KIT Batang Akan Beroperasi Akhir 2023, Derek Investasi Kabupaten Batang

Pemerintah Kabupaten Batang, menargetkan pencapaian nilai investasi pada 2023 sebesar Rp9 triliun atau sama dengan tahun sebelumnya. Tahun ini target itu optimis tercepat, walau tahun lalu hanya mampu mencapai Rp 5,8 triliun!

Desember 2022 lalu, Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah genap berusia 2 tahun. Bila tidak ada aral melintang, kawasan seluas 4300 hektar ini mulai beroperi  akhir 2023 atau awal tahun 2023. Bahkan, fase pertama kawasan ini seluruh 450 hektar sudah selesai 100 persen dan sudah habis terjual kepada  investor. Terdapat 11 perusahaan yang sudah melakukan tanda tangan persetujuan (agreement sign) sebagai tenant KIT Batang di lokasi fase 1 tersebut.

Investor tersebut berasal dari berbagai negara, diantaranya Korea, India, Taiwan, dan Belanda. Sektor industri meliputi manufaktur kaca, keramik, pipa, alat kesehatan hingga baterai untuk electric vehicle (EV).Total investasi yang masuk di fase 1, menurut catatan Kementerian Perindustrian  sekitar USD 321 juta atau sekitar Rp5 triliun, dengan target penyerapan tenaga kerja sebanyak 6.000 orang.

Utama PT KITB Ngurah Wirawan juga mengapresiasi kontribusi besar dari pemerintah untuk menciptakan kawasan industri yang sangat kompetitif sehingga banyak investor yang berminat investasi di kawasan industri Batang. “Kami sudah punya infrastruktur jalan sepanjang 50 km, kemudian drainase, serta pipa air bersih di tepiannya. Kami juga sudah punya pengolahan limbah, dan danau resevoir dengan kapasitas cadangan air mencapai 1 juta kubik,” terang Ngurah, sebagaimana dikutip dari liputan6.com, pada 16/11/2022.

“KIT Batang yang diprakarsai oleh pemerintah ini akan menjadi lokasi untuk menangkap sejumlah relokasi industri dari luar negeri. Oleh karena itu, pembangunan KIT Batang ini perlu dikawal bersama-sama untuk mendukung pengembangan sektor industri di tanah air,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam kunjungan kerjanya di KIT Batang, Jawa Tengah, dikutip 14/10/2022

Nantinya dari seluruh luas lahan yang ada di KIT Batang akan dibagi menjadi tiga klaster, yaitu untuk klaster pertama yang akan menempati lahan seluas 3.100 hektare difungsikan sebagai lahan proyek indutri, sedangkan untuk klaster kedua seluas 800 hektare untuk lahan inovasi, dan ketiga 400 hektare sebagai lahan residensial.

Menurut Ngurah, total nilai investasi dua tahun berjalan belum bisa memastikan keseluruhannya. Hanya nilai konstruksinya saja sudah mencapai hampir Rp5 triliun. Sepanjang tahun 2023 nanti mudah-mudahan KIT sudah bisa mengoperasikan bangunan rumah susun 10 tower, jalan dan pengelolaan air bersih menggunakan waduk yang ada.

Kemudian, lanjut dia, termasuk juga bersama Pemprov Jateng dan Pemkab Batang persiapan pelatihan calon tenaga kerja. Jadi tidak bisa mendadak mencari calon tenaga kerjanya, karena rencana tenant yang ada awal tahun 2024 sudah mulai ada yang beroperasi, sebagaimaa dikutip dari berita.batangkab.go.id, pada 17/12/2022

“Oleh sebab itu, kami menilai dengan Pemprov Jateng dan Pemkab Batang kita harus betul-betul siapkan ini. Karena Membangun fisik gampang, tapi membangun manusia itu repot. Kalau tidak dipersiapkan mulai dari sekarang pasti nantinya akan kesusahan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan, bahwa adanya KIT ini yang akan beroperasi pada tahun 2024, kita siap bersinergi untuk mempersiapkan calon tenaga kerja yang mempunyai kemampuan sesuai kebutuhan kawasan. “Saya ingin juga masyarakat Kabupaten Batang bisa diprioritaskan terlebih dahulu untuk bergabung ke KIT,” tegasnya.

Tidak lupa juga bisa memberdayakan UMKM Kabupaten Batang dengan memperkenalkan berbagai produk. Meliputi makanan, pakaian, dan kerajinan. Semua itu harus produk asli Kabupten Batang.“Tadi seperti yang disampaikan Pak Dirut KIT Batang, ada 10 tower yang sebentar lagi akan dimanfaatkan untuk para pekerja. Dan tentunya UMKM Ini akan bisa masuk untuk mencukupi kebutuhan para pekerja yang ada di tower ini,” ujarnya.

Sementara Pemerintah Kabupaten Batang, menargetkan pencapaian nilai investasi pada 2023 sebesar Rp9 triliun atau sama dengan tahun sebelumnya. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso di Batang, mengatakan pihaknya optimistis target investasi 2023 tercapai karena bakal ada lima investor yang menanamkan modalnya pada tahun ini.

“Dengan adanya informasi pada tahun ini ada lima investor penanam modal dalam negeri dan asing yang akan menanamkan modal di daerah ini, semoga target nilai investasi Rp9 triliun bisa tercapai,” katanya, sebagaimana dikutip dari jateng.antaranews.com, pada 14/2/2023

Pencapaian target nilai investasi pada 2022 baru mencapai Rp5,8 triliun dari target yang ditetapkan Rp9 triliun. Menurut Wahyu,  karena adanya kendala jaringan instalasi utama yang ada di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) belum dipasang seperti listrik, air, dan gas. Tahun ini kendalai tersebut bisa segera terealisasi.

Pasalnya, Subholding Gas Pertamina mulai bangun infrastrukur gas bumi menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Ini merupakan wujud komitmen dalam menyediakan energi bersih bagi kawasan industri dan mendukung utilisasi Pipa Transmisi Cirebon-Semarang yang dibangun oleh pemerintah.

Pembangunan infrastruktur gas di KIT Batang ditandai dengan  pengelasan pertama infrastruktur distribusi gas bumi, pada16/11/2022. Jaringan pipa distribusi ke KIT Batang yang dibangun berdiameter 8 inch sepanjang 7,3 Km. Dengan tekanan 17 Barg, kapasitas alir dari pipa ini sebesar 25 MMSCFD. KIT yang sudah siap berpotensi menyerap gas bumi maksimal 24,8 MMSCFD yang terdiri dari 14 tenant. Jaringan pipa gas bumi berserta infrastruktur pendukung nantinya siap beroperasi pada 2023.

Wahyu menambahkan, saat ini sudah ada 52 penanam modal asing dan 164 penanam modal dalam negeri yang berinvestasi di seluruh wilayah Kabupaten Batang. “Adapun serapan tenaga kerja dari investor penanam modal asing ini sebanyak 1.398 orang dan investor penanam modal dalam negeri tercatat 1.072 orang,” katanya.[] Yuniman Taqwa