CT Corp Optimis Allo Bank Akan Melesat

Pada Maret 2021 PT Mega Corpora mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa keuangan (OJK)  untuk mengakuisisi BHI Tbk yang kemudian pada Juni 2021 resmi berganti nama menjadi PT Allo Bank Indonesia Tbk (Allo Bank).  Pada 20 Mei lalu,  Allo Bank pun diluncurkan.

Jumat 20 Mei 2022 malam, CT Corp  meluncurkan bank digital Allo Bank yang disiarkan langsung oleh Trans TV dan Trans7. Dan tak tanggung-tanggung, peluncuran bank digital tersebut dikemas dalam parade musik spektakuler selama tiga malam (20 – 22 Mei 2022) berturut-turut dengan tajuk “Allo Bank Festival 2022” yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta.

Peluncuran dibuka dengan penampilan memukau dari boy group asal Korea Selatan, NCT Dream. NCT Dream membawakan lagu hits mereka yang berjudul Hot Sauce dan Ridin’. Tak urung membuat NCTZen histeris.  Allo Bank kemudian menampilkan Raisa dan Kahitna, Keduanya menyanyi sebuah lagu yang membuat penonton sing along.

Tak lama kemudian, Pimpinan CT Corp, Chairul Tanjung secara resmi meluncurkan Allo Bank. Dalam peresmiannya, Chairul mengatakan,  Allo Bank merupakan bank digital yang berbeda dari bank digital lainnya. “Allo Bank bukan sekedar bank digital biasa. Allo Bank akan memudahkan kehidupan para nasabah dengan menghadirkan segara kebutuhan fisik dan digital secara digital. Dengan Allo Bank, para nasabah akan mudah melakukan transaksi perbankan. Semua dapat mudah dilakukan tanpa biaya apapun,” tandasnya.

Menurut Chairul Tanjung,  selain ekosistem CT Corp, akan ada banyak tenant lain yang nantinya akan bergabung dengan Allo Bank. Seperti Indomaret, Bukalapak, Grab, dan sebagainya. Oleh karenanya, jangan tunda. Segera buka Allo Bank sekarang juga dan tingkatkan menjadi Allo Bank. “Buka Allo Bank, buka masa depan.” Kata Allo merupakan kepanjangan dari all in one, yang bermakna one for all, all for one,” ungkap CT panggilan akrab Chairul Tanjung.

Lebih lanjut ditambahkan, Allo Bank tidak hanya digunakan untuk perbankan, aplikasi ini juga bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari paylater hingga Rp100 juta, deposito dengan bunga yang lebih tinggi, diskon hingga 35 persen dengan tambahan cash back 5 persen di semua merchant CT Corp.

Pada minggu pertama peluncuran, Allo Bank ditargetkan bisa menjaring 1 juta nasabah. Ke depan, Allo Bank menargetkan menjangkau hingga 50 juta nasabah.”Kita menargetkan 1 juta customer dalam minggu pertama Allo Bank dilaunching. Tahapan berikutnya kita berharap 10 juta dalam satu tahun pertama. Pada akhirnya kita berharap ada 10, 20, 30 dan bisa sampai 50 juta konsumen yang terdaftar jadi nasabah Allo Bank,” kata Founder & Chairman CT Corp, pada  20/5, sebagaimana dikutip dari. liputan6.com.

Allo Bank kini hadir untuk kamu yang ingin mewujudkan semua kebutuhanmu mulai dari segi finansial hingga hiburan. Semua kamu bisa dapatkan dengan mudah dan cepat dalam satu genggaman  melalui Allo Apps. Allo Bank ingin selalu berinovasi dan memberikan terobosan baru berbasis teknologi untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Sejarah berdirinya Allo Bank – dulunya bernama PT Bank Artha Griya pada tahun 1992. Bank ini berubah nama menjadi PT Bank Harda Griya pada tahun 1993. Kemudian pada tahun 1996 berubah nama kembali menjadi PT Bank Harda Internasional  Tbk (BHI). Kemudian BHI pada 2015 melempar saham perdana (IPO) ke masyarakat. Tahun 2021, BHI resmi diakuisisi oleh PT Mega Corpora yang mendapat persetujuan oleh Otoritas Jasa keuangan (OJK) pada Maret 2021. Baru pada Juni 2021 BHI Tbk resmi berganti nama menjadi PT  Allo Bank Indonesia Tbk.

Ungkapan “Banking is necessary, banks are not” oleh Bill Gates pada tahun 1994 mungkin menjadi cerminan nyata yang terjadi di era ini. Neo Bank hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut. Tanpa harus memiliki banyak kantor cabang atau asset fisik value layanannya bank konvensional, mereka dapat memberikan value proposition seperti biaya layanan yang relatif  rendah dan tampilan user friendly yang digemari millennial.

Salah satunya adalah Allo Bank! Direktur Utama Allo Bank Indonesia, Indra Utoyo mengungkapkan,  ada beberapa target dan harapan yang akan dikejar setelah peluncuran ini. Salah satunya adalah sisi layanan yang harus bisa mendukung ekosistem yang didukung Allo Bank, sebagaimana dikutip dari cnbcindonesia.com, pada 20/5.

“Di sisi layanan bank, saya rasa mulai dari menyimpan, e-money, e-wallet, saving, deposito, pay later, dan juga instant cash, top up, bill payment, ini harus bisa mendukung berbagai ekosistem non finansial yang disupport Allo Bank,” ujar Indra dalam Cuap Cuap Cuan ‘Auto Sultan Dari Saham’, pada 20/5.

Dengan begitu, menurutnya hal ini akan melahirkan lebih banyak fitur dan manfaat sehingga Allo Bank dapat menjadi utilitas kehidupan perjalanan yang dikembangkan. Pertama tentu dengan CT Corp dulu, setelah itu dengan strategic partner yang lain seperti Indomaret, Grab, Bukalapak, Traveloka, terus kita kembangkan.

Ada pun  Visi  Allo Bank adalah menjadi Bank Digital terbaik melalui aplikasi All in One dengan memanfaatkan ekosistem untuk memberikan nilai tambah yang sebesar-besarnya bagi bangsa.

Sementara Misinya  sebagai penyedia produk dan layanan perbankan digital inovatif terintegrasi dengan ekosistem yang memberikan solusi dan pengalaman nasabah yang mulus atau disebut juga seamless customer experience bagi nasabah serta memberikan nilai tambah yang tinggi kepada seluruh pemangku kepentingan.

Chairman CT Corp sekaligus pemilik PT Allo Bank Indoensia Tbk, Chairul Tanjung optimis saham Allo Bank di IHSG bakal segera rebound. Seperti diketahui, saham-saham bank digital dalam beberapa hari terakhir terus mengalami koreksi, sebagaimana dikutip dari idxchannel.com, pada 19/5.

Menurut CT,  ada filosofi harga saham naik-turun adalah peristiwa biasa. Dia mengibaratkan dengan seseorang membeli murah di harga rendah kemudian mencari keuntungan dengan menjual.

“Tetapi saham bank digital pada akhir-akhir ini bukan tren nasional tapi tren dunia itu sedang terjadi yang namanya koreksi, namun alhamdulillah koreksi itu kalau untuk Allo Bank sendiri itu tidak terlalu dalam dan segera bisa rebound,” ujar CT dalam konferensi pers launching Allo Bank di Istora Senayan, pada 19/5.

Terbukti, pada perdagangan sesi I Kamis (19/5) ini, saham BBHI (kode saham Allo Bank-red) terpantau menguat 3,24 persen menjadi Rp5.100 per saham. “Jadi saya melihat untuk Allo Bank dan perkembangan sahamnya mulai diambil alih oleh CT Corp dan disampaikan di Bursa, sampai hari ini kalau anda lihat grafiknya alhamdulillah masih sangat baik performance-nya,” jelas CT.

Menurut CT, hal ini tentu membuat para investor bahagia. “Masuk murah keluar mahal kan cuan gede, jadi saya masih optimis untuk sahamnya Allo Bank,” lanjutnya sambil menambahkan berdasarkan data RTI, saham BBHI sepanjang tahun ini meroket 26,7 persen dari harga sebelumnya Rp4.024 per saham. Sedangkan selama enam bulan terakhir BBHI terbang 49,13 persen.

Mengutip data RTI, pada 20/5, hingga perdagangan istirahat saham BBHI naik Rp 300 atau 5,79% ke harga Rp 5.325. Pada pukul 10.00 WIB tadi harga saham Allo Bank bahkan sempat menguat 9,45% ke level Rp 5.500/unit. Harga saham Allo Bank bergerak di kisaran Rp 5.075 hingga Rp 5.550 hingga siang hari ini. Volume perdagangan saham BBHI hingga siang ini mencapai 8,7 juta saham, dengan nilai transaksi saham BBHI Rp 46 miliar. Tercatat, kapitalisasi pasar Allo Bank pada sesi pertama perdagangan mencapai Rp 115 triliun, sebagaimana dikutip dari detik.com, pada 20/5.

Ke depannya, phydigital atau physical dan digital experience akan semakin massif terlihat dari hasil survei Inventure-Alvara yang menunjukkan bahwa 44,4% responden akan melakukan transaksi layanan secara online sebagian offline, dengan transaksi offline terbanyak yaitu menabung 77,4% dan membuka tabungan sebanyak 76,5%, lihat Laporan Utama pelakubisnis.com, pada Februari 2022. [] Yuniman Taqwa