Hampers Imago Raup Omzet Ratusan Juta Jelang Lebaran 2022
Selama bulan Ramadan 2022 ini PT Bumi Oma Henshin (BOH) mampu meraup omzet ratusan juta dalam tempo satu bulan. Sedikitnya 1600 paket hampers terjual menjelang Idul Fitri 1443 H. Apa kiat sukses Henry Hidayat, owner BOH?
Brand Madu Imago Raw Honey milik PT Bumi Oma Henshin (BOH), pada momen special occasions, seperti Hari Raya Idul Fitri menuai peningkatan omzet yang cukup signifikan. Apalagi Covid-19 kini mulai melandai dan bila dua tahun terakhir korporasi banyak yang memangkas anggaran karena pandemic, namun memasuki tahun 2022, korporasi mulai bangkit kembali dan beraktivitas normal, seperti sebelum pandemic.

Adalah Henry Hidayat, owner BOH yang mengemas aneka madu menjadi souvenir di acara gathering perusahaan dan momen hari raya seperti lebaran, natal dan tahun baru. Pun tahun ini omzetnya tumbuh pesat. “Sejak Maret lalu, penjualan ke corporate mencapai 70 persen di-cover hampers dan sisanya masuk ke ritel. Bahakan, sejak awal Ramadan terpaksa penjualan online di beberapa platform ke ritel di stop dulu, karena mengejar permintaan corporate sangat banyak,” katanya kepada pelakubisnis.com, 23 April lalu.
Henry menambahkan, sejak awal berdirinya Imago, segmen pasar yang dibidik adalah corporate (business to business/B to B) . Pada tahun 2019, ketika Imago launching sudah membidik pasar corporate dengan kemasan hampers. Tapi sekarang hampers nya diperluas tidak hanya madu, melainkan beberapa produk UMKM untuk menarik minat pasar.
Sejak awal Maret lalu, kata Henry, permintaan mulai meningkat. Tak urung kesibukan menyiapkan paket-paket hampers menjelang Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. “Meskipun Imago mengeluarkan paket standar, tapi juga menerima customize. Justru order yang diterima kebanyakan customize,” katanya. Biasanya pemesan hampers madu akan menambah produk-produk tambahakan, misalanya sejadah, produk rosela dan sebagainya.
Karena banyaknya pemesanan customize, kata Henry, akhirnya terbuka peluang kolaborasi dengan banyak pihak. Untuk hampers tahun ini Imago berkolaborasi dengan UMKM di Bogor. Isi hampers berupa madu, granola, cookies sampai sajadah dari UMKM asal Bandung. “Tapi brand hampers tetap Imago, Cuma untuk label produk dari masing-masing UMKM,” jelas lulusan Tourism Management, Sekolah Tinggi Pariwisata (NHI) Bandung ini yang diawal karirnya sempat menjadi Konsultan Pariwisata.
Sebelum melakukan kolaborasi dengan UMKM lain, kata Hanry, dilakukan kurasi karena banyak produk-produk UMKM yang ingin bergabung dengan Imago. Berdasarkan hasil kurasi tersebut baru ditentukan UMKM-UMKM mana saja yang bisa berkolaborasi dengan Imago.
Lebih lanjut ditambahkan sejak tahun 2020 Imago sudah melakukan penjualan hampers dengan melakukan kolaborasi dengan banyak pihak. Meski Indonesia sedang dilanda pandemic Covid-19, namun demikian, bagi Imago – kondisi itu – tidak terpengaruh. Mungkin karena bergerak di bidang kesehatan (suplemen untuk meningkatkan imun tubuh-red), sehingga secara omzet justru meningkat. Trennya dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan. Dari sisi jumlah pelanggan baik corporate maupun ritel juga meningkat.“Dari sisi exposure banyak liputan-liputan dari media dan public figure. Kondisi ini juga yang mendorong Imago cepat dikenal,” tambahnya.

Pada tahun 2020 ke 2021, misalnya, penjualan Imago tumbuh tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2020 omzetnya baru mencapai Rp 25 juta per bulan. Angka ini meningkat menjadi Rp 75 juta per bulan pada tahun 2021. “Selama tahun 2021 tren penjualan di kisaran Rp 70 juta sampai Rp 200 juta perbulan. Dan puncak penjualan terjadi pada menjelang hari Raya Idul Fitra tahun ini,” tambah Henry.
Tapi tahun ini, menurut Henry, dengan dibukanya “keran” pariwisata dan lain-lain, trennya akan makin terbuka untuk UMKM. Jelang lebaran tahun ini, peningkatan omzet jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi korporasi sudah mulai banyak kegiatan. Bahkan, tahun ini tak sedikit korporasi yang mulai membagi-bagi hampers untuk klien. Sedangkan pada tahun 2020 Imago lebih mengandalkan penjualan ritel, karena anggaran corporate dialihkan ke penanggulangan pandemic Covid-19.
Apalagi pemerintah mulai memperbolehkan masyarakat untuk mudik lebaran. Kebijakan ini menjadi salah satu pendorong peningkatan omzet Imago. “Banyak masyarakat membeli hampers untuk di bawa ke kampung halaman. Ada lebih dari 100 perusahaan yang memesan hampers dari Imago. Sedangkan khusus lebaran rahun ini sekitar 20-an perusahaan yang memesan hampers dari Imago,” lanjutnya. Beberapa kementerian dan beberapa dinas di Pemda Jawa Barat, hampers lebarannya Imago yang support. Untuk lebaran tahun ini sudah terjual sekitar 1600 hampers yang yang 70 persen pesanan corporate.
Henry mengatakan, kemarin mendapat order dari TNI Angkatan Darat, sekitar 1300 hampers. Angka itu hampir melampaui target bulanan BOH. Saat diwawancara Henry juga sedang menyiapkan hampers untuk Sarinah Indonesia, dimana pada tanggal 25 April 2022, Gedung Sarinah mengadakan event Pembukaan Sarinah Trading house di lantai 5 khusus untuk produk-produk ekspor yang dihadiri Menteri BUMN, Erick Thohir.
“Di situ khusus kurasi produk-produk siap ekspor. Madu Imago salah satunya produk yang lolos kurasi dan siap ekspor. Bahkan Imago terpilih untuk hampers nya sebagai special gift untuk tamu-tamu VIP,” katanya seraya menambahkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan beberapa perusahaan lain serta beberapa public figure memesan hampers dari Imago, walaupun dengan sistem maklon.
Ide kreatif desain kemasan, diakui Henry, banyak terinspirasi dari laman pinterest. Karena di situ muncul visual yang lucu-lucu. Kemudian dilakukan modifikasi dan disesuaikan dengan bahan-bahan yang ada di sini. “Kadang saya suka jalan, misalnya ke mall, saya suku foto dan melihat bahan kertasnya jenis apa, sehingga saya buat desain kemasan, seperti ini,” ujarnya sambil memberi contoh salah satu kemasan Imago yang terbuat dari bahan kertas yang ramah lingkungan.
Henry yang mulai berjualan madu Sumbawa pada tahun 2018 ini mulai terinspirasi menjadikan madu sebagai souvenir di acara-acara gathering perusahaan. Walaupun saat itu hanya sebatas iseng, namun ia tak menyangka bila usaha menjual madu ini berbuah manis. Pria kelahiran tahun 1982 ini mulai bekerja lebih serius melakukan riset pasar dan mencari sumber bahan baku berkualitas. Baru setahun kemudian ( 2019) ia meluncurkan brand Imago Raw Honey.[] Siti Ruslina/Yuniman Taqwa
