Implementasi CSR Pertamina, Mencapai Bisnis Berkelanjutan

Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina berkomitmen memprioritaskan keseimbangan dan kelestarian alam, lingkungan dan masyarakat. Dengan menyejahterakan manusia, alam, dan lingkungan, Pertamina akan mampu mencapai pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

Tujuan strategis program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina adalah meningkatkan reputasi dan kredibilitas Pertamina melalui kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang terintegrasi dengan strategi bisnis. Untuk mewujudkan tujuan ini, Pertamina mengimplementasikan strategi-strategi besar, seperti: Saling memberi manfaat (fair shared value); Berkelanjutan; Prioritas wilayah operasi dan daerah terkena dampak; Pengembangan energi hijau sebagai tanggung jawab terhadap dampak operasi.

Komitmen Pertamina dalam melaksanakan TJSL diwujudkan dalam berbagai kegiatan CSR yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, manajemen bencana, maupun bantuan khusus. Realisasi kegiatan dilaksanakan oleh seluruh unit kerja fungsi CSR Pertamina, baik di kantor pusat, unit operasi, maupun anak perusahaan. Beberapa kegiatan khususnya di bidang pendidikan dilakukan bersama dengan Pertamina Foundation.

Di bawah payung tema “Pertamina Sobat Bumi”, Pertamina mengimplementasikan program CSR untuk tujuan people, planet, and profit (3P). Tujuan ini menjadi fokus Pertamina dalam menjalankan operasinya, di mana produk-produk yang dikembangkan dan jasa yang diberikan peduli terhadap kelestarian lingkungan khususnya bumi untuk kepentingan dan masa depan generasi yang akan datang. CSR Pertamina berfokus pada empat isu yang menjadi pilarnya yaitu: Pertamina Cerdas, Pertamina Sehati, Pertamina Hijau dan Pertamina Berdikari.

Sementara sejak 2016, Pertamina memfokuskan pelaksanaan CSR guna mendukung pencapaian PROPER dengan mengedepankan aspek lingkungan, baik alam dan masyarakat sesuai persyaratan yang ditetapkan oleh Dewan PROPER (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia).

PT Pertamina (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilaksanakan oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat meraih 6 penghargaan di ajang Indonesia Green Awards (IGA)  tahun 2022.

Adapun keenam penghargaan tersebut diraih oleh empat unit operasi di wilayah operasional Regional Jawa Bagian Barat yakni Integrated Terminal (IT) Balongan Indramayu, Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Husein Sastranegara Bandung, Fuel Terminal (FT) Tanjung Gerem Cilegon dan FT Bandung Group.

Penghargaan diserahkan oleh La Tofi selaku Penggagas dan Ketua Tim Penilai Indonesia Green Awards kepada perwakilan dari masing-masing unit operasi yang hadir dalam acara malam puncak penganugerahan IGA pada 21/3 malam di Jakarta.

Sementara kegiatan CSR yang dilakukan Subholding Upstream Pertamina sepanjang tahun 2021, misalnya,  berhasil meraih 9 Proper Emas dengan 24 Proper Hijau, 5 Penghargaan Subroto Award, 9 Penghargaan Internasional, 22 Desa Predikat Proklim secara akumulatif dari KLHK, dan puluhan desa potensial Proklim.

“Mengimplementasikan kompetensi inti dalam program inovasi sosial menjadi kunci bagi kami dalam menjalankan program sosial dan lingkungan. Dalam kaitannya dengan kegiatan CSR, terutama aspek Community Involvement & Development (CID) yang dilakukan di lingkungan Subholding Upstream, merupakan bagian dari penerapan komitmen perusahaan terhadap aspek lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG) yang juga berkontribusi terhadap mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs,” jelas Arya Dwi Paramita, Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi selaku Subholding Upstream, pada 22/2.

Terdapat 9 Program inovasi sosial Proper Emas 2021 lingkungan Subholding Upstream Pertamina yang berhasil mendapatkan Anugerah PROPER Emas, antara lain Program Desa Cinta Bumi Tanggap Api PHE Jambi Merang, Pelita (Pendidikan Lingkungan untuk Anak) PEP Subang Field, Petani Maju 4.0 Pertamina Hulu Mahakam (PHM) BSP, Nelayanku Hebat PHM SPU, ‘Tante Siska’ (Tani Terpadu Sistem Inovasi Sosial Kelompok Setaria) PEP Sanga Sanga Field, ‘Kubedistik’ (Kelompok Usaha Bersama Disabilitas Batik) PEP Tarakan Field, Kampung Kopi Luwak Desa Prangat Baru PHKT DOBU, Pertanian Agroekologi JOB Tomori, dan ‘Salin Swara’ (Sampah Keliling Swadaya Masyarakat) PT Badak NGL.

“Dengan keberagaman inovasi sosial yang dilaksanakan juga diharapkan dapat membantu memberikan solusi terhadap permasalahan sosial setempat sehingga dapat menghasilkan dampak positif yang terukur dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” tambah Arya.

Subholding Upstream Pertamina menjalankan program berdasarkan pemetaan masalah dan kebutuhan multidimensi dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan dengan identifikasi kegiatan yang melibatkan kolaborasi multi stakeholder. “Hal yang paling utama adalah manfaat yang dihasilkan dari program lebih besar sehingga terbukti efektif dalam menyelesaikan masalah sosial,” jelas Arya.

Subholding Upstream Pertamina telah menghitung monetisasi dampak kebermanfaatan pelaksanaan program CID melalui pengukuran Social Return On Investment (SROI).

“Jika bicara pada kegiatan pengembangan ekonomi masyarakat yang memiliki hasil berupa produk, maka kita jangan berhenti hanya pada inovasi awalnya saja. Tetapi kita harus lanjutkan untuk memastikan siapa pembelinya. Sehingga diharapkan seluruh kegiatan terus dapat berkelanjutan. Sehingga produk yang dihasilkan oleh masyarakat dapat terjual dengan baik, terserap pasar, dan bermanfaat bagi semua pihak,” pungkas Arya.

Sementara Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin mengatakan, selama 24 tahun bahwa Proper telah berkembang menjadi platform bagi dunia usaha dalam melakukan praktik bisnis yang berkelanjutan dengan menerapkan prinsip ekonomi hijau. Disepanjang perjalanannya, Proper bertransformasi dari kriteria yang hanya terkait pengendalian pencemaran air, menjadi kriteria yang lebih komprehensif mengusung perbaikan berkelanjutan serta daya tanggap kebencanaan.

Pada tahun 2021, penghargaan Proper kembali diselenggarakan. Berdasarkan laporan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, peringkat Proper terdiri dari 2 kategori, yakni ketaatan untuk Proper Biru, Merah, dan Hitam serta kategori beyond compliance bagi perusahaan penerima penghargaan Proper Emas dan Hijau, dan di tahun 2021, tercatat terdapat 47 perusahaan penerima penghargaan Proper Emas.

Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) termasuk dalam perusahaan yang menerima penghargaan Proper Emas. Proper Emas ini diterima oleh 11 unit operasi yang tersebar di 5 wilayah regional Pertamina Patra Niaga, antara lain:

Regional Jawa Bagian Barat

1.         Fuel Terminal Cikampek

2.         Fuel Terminal Bandung Group

Regional Jawa Bagian Tengah

3.         Fuel Terminal Boyolali

4.         Fuel Terminal Maos

5.         Fuel Terminal Rewulu

6.         Integrated Terminal Semarang

Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara

7.         Depot Pengisian Pesawat Udara Ngurah Rai, Bali

8.         Fuel Terminal Tuban

9.         Integrated Terminal Surabaya

Regional Kalimantan

10.       Depot Pengisian Pesawat Udara Sepinggan, Balikpapan

Regional Sulawesi

11.       Depot Pengisian Pesawat Udara Hasanuddin, Makassar

 Pjs. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan,  penghargaan yang diterima ini adalah bentuk keberhasilan perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Penghargaan 11 PROPER emas ini menggambarkan bahwa pengelolaan Pertamina untuk aspek lingkungan hidup terus memberikan kualitas yang semakin baik, program CSR disusun dengan konsep berkelanjutan, dan inovasi sosial yang spesifik dengan kondisi lingkungan di area lokasi kerja, karakter dan kebutuhan masyarakat sekitar, sehingga dipastikan program CSR memberikan nilai tambah dan mendukung pertumbuhan perusahaan dan juga pembangunan masyarakat dan lingkungan, secara berkesinambungan,” jelas Irto.

 “Meskipun di tengah pandemi, Pertamina Patra Niaga terus memastikan seluruh program tanggung jawab sosial perusahaan berdampak positif bagi masyarakat. Sekali lagi terima kasih atas diberikannya 11 Proper Emas bagi Pertamina Patra Niaga, untuk menjaga keberhasilan ini, Pertamina Patra Niaga tentu akan terus menjaga kinerja operasional sekaligus memastikan kehadiran perusahaan bagi masyarakat sekitar terus dirasakan manfaatnya,” terang Irto.

Masih banyak lagi kegiatan-kegiatan CSR yang dilakukan Pertamina Holding dan subholding serta unit kerja lainnya, diantaranya membangun desa binaan (Pertamina Village), Employee Volunteerism. Employee volunteerism juga telah melahirkan komunitas Relawan Pertamina Peduli yang berperan aktif, menjadi garda terdepan dalam setiap tanggap darurat bencana. Pendistribusian bantuan pun menjadi lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan korban.

Di samping itu, ada program kemitraan merupakan upaya Pertamina untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri. Program ini dilakukan dengan menyalurkan dana pinjaman, pendampingan, serta pembinaan usaha.

Penyaluran Dana Pinjaman Program Kemitraan diberikan dengan nilai hingga Rp 200 juta dan jasa administrasi sebesar 3 persen per tahun. Setelah modal, mitra binaan ditingkatkan kemampuannya sehingga dapat bersaing menjadi tangguh dan mandri. Program terdiri dari upskilling bidang keuangan, marketing, promosi, maupun lainnya yang menyangkut peningkatan produktivitas Mitra Binaan.

Program Disaster Management merupakan program yang diwujudkan sebagai bentuk respon cepat Pertamina terkait dengan terjadinya insiden bencana. Kegiatan unggulannya meliputi; Human Touch/Interaction, Quick Response, Penyerahan Bantuan dan Survey, Pelayanan Medis – Pemeriksaan Kesehatan & Trauma Healing serta Pelibatan Masyarakat dalam Dapur Umum.

Program Scholarship ini merupakan bentuk peran sosial Pertamina untuk turut serta mendukung Pemerintah dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional, khususnya bagi masyarakat yang lebih membutuhkan. Program CSR Pendidikan ini dikemas dalam Beasiswa, Sekolah 3T, Pendidikan Khusus dan lainnya.

Bersama Pertamina, para pelajar di seluruh Indonesia bisa terus menggapai cita-citanya, mewujudkan mimpi-mimpinya di masa depan. Berbagai Beasiswa seperti Sobat Bumi Reguler, Sobat Bumi Inspirasi Indonesia Timur, Khusus Sumbawa, Harapan (Kecelakaan Kerja) dan Himpana dan Laskar Pelangi menjadi pembuka jalan dalam mewujudkan mimpi pelajar Indonesia untuk terus mengenyam dunia pendidikan dan banyak lagi lainnya.

Menurut Direktur Strategi, Portofolio & Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) Iman Rachman, Komitmen penuh Pertamina dalam penerapan aspek Environment, Social, Governance (ESG) telah mendorong peningkatan rating ESG  Pertamina secara global. Pertamina telah menerima ESG Risk Rating oleh Sustainalytics sebesar 28,1 dan  dinilai berada pada risiko Medium dalam mengalami dampak keuangan material dari faktor-faktor ESG.

“Semoga semangat, kerja keras dan komitmen yang telah dilakukan tidak berhenti di sini, namun  pencapaian ini merupakan awal dari perjalanan untuk membawa perubahan global ke arah yang lebih  baik,” tandas Iman.[] Yuniman Taqwa