Bagaimana perusahaan nasional ini tumbuh?

Ancaman kecelakaan kerja,  baik di sektor manufacturing maupun sektor konstruksi selalu mengintai bila tidak dilengkapi dengan perlengkapan keamanan dan kenyaman kerja. Salah satu instrumen pendukung hal tersebut adalah pakaian kerja yang memadai, seperti sepatu keselamatan kerja misalnya. Di tanah air ada beberapa brand sepatu yang masuk kategori  perlengkapan pekerja pabrik ini.  Salah satunya sepatu safety bermerk Dr.Osha milik perusahaan nasional PT Osha Asia.

Imam Budianto, Public Relation/Digital Marketing PT Osha Asia dalam jawaban tertulisnya menyampaikan,  alat perlindungan diri dipakai untuk melindungi tenaga kerja dari beragam ancaman bahaya yang berada di lingkungan kerja. Banyak faktor bahaya yang dapat menyebabkan cidera, sakit, sampai kematian. Salah satu usaha pengaturan membuat perlindungan tenaga kerja dari beberapa faktor bahaya itu yaitu memakai alat perlindungan diri.

Menurutnya, pemakaian alat perlindungan diri tak lepas dari sikap kerja aman karyawan di saat melakukan tugas yang bisa memunculkan potensi bahaya di lingkungan kerjanya. Dari situ muncul keinginan dari perusahaan untuk membuat atau memproduksi alat perlindungan bagi pekerja yang bekerja di area kerja yang membutuhkan alat pelindung untuk dirinya sendiri. “Pada saat itu juga belum banyak yang mengenal atau paham pentingnya penggunaan alat pelindung diri. Salah satunya arah perusahaan ialah mendapat keuntungan yang maksimal. Tentu saja arah itu dikuasai oleh beragam faktor,”terang Imam.

Osha Asia fokus memproduksi safety equipment dan safety shoes. Dalam hal ini Imam mengklaim sejumlah keunggulan dari produk yang dihasilkan perusahaan yang berdiri tahun 2004 ini.   “Salah satu keunggulan kami adalah  kami sepatu safety lokal di Indonesia yang memiliki pilihan sol Nitrile Rubber-PU atau gabungan sol karet asli dan karet sintetis. Hanya kami pula yang memiliki sol pilihan warna orange, hijau dan biru. Selain itu, sepatu safety kami sudah bersetifikat SNI, ANSI, ASTM, TKDN. Sehingga membuat kami mampu juga bersaing dengan produk luar,”aku Imam.

Sepatu Keselamatan  ini diproduksi sesuai stándar dan kode Eropa dan Amerika. Dirancang  ergonomist oleh desainer sepatu keselamatan asal Italia dengan kualitas dan daya tahan yang dibuat  dengan teknologi mesin injeksi langsung dengan peralatan komputerisasi  otomatis dari Jerman.

Ia menambahkan,   pasar sepatu keselamatan kerja ini pasarnya sangat luas, karena selain digunakan pekerja yang membutuhkan sepatu safety, saat ini model sepatu safety sudah stylish sehingga bisa digunakan pula untuk riding, dan juga hiking.

Diakuinya memang saat ini posisi Dr Osha  belum menjadi yang  teratas. Seperti diketahui ada beberapa brand internacional yang mengisi pasar produk sejenis.  “Tapi kami mampu dan siap bersaing penuh. Tingkat persaingannya cukup ketat namun masih mampu kami kejar dan dapat kami saingi,”tutur profesional yang mafhum tentang dunia digital marketing khususnya SEO (search engine optimization), social media (socmed) dan ads ini.

Bagaimana pertumbuhan bisnis Osha Asia sebelum dan sesudah pandemic?  Imam menjelaskan, saat ini perusahaan masih rutin mendapatkan orderan sama seperti masa-masa sebelum pandemic, tetap kebanjiran order bahkan setiap pekerja harus lembur untuk memenuhi permintaan pasar untuk kebutuhan sepatu safety ini. Sebelum pandemic pertumbuhan Osha Asia masih stabil dan memenuhi kebutuhan customer sesuai dengan pengadaannya. “ Saat ini pun tetap sama. Sehingga usaha kami dapat berjalan lancar dan tetap bisa dijalankan dari rumah untuk ruang kreatif dan marketingnya. Kami dapat menjalankan strategi secara online dan memenuhi kebutuhan klien untuk meeting via online. Target pertumbuhan saat pandemic ini masih stabil, tidak turun dan masih normal,”paparnya tentang Osha Asia yang saat ini masih  menggunakan bahan  material  85% impor.

Tak pelak, perusahaan mencoba berinovasi dan beradaptasi. Bukan hanya masyarakat yang perlu menyesuaikan dengan rutinitas new normal yang baru, pebisnis juga wajib melakukan penyesuaian pada kondisi dan peralihan saat pandemic ini.

Di tengah pandemic saat ini dimana kita dibatasi ruang gerak untuk bertatap muka secara langsung, membuat pebisnis  mulai meraba website online sebagai salah satu tempat menjalankan bisnis. Dan saat melakukan peralihan ke mekanisme online, pelaku bisnis akan merasakan perbedaan sikap yang disebabkan karena tidak adanya hubungan fisik. Oleh karenanya, membangun trust atau kepercayaan antara kedua pihak menjadi hal yang penting dalam memaksimalkan mekanisme online.

Untuk memanfaatkan teknologi dan internet untuk tetap menjalankan usaha secara online, ada beberapa platform atau marketplace yang dapat digunakan untuk jualan online atau melakukan promo secara online agar usaha tetap bertahan.

Menurutnya, pebisnis dituntut untuk mencari ide atau gagasan baru atau melakukan inovasi yang berbeda yang tidak pernah dilakukan oleh orang banyak atau pebisnis lain. Anda harus berani bereksperimen. Jangan sampai stop berpromosi walau dalam keadaan kritis, tetapi ganti strateginya dari hard selling jadi soft selling dengan memakai ide story telling yang bisa menyentuh sisi emosional customer, seperti tentang desas-desus sosial yang bisa memberi dampak positif. Kesuksesan akan terwujud bila Anda mempunyai energi dan rasa kepercayaan diri atas kekuatan yang dipunyai untuk melalui masa kritis.

“Dan berkenaan dengan dilakukan peralihan usaha ke mekanisme online, promo jadi alat yang perlu dalam membentuk bisnis online. Di zaman sekarang promo bisa dilaksanakan dengan beragam langkah, salah satunya ialah dengan kerjasama. Kerjasama bisa meluaskan jaringan promo yang tepat pada target. Dengan demikian, lakukan kerjasama dengan komune yang pas, hingga bisa tercipta simbiosis kualitasalisme antara kedua pihak,” papar Imam serius.

Selain kerjasama, promo dapat dilaksanakan dengan membuat promo content di socmed. Dalam hal ini, diperlukan ide kreatif agar menyajikan content yang berkaitan dan berguna untuk beberapa audience, oleh karenanya materi yang ditampilkan harus berisi info positif dan diposting rutin. “Stabilitas menjadi kunci dari kesuksesan sebuah content promo,”tukas Imam yang mulai bergabung di Osha Asia sejak 2014 ini.

Ia melanjutkan, berpromosi di media digital biayanya rendah tetapi high impact.  Bisa memaksimalkan keterbatasan budjet yang dimiliki perusahaan dengan memakai taktik marketing yang tepat sasaran. Misalnya dengan memakai influencer, biayanya lebih murah tapi efisien karena faktor jumlah  followers yang dimiliki oleh si influencer.

Sarjana Komunikasi lulusan Universitas Budi Luhur ini menambahkan,  strategi marketing yang dibangun haruslah inovatif. “Memang tidak diarahkan ke proses pembelian langsung, tetapi iklan yang dikenang oleh customer pada periode kritis akan membuat usaha masih tetap kuat dan bisa lebih stabil dan cepat growth-nya, bahkan juga sesudah kritis ini usai,”ujarnya.

Selain memprioritaskan taktik pemasaran,  menurutnya pelaku bisnis juga perlu memperhatikan penataan keuangan perusahaan secara baik. Keadaan yang disebabkan karena pandemi Covid-19 ini sudah memaksa segala lini bentuk usaha dan perusahaan untuk mengatur ulang mekanisme keuangan mereka, supaya usaha tetap berjalan lancar ditengah wabah. Membuat flow chat keuangan, menjadi satu diantara pilihan yang bisa diterapkan oleh beberapa pelaku bisnis. Hal itu bisa dilaksanakan dengan lakukan perbedaan budjet tiap minggunya, tunda pengeluaran yang tak perlu, ajukan kemudahan angsuran jika mempunyai utang tertentu, dan manfaatkan stimulan perpajakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Imam menilai, menjaga sebuah usaha di tengah-tengah wabah pasti bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan taktik yang matang, ide yang kreatif, rencana pemasaran, dan penataan budjet yang efisien agar bisa terus jaga konsistensi pergerakan usaha. Itulah yang telah dilakukan Osha Asia.

Lantas, bagaimana sistem manajamen sumber daya manusia di perusahaa ini?  Di masa pandemic ini disinyalir Osha Asia justru melakukan penambahan  jumlah karyawan?  Apa yang menarik ditandai disini?  Apakah  pengembangan karyawan juga masih akan menjadi agenda penting perusahaan?

Ia menjawab,” Pengembangan karyawan sangat penting, itu artinya usaha bisnis kami ikut berkembang dan maju sehingga membutuhkan SDM tambahan. Untuk saat ini tidak ada penambahan karyawan baru tetapi tidak ada pengurangan juga. Kami masih di sektor bisnis yang cukup aman ketika di saat pandemic ini banyak sekali yang terkena PHK. Kami juga masih menjalankan bisnis via online dan hanya bertemu klien di saat tertentu saja. Semua bisa kami lakukan remote dari rumah dengan mudah dan tetap mendapatkan permintaan kebutuhan sepatu safety yang maksimal,”. []Siti Ruslina/Foto:bogortrading.com