Di Balik Sukses PT Cisarua Mountain Dairy Tbk Catat Laba Bersih Rp 2,03 Triliun

Realisasi Laba Usaha PT Cisarua Mountain Dairy Tbk tahun 2025 mencapai  Rp2,27 triliun atau naik sebesar 35,76% dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan Laba Bersih mengalami kenaikan sebesar 33,80% menjadi Rp2.03 triliun. Apa Rahasianya?

Minggu Pertama Mei lalu, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY)  melepas ekspor perdana dua kontainer produk yogurt ke Vietnam senilai USD 65 ribu. Pelepasan ekspor perdana ini dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Fajarini Puntodewi, di Pabrik Olahan Susu Sentul, Jawa Barat.

Puntodewi menyampaikan, pencapaian ini membuktikan kualitas produk dairy Indonesia mampu bersaing di kancah global. “Pelepasan ekspor perdana ke Vietnam oleh PT Cisarua Mountain Dairy Tbk merupakan bukti kemampuan produk Indonesia mengikuti selera pasar, menjaga kualitas, dan memenuhi standar internasional. Langkah ini semakin meneguhkan posisi dan daya saing produk yogurt nasional di pasar Vietnam dan Asia,” ujar Puntodewi.

Vietnm merupakan salah satu pasar ekpor utama dengan brand Cimory, khususnya untuk produk thick yogurt. Visibilitas dan kehadiran merek terus diperkuat melalui kolaborasi pemasaran dan aktivitas product sampling di pasar setempat. Selain Vietnam, Cimory juga telah memperluas jangkauan ekspor ke sejumlah negara, antara lain Filipina, Malaysia, Tiongkok, Hong Kong, Brunei dan beberapa negara lainnya.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersinergi demi memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global. Pelepasan ekspor oleh PT Cisarua Mountain Dairy Tbk merupakan bukti produk olahan susu bernilai tambah dapat diterima oleh pasar internasional, termasuk oleh pasar nontradisional seperti negara-negara di kawasan Afrika dan Timur Tengah,” ungkap Puntodewi.

Produk-produk dengan brand Cimory/foto website cimory.com

Manufacturer Director PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, Pamungkas Bayu Triprasetyo, mengapresiasi dukungan Kemendag dalam pengiriman perdana yogurt ke Vietnam. Langkah ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk terus mendorong pertumbuhan ekspor nasional serta memperkuat kontribusi industri makanan dan minuman Indonesia di pasar global.

“Pelepasan ekspor perdana ke Vietnam hari ini merupakan komitmen kami untuk memperkuat ekspansi ke pasar internasional. Kami optimistis, seiring dengan penerimaan konsumen dan pertumbuhan pasar, permintaan terhadap produk yogurt Indonesia akan terus meningkat,” jelas Pamungkas.

Meski kontribusinya hanya 1% terhadap total penjualan 2025, ekspor CMRY tahun 2025 terpantau naik 50,6% menjadi Rp108,7 miliar, sementara penjualan di pasar domestik hanya naik 18,6% menjadi Rp10,6 triliun.

“Melalui ekspansi ini, CMRY diharapkan dapat terus meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui produk olahan susu berkualitas tinggi,” ujar Dinar Primasari, Corporate Secretary CMRY, dalam keterangan tertulis di laman resmi Cimory.

Cimory Group terus memperkuat posisi sebagai produsen produk bernutrisi tepercaya dengan mengedepankan inovasi sebagai penggerak utama pertumbuhan berkelanjutan. Mengusung tema “Trusted Nutrition, Powered by Innovation”, Perseroan menegaskan komitmen untuk menghadirkan produk bernutrisi berkualitas tinggi yang dipercaya oleh konsumen, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

Sepanjang tahun 2025, Cimory Group mencatat pertumbuhan signifikan yang didorong oleh inovasi berkelanjutan pada portofolio produk susu dan makanan konsumen. Pengembangan produk yang responsive terhadap kebutuhan pasar, didukung oleh peningkatan. kapasitas produksi, ekspansi fasilitas operasional termasuk pembangunan pabrik baru, serta perluasan jangkauan bisnis baik dari sisi lokasi maupun cakupan usaha, menjadi fondasi utama dalam memperkuat daya saing Perseroan. Di sisi distribusi, pertumbuhan pesat jaringan Miss Cimory serta penguatan saluran Modern Trade dan General Trade turut memperluas akses konsumen terhadap produk-produk Cimory Group. Sejalan dengan itu, Perseroan juga mengintensifkan penetrasi pasar ekspor sebagai bagian dari strategi pertumbuhan regional dan global.

RUPS PT PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY)/foto: website cimory.com

Berdasarkan annual report tahun 2025 penjualan Cimory Group mencapai Rp 10,72 Triliun atau meningkat sebesar 18.82 persen dibandingkan tahu buku 2024.. Nilai sebesar itu disumbang dari penjualan segmen produk olahan suku sebesar Rp 4,07 Triliun atau 38 persen dan penjualan segmen produk makanan olahan sebesar Rp6,65 Triliun atau 62 persen.

Sementara laba bersih tahun 2025 mencapai Rp 2,03 Triliun. Angka ini meningkan dibandingkan tahun buku 2024 hanya sebesar Rp 1,51 Triliun. Dari laba bersih tahun 2025 Cimory Group membagikan deviden sebesar 1Rp 1,59 Triliun ata 78,06 persen dari laba bersih.

Pada tahun 2025, Perseroan menargetkan kenaikan penjualan bersih pada kisaran 15%-20%. Dari target tersebut, Perseroan berhasil memperoleh penjualan  bersih Rp10,72 triliun atau meningkat sebesar 18,82%.

Sementara Laba Usaha dan Laba Bersih ditargetkan tumbuh double digit pada tahun 2025. Realisasi pencapaian untuk Laba Usaha adalah Rp2,27 triliun atau naik sebesar 35,76% dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan Laba Bersih mengalami kenaikan sebesar 33,80% menjadi Rp2.03 triliun.

Alokasi tersebut sudah termasuk dividen interim Rp 793,47 miliar yang dibayar pada 30 Oktober 2025. Adapun Dividen Final akan didistribusikan kepada para pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan (recording date) pada tanggal 21 April 2026 dengan tanggal pembayaran dividen final 30 April 2026, sehingga setiap saham akan memperoleh dividen final sebesar Rp 100,00 (Seratus Rupiah) dengan memperhatikan peraturan perpajakan yang berlaku. Sedangkan sisa laba bersih akan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk pengembangan kegiatan usaha Perseroan.

Keberhasilan pencapaian target ini didukung oleh inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen, strategi ekspansi yang tepat, serta optimalisasi proses bisnis yang semakin memperkuat daya saing Perseroan.

Menurut Direktr Utama PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, Farell Grandisuri Sutantion, memasuki tahun 2026, optimis namun tetap berhati-hati. Secara global, isu-isu utama termasuk potensi eskalasi perang dagang AS-Tiongkok, konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, potensi munculnya kembali tekanan inflasi, dan risiko gangguan rantai pasokan, dapat berdampak kepada negara-negara berkembang.

Pemerintah dan pelaku industri memandang bahwa sektor makanan dan minuman akan tetap tumbuh positif di 2026 sejalan dengan stabilnya pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan berada di kisaran 5,0–5,4%. Sektor ini dipandang sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026. Sektor industri makanan dan minuman di Indonesia diperkirakan tumbuh sekitar 6,06% pada 2026.

Merujuk pada proyeksi tahun 2026, stabilitas ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat di Indonesia diharapkan mendorong pengeluaran konsumen untuk produk makanan yang praktis dan sehat. Direksi menyakini bahwa Perseroan berada dalam posisi yang kuat untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan di industri makanan dan minuman di Indonesia.

“Ke depannya, kami akan terus fokus untuk meningkatkan keunggulan kompetitif yang dimiliki, memperkuat sinergi bisnis dan meningkatkan efisiensi, sehingga dapat meningkatkan profitabilitas serta menjaga pertumbuhan usaha Perseroan dalam jangka panjang,” tandas Farell. [] Yuniman Taqwa