Pencabutan PPKM Gairahkan Sektor Pariwisata
Keputusan pemerintah mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan berdampak positif terhadap kinerja di sektor pariwisata. Kemenparekraf yakin target wisatawan nusantara pada tahun 2023 akan dua kali lipat mencapai 1,4 miliar pergerakan dan wisatawan mancanegara ke 7,4 juta wisman.
Banyak kalangan menilai bahwa keputusan pencabutan PPKM memang sudah ditunggu-tunggu. Keputusan itu akan semakin meningkatkan minat dan kepercayaan wisatawan, terlebih sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang ditargetkan menghasilkan kinerja cukup tinggi pada 2023.
“Saya ingin menyampaikan bahwa ada berita baik yaitu Presiden mengumumkan akhir dari PPKM. Ini karena tentunya kita mampu mengendalikan pandemi,” kata Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno usai bertemu dengan sejumlah investor dalam ” Investment Gathering”, beberapa waktu lalu, di Tabanan, Bali.
Pemerintah secara resmi mengumumkan pencabutan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada 30 Desember lalu. Pencabutan ini didasarkan pada hasil kajian yang dilakukan selama lebih dari 10 bulan serta dengan memperhatikan situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air yang terkendali.
Sementara Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan, keputusan tersebut didahului kajian dan pengamatan selama 10 bulan sebelumnya. Memang, kebijakan PPKM yang mulai diberlakukan sejak April 2020 menambah beban secara sosial dan ekonomi. Situasi tersebut bukanlah hal mudah yang dihadapi semua warga Indonesia.
Airlangga berharap dengan usai pencabutan PPKM, masyarakat luas dapat menjadi lebih kuat dan sehat agar kembali bangkit menghadapi situasi baru. “Semoga dengan dicabutnya PPKM di akhir tahun 2022 membuat Indonesia di tahun 2023 lebih sehat, lebih kuat, lebih bersatu, lebih sejahtera dan merata, serta lebih maju,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian dalam keterangannya, pada 3/1.
Pasalnya, sepanjang dua tahun larangan aktivitas maupun kerumunan masyarakat berdampak terhadap terpuruknya sektor pariwisata. Tapi harapan besar dengan dicabutnya status PPKM, sektor pariwisata bakal menggeliat seiring dengan dibukanya kembali penggunaan jalur transportasi.
Peneliti Centre of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet mengatakan dengan pencabutan status PPKM bakal membawa dampak positif bagi perekonomian Tanah Air, seperti sektor pariwisata dan lapangan usaha lainnya mengikuti. “Dengan semakin banyaknya potensi jumlah wisatawan baik itu dari domestik maupun dari luar sektor transportasi baik itu udara, laut dan darat berpotensi tumbuh lebih baik di tahun ini,” ujarnya.
“Jadi tidak ada lagi pembatasan kegiatan masyarakat, mobilitas masyarakat, event akhir tahun bisa digelar, konser musik, juga kegiatan budaya ataupun kegiatan olahraga. Namun jangan lupa kita harus tetap waspada, kita harus tetap tekankan kesiapsiagaan. Walaupun masker sudah bisa ditinggalkan, tapi ada panduan bahwa untuk di ruang tertutup atau saat kita kurang sehat atau saat kita di kerumunan, masker ini tetap digunakan,” ungkap Menparekraf.
Menurut Sandiaga, dampak pencabutan PPKM sudah terlihat dalam sektor pariwisata. Misalnya, konser malam tahun baru di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dihadiri hingga 6.000 pengunjung. “Hampir setiap kegiatan di destinasi unggulan, di Bali dan lima destinasi pariwisata super prioritas lain dipadati dan tidak ada keraguan lagi,” kata Sandiaga kepada awak media di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, pada 2 Januari lalu.
Sandiaga menekankan pentingnya menjaga momentum peralihan pariwisata tersebut melalui berbagai langkah. Seperti, penambahan kapasitas penerbangan dan ketersediaan kursi. Begitu juga dari segi keandalan transportasi, agar konektivitas terus bisa kita tingkatkan.
Lebih lanjut ditambahkan, sektor pariwisata pada 2023 menghadapi berbagai tantangan untuk mengambil kesempatan meningkatkan kunjungan wisatawan dengan tetap mengindahkan kehati-hatian dan kewaspadaan. Hal itu sebagaimana menjadi arahan yang diterima Sandiaga dari Presiden RI Joko Widodo. “Arahan Bapak Presiden kita pastikan dapat limpahan (wisatawan) dari mancanegara tapi dengan PPKM berakhir kita tetap siap siaga, sehingga kegiatan wisata yang banyak memberi dampak ekonomi bisa terus tumbuh dan pulih pada 2023,” ungkap Sandiaga usai bertemu dengan Presiden Jokowi.
Dalam pertemuan dengan Presiden, ia juga sempat menyampaikan capaian kunjungan wisatawan mancanegara pada 2022 sebesar 5,2 juta orang yang melampaui target optimistis 3,6 juta orang.
Di tempat terpisah, Sandiaga mengatakan, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ditargetkan menghasilkan kinerja cukup tinggi pada tahun 2023.“Dampak terhadap pariwisata akan sangat positif, akan sangat signifikan, sehingga kita semakin yakin target pencapaian wisatawan nusantara yang dua kali lipat mencapai 1,4 miliar pergerakan dan wisatawan mancanegara ke 7,4 juta wisman. Setengahnya akan ada di Bali, dan itu akan bisa kita wujudkan di tahun 2023 dan 2024 ada target 4,4 juta lapangan kerja baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa kita perjuangkan untuk kita realisasikan,” ujar Menparekraf Sandiaga.
Pemerintah sebelumnya telah menetapkan target capaian di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di tahun 2023. Yakni nilai devisa yang diproyeksi dapat mencapai 2,07 miliar – 5,95 miliar dolar AS, kontribusi PDB pariwisata sebesar 4,10 persen, nilai ekspor produk ekraf sebesar 26,46 miliar dolar AS, dan target nilai tambah ekraf diproyeksikan sebesar Rp1.279 triliun.
Sementara untuk target kunjungan wisatawan mancanegara antara 3,4 juta-7,4 juta orang, kunjungan wisatawan nusantara antara 1,2 miliar-1,4 miliar pergerakan, peningkatan rangking dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI) antara 29-34, serta target tenaga kerja pariwisata sebesar 21,93 juta orang dan tenaga kerja ekonomi kreatif sebesar 22,59 juta orang.
Adapun tren pariwisata 2023, kata Sandiaga, meliputi culture immersion, wellness tourism, work from destination, dan Off-Grid Travel. Sedangkan, tren ekonomi kreatif 2023 meliputi konten lokal dan film Indonesia, bangkitnya jenama lokal, fesyen sirkular, dan era metaverse.“Seluruh program kerja strategis Kemenparekraf tersebut juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024,” jelas Sandiaga, sebagaimana dikutip dari neraca.co.id, pada 4 Januari lalu.
Sementara Menparekraf Sandiaga dalam “The Weekly Brief With Sandi Uno” yang berlangsung secara hybrid dari Gedung Sapta Pesona, pada 16/1, mengucapkan selamat atas terlaksananya soft launching Aplikasi Beautiful Indonesia. Ia berharap aplikasi ini dapat mendukung produk buatan anak negeri dan menaikkelaskan UMKM yang mendorong kemajuan dan perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.
Aplikasi Beautiful Indonesia adalah sebuah platform media sosial yang dibangun untuk mendukung gerakan Bangga Berwisata di Indonesia. Aplikasi ini mempunyai berbagai fitur, seperti berbagi foto dan video (Instagram dan YouTube) dan pesan (WhatsApp) dengan kandungan konten berupa objek pariwisata dan produk ekonomi kreatif Indonesia.
Direktur Utama PT Inti, Edi Witjara, mengatakan pengembangan Aplikasi Beautiful Indonesia ini menggandeng banyak BUMN yang diharapkan akan memudahkan para penggunanya di industri pariwisata dalam mengaksesnya. Sehingga aplikasi ini turut mendukung Kemenparekraf dalam mencapai target 3,5 juta-7,4 juta kunjungan wisman dan target 1,2 miliar-1,4 miliar pergerakan wisnus di tahun 2023.
Di samping itu, Sandiaga meyakini wisata spontan yang menjadi tren wisatawan saat ini dalam memutuskan melakukan perjalanan wisata akan mempercepat pencapaian target 1,4 miliar pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di tahun 2023 dengan nilai kontribusi PDB pariwisata di atas 4 persen. Wisata spontan terjadi dikarenakan adanya pelonggaran aturan PPKM dan kemudahan perjalanan dalam negeri (PPDN) maupun perjalanan luar negeri (PPLN) menjadi faktor pendorong bagi wisatawan untuk melakukan perjalanan sewaktu-waktu atau secara spontan.
“Wisata spontan atau biasa yang dikenal wisata yang instan ini semakin terpicu dengan pelonggaran aturan PPKM, kami ingin wisata spontan jadi momentum kita untuk mengambil keputusan kebijakan-kebijakan untuk bisa kita sesuaikan,” kata Sandiaga seraya menambahkan tren perjalanan wisata secara spontan secara kuantitatif memberikan kontribusi cukup besar dalam mendorong pergerakan wisnus. Oleh karenanya Sandiaga mengimbau agar ketersediaan kursi transportasi seperti pesawat dan kereta harus ditingkatkan.
Kemenparekraf akan terus melakukan koordinasi dengan Kemenhub dan berbagai pihak terkait penambahan ketersediaan kursi baik dari luar maupun dalam negeri. Serta penambahan kapasitas transportasi darat (kereta api, Bus) dan laut.
“Menteri Perhubungan, Bapak Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pemulihan tingkat penerbangan dalam negeri sudah mencapai 71 persen sementara jumlah demand-nya belum maksimal, masih 40 persen sampai 50 persen. Sedangkan penerbangan dari dan keluar negeri mencapai 33 persen sepanjang pemulihan pandemi,” kata Menparekraf Sandiaga.
Desa wisata diharapkan dapat menjadi destinasi utama para wisatawan spontan. Mengingat selama libur natal dan tahun baru, desa wisata menjadi pilihan banyak wisatawan. Seperti Desa Wisata Tinalah di Kabupaten Kulonprogo, DIY, terdapat peningkatan jumlah wisatawan dari 3.300 wisatawan pada tahun 2021 menjadi 6.000 wisatawan sepanjang tahun 2022. Di Desa Wisata Sembungan di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, terdapat peningkatan jumlah wisatawan dari 105.000 wisatawan pada tahun 2021 menjadi 140.000 wisatawan sepanjang tahun 2022. Kunjungan wisatawan pada masa libur Natal dan Tahun Baru mencapai 5500 wisatawan. Pemasukan dari penjualan UMKM turut mengalami kenaikan sebanyak 40 persen dari sebelumnya.[] Yuniman Taqwa/Siti Ruslina/foto iulustasi: Biro Komunikasi Kemenparekraf

