Kisah Sukses Generasi Ketiga Salim Group
Kepak sayap bisnis Salim Group semakin melesat di bawah kepemimpinan Axton Salim. Bagaimana rekam jejak generasi ketiga ini memimpin perusahaan keluarga?
Siapa yang tak kenal konglomerat Sudono Salim alias Liem Sioe Liong. Di bawah bendera Salim Group yang merupakan konglomerasi terbesar di Indonesia, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (ISM) didaulat sebagai produsen mie instan terbesar di dunia. Sedangkan PT Bogasari Flour Mills (Bogasari) yang semakin sukses merupakan industri pengolahan tepung terigu besar di Indonesia. Gurita bisnis Salim Group pun kian meluas ke industri oil palm plantations, di atas tanah yang diperkirakan mencapai seribu kilometer persegi.
Tak hanya di industri makanan minuman (mamin-red) dan perkebunan kelapa sawit, Salim Group juga sudah cukup lama masuk ke industri properti. Beberapa sektor yang digarap Salim Group diantaranya bisnis hotel dan resort, hingga real estate dan banyak lagi lainnnya.
Proses estafet kepemimpinan Salim Group berjalan mulus. Jauh sebelum wafat pada 10 Juni 2012, pucuk pimpinan perusahaannya dipercaya oleh puteranya, Anthoni Salim. Di era 1997-1998, Om Liem (panggilan Liem Sioe Liong) telah melepaskan gurita bisnisnya, dan menyerahkan kepada Anthoni Salim.
Di tangan generasi kedua, Salim Group berkembang lebih baik. Telah Terbukti bisnis Salim Group memunculkan tren baru dengan inovasi yang cepat. Contohnya gerai ritel modern Indomaret, menjadi trendsetter bisnis waralaba di Indonesia.
Menjabat posisi Presiden Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (ISM) di masanya, Anthoni Salim yang sekaligus pemimpin Salim Group tetap dipertahankan hingga generasi ketiga. Anthoni mempercayakan salah satu perusahaan besar di keluarga konglomerat ini untuk dipegang oleh putera keduanya, yakni Axton Salim.
Pria muda alumnus University of Colorado, Amerika Serikat pada tahun 2002 ini menerima tongkat estafet untuk meneruskan PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP-red). Namun demikian, sebelum menduduki pucuk pimpinan Salim Group, Axton Salim memulai kariernya di Bank Credit Suisse di Singapura sebagai Brand Manager di PT Indofood Fritolay Makmur pada tahun 2004.
Axton yang masih berusia kepala tiga telah dipercaya menjadi pengambil kebijakan (stakeholder) di jajaran kepengurusan alias Direksi di PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP). Sejak menempati posisi Direktur Indofood pada 2009, Axton merupakan direktur termuda dari sembilan anggota dewan direksi lainnya. Boleh jadi ia sekaligus memutuskan go public pada akhir kuartal ketiga 2010 silam.
Pewaris bisnis Indofood ini pernah menjabat sebagai Kepala Dairy Divisi serta Divisi Pemasaran Korporat, Wakil Presiden Direktur PT Indolakto, Direktur Non-Eksekutif Indofood Agri Resources Ltd dan Gallant Venture Ltd, Direktur Pacsari Pte Ltd, Direktur Codigo Pte Ltd, dan menjabat sebagai Komisaris PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk, dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk.
Adapun, jabatan lain yang pernah dia emban adalah sebagai eksekutif di Scaling Up Nutrition (SUN) Business Advisory Group dan Art Photography Centre Ltd. Selain meneruskan dinasti perusahaan keluarga, Axton merambah peluangnya di sektor digital dengan membuka bisnis startup.
Sejak 2017, Axton adalah inisiator untuk startup Block71, sebuah fasilitas inkubator dari kerja sama antara Salim Group dengan National University of Singapore (NUS) Enterprise, yang menghubungkan pelaku startup Indonesia dan Singapura. Tujuan startup ini untuk membawa pasar Indonesia ke mancanegara. Apalagi sekarang Block71 juga sudah membuka kantor di San Fransisco, AS.
Dan tak berhenti sampai di situ, investasi Salim Group di sektor digital dilanjutkan dengan startup Popbox Asia Services di Singapura yang menyediakan jasa sewa loker serta layana pengiriman, penerima dan pengembalian barang.
Axton banyak melakukan inovasi dari rasa produk terkenal dari Indofood, yakni Indomie. Inovasi mie instan tersebut bertambah banyak seiring dengan tren makanan di Indonesia yang kian berkembang pesat. Salah satu inovasi rasa Indomie yang mengikuti perkembangan zaman yakni Indomie goreng rasa ayam geprek
Berbekal pengalaman yang sangat luar biasa dalam berkarier, Axton Salim sang Direktur ICBP ini membagikan tips bagi generasi muda untuk meraih kesuksesan. Tips pertama dari Axton pewaris dari ICBP yakni jangan bandingkan kehidupan dan kemampuan diri sendiri dengan orang lain.
Kedua mengubah persepektif dan definisi tentang kesuksesan serta kegagalan. Ketiga adalah jadilah orang yang memiliki empati dan simpati dengan menempatkan diri sendiri di posisi orang lain dan memahami perasaan juga perspektif orang lain.
Ia menceritakan tantangannya saat pertama kali bergabung dengan bisnis keluarganya, yaitu mempertahankan nilai-nilai perusahaan sekaligus menggabungkan dunia teknologi terkini, sebgaimana dikutip dari wartaekonomi.co.id, pada 22 november 2021.
Dalam video YouTube IDN Times yang bertajuk “Indonesia Millennial Summit – Kisah Lucu Indomie yang Diklaim Jadi Produk Asli Senegal”, Axton mengatakan kunci sukses Indofood dalam mempertahankan selera masyarakat Indonesia terhadap produk-produknya seperti Indomie, Chitato, dan lain-lain karena mereka selalu mendengarkan keinginan, kebutuhan dan kepuasan pelanggan. Sehingga, jangan aneh ketika melihat produk-produk Indomie bervariasi mulai dari Indomie Seblak hingga Ayam Geprek. Karena, Indomie juga terinspirasi dari makanan yang sedang hype dan viral di tengah masyarkat Indonesia.
Selain sebagai pebisnis tersohor, pria yang lahir pada 1 Januari 1979 ini pun pun acap memamerkan kegiatan-kegiatan sosial melalui akun Instagram. Bahkan, tak canggung menunjukkan sisi humoris lewat humor-humor yang di upload di media sosialnya. Pada instagram pribadinya memposting menggunakan kemeja unik. Kemeja putih yang dipakainya ini berdesain tulisan salah satu produk Indofood, Bogasari.
Axton banyak terlibat pada peduli pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Misalnya menjalin kerjasama dengan Ruang Guru dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia. Pada 12 November 2018, misalnya, ketiga lembaga tersebut meluncurkan Kampanye Sosial Hidup Sehat yang bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional ke-54. []Yuniman Taqwa
.


