PHOTOVOLTAIC & STORAGE (PVS) ASEAN 2023
Ajang kolaborasi pelaku bisnis energi tenaga surya Photovoltaic & Storage (PVS) ASEAN 2023 sukses digelar dengan menghadirkan 33 peserta pameran. Dari event ini tercipta kolaborasi dan tak sedikit investor-investor luar negeri yang tahun depan siap menjajaki kerja sama investasi dengan para pelaku bisnis di tanah air dalam upaya akselerasi PLTS di era transisi energi.
Hari itu (14/11) menyambut Hari Listrik Nasional ke-78, Konferensi dan Pameran tahunan kelistrikan dan energi terbesar di ASEAN, Enlit Asia 2023 dibuka di sepanjang Hall 5 hingga 9 Gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang. Saat itu terlihat beberapa anak muda berpakaian seragam casual putih hitam membawa papan petunjuk tanda panah bertuliskan Photovoltaic & Storage (PVS) ASEAN 2023. Rupanya PVS ASEAN 2023 hadir di sela-sela kemeriahan HLN Ke-78.

PVS merupakan konferensi dan pameran industri tenaga surya yang menampilkan beragam produk serta teknologi terkini termasuk independent and grid systems, solar charges, solar energy supplies for transportation, tracking systems, thermal storage, on- and off-grid storage, software, solar cells, solar thermal power plants, dan lain sebagainya.
Selain membuka peluang bisnis, acara hasil kolaborasi antara Follow Me International Exhibition, Pte, Ltd dan Clarions Events Asia ini menjadi ajang pertemuan bagi para pakar industri, profesional dan pemangku kepentingan di industri energi tenaga surya.
“Komitmen pemerintah untuk mendorong transisi energi dan menetapkan target Net Zero Emission pada 2060 terus ditingkatkan. Transisi energi ini juga menjadi komitmen pemerintah untuk memperluas akses terhadap teknologi yang terjangkau dan bersih sehingga dapat mendorong pemulihan ekonomi berkelanjutan dan lebih hijau. Para pemangku kepentingan di sektor energi berkumpul dalam pameran energi terbesar di Indonesia dalam rangka Hari Listrik Nasional (HLN) ke-78,” kata Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin, melalui Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI Nezar Patria dalam sambutan opening ceremony Hari Listrik Nasional (HLN) ke-78 – Enlit Asia – PVS ASEAN yang berlangsung bersamaan di Indonesia Convention Exhibition, BSD, pada 14-16 November 2023.
Menurut Toerangga Putra, President Director, PT Adhouse Clarion Events, sebagai representasi Clarion Events Asia di Indonesia, PVS ditujukan kepada para distributor/suppier/retailer produk energi tenaga surya, perusahaan EPC, Penghasil Listrik Independen (IPP), utilitas, kawasan industri, perusahaan energi, tambang, dan manufaktur. Disitu pengunjung menemukan pengalaman, keahlian dan wawasan dari para ahli untuk menambah pengetahuan sekaligus membangun koneksi berharga bagi para pelaku bisnis dan professional terkait.
Yue Mi, Presiden, Follow Me International Exhibition, Pte, Ltd, sangat senang dengan penyelenggaraan perdana acara ini, “Kami sangat senang dan bangga untuk mengumumkan peluncuran perdana pameran Photovoltaic & Storage (PVS) ASEAN di Indonesia. PVS ASEAN tidak hanya mewakili sebuah pameran, tetapi menjadi simbol inovasi, kolaborasi, dan kemajuan dalam industri teknologi surya. Kami sangat bersemangat untuk menyediakan platform bagi bisnis, ahli, dan penggemar untuk berkumpul, bertukar ide, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan. Selamat datang di bab pertama PVS ASEAN, tempat di mana perkembangan teknologi tenaga surya akan berkembang dan membuka peluang bisnis di Indonesia”, sambut Yue Mi di acara PVS (14/11).

Teknologi tenaga surya di Indonesia ditandai dengan diresmikannya PLTS Terapung Terbesar di ASEAN oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan pemerintah Indonesia berencana memasang pembangkit listrik tenaga surya untuk mencapai kapasitas hingga 19 GWp (gigawatt peak) pada tahun 2025, 108 GWp pada tahun 2030, dan 1.492 GQp pada tahun 2050.
Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, Presiden Jokowi telah meresmikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung atau Floating Solar PV di Waduk Cirata, Jawa Barat pada Kamis, 9 November 2023. PLTS Terapung berkapasitas 192 Mega Watt Peak (MWp) ini digadang-gadang dapat menjadi PLTS Terapung terbesar di Kawasan Asia Tenggara (ASEAN) atau terbesar ketiga di dunia.
Seiring meningkatnya kebutuhan energi di Indonesia, dengan tingkat pertumbuhan sekitar 7% per tahun, menjadi faktor kombinasi termasuk pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan pembangunan ekonomi.”Oleh karena itu, dibutuhkan banyak pasokan energi di negara ini, dan energi surya dapat memainkan peran penting dalam memenuhi tingginya permintaan,” ujarnya.
Toerangga menambahkan, dengan rencana ambisius tersebut, Indonesia memerlukan sumber daya dan teknologi panel surya mobil, terutama digunakan untuk memproduksi solar wafers berukuran besar, silikon hitam, dan silikon monokristal ultra-tinggi, serta silikon multi- kristal dan multi-kristal.
Pun, dalam upaya mendukung program pemerintah tersebut, PVS ASEAN 2023 menjadi media kolaborasi antar pelaku industri tenaga surya melalui konferensi, expo fotovoltaik, dan penyimpanan yang diharapkan dapat menemukan beragam produk dan teknologi terkini.
Adapun beragam produk yang dapat ditemukan pada ajang PVS Asean 2023 ini diantaranya, Sistem Fotovoltaik terdiri dari Sistem, independen dan grid, pengisi daya tenaga surya, pasokan energi surya untuk transportasi, sistem pelacakan, serta sistem PV lainnya.
Selain itu, produk penyimpanan terdiri dari penyimpanan termal, solusi penyimpanan komersial, penyimpanan di dalam dan luar jaringan, serta produsen baterai.
Kemudian, komponen dan peralatan juga akan dilengkapi dengan produk sel surya kristal 7 panel PV film tipis, inverter dan trafo, sistem pemantauan, pengukuran dan kontrol, pemutus sirkuit CC, cobies, konektor dan komponen lainnya.
Produk teknologi termal matahari juga dilengkapi dengan turunannya seperti, pembangkit listrik tenaga panas matahari, proses pemanasan, teknologi AC dan pendingin, desain teknik pemantauan pengukuran serta sistem kontrol.
Acara ini juga didukung oleh sejumlah asosiasi diantaranya seperti Asean
Centre For Energy (ACE), Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), IDCTA, Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia (APAMSI), Asosiasi Pengusaha TIK Nasional Indonesia ITC Business Association (APTIKNAS), Center for Sustainable Infrastructure Development (CSID), TREC, Green Product Council Indonesia, dan Green Building Council Indonesia.
Alhasil dari event besar ini tercipta kolaborasi dan tak sedikit investor-investor luar negeri yang tahun depan siap menjajaki kerja sama investasi dengan para pelaku bisnis, di tanah air dalam upaya akselerasi PLTS di era transisi energi. [] Siti Ruslina
