KEK Nongsa Digital Park: Dorong Ekonomi Digital dan Pariwisata Kelas Dunia
Nongsa Digital Park (NDP) memiliki 3 bisnis utama yaitu Ekonomi Digital, Ekonomi Kreatif dan Pariwisata. Kawasan ini mengintegrasikan potensi pariwisata dengan pengembangan ekosistem digital dan industri yang terhubung dengan pasar global. Diharapkan mampu memperkuat peran Batam dalam rantai ekonomi digital dunia.
Salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)di Batam adalah NDP. Kawasan ini dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2021, yang berada di Jalan Hang Lekiu, Sambau, Nongsaengan dengan total luas area pengembangan sebesar 166 Hektar.
NDP memiliki 3 bisnis utama yaitu Ekonomi Digital, Ekonomi Kreatif dan Pariwisata yang termasuk Turi Beach Resort, Nongsa Point Marina, Nongsa Village, Nongsapura Ferry Terminal, Hub Pusat Data, Perkantoran, Kinema Movie & Animation Studio (saat ini digunakan Infinite Studio buat animasi dan live action), dan Golf Course.

Salah satu daya tarik utama KEK Nongsa adalah kehadiran Infinite Studios, pusat pengembangan industri kreatif dan konten digital yang telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan global. Studio ini menjadi rumah bagi proyek film, animasi, dan konten digital yang memperkenalkan Indonesia di kancah internasional, sebagaimana dikutp dari wisata.viva.co.id yang diposting pada 18/10/2025
Bahkan NDP, sedang mengajukan perluasan karena kapasitas lahan yang ada sudah tidak mencukupi. Rencananya NDP membangun empat data center baru, saat ini sudah ada dua dan mereka ingin menambah..
Sebagaimana dilansir melalui laman resmi Indonesia Special Economic Zone NDP, KEK Nongsa memiliki target investasi Rp 39,9 triliun, juga memiliki tujuan untuk menjadi gerbang ekonomi digital Indonesia dan memperkuat Nongsa sebagai destinasi wisata domestik dan internasional di Kepulauan Riau.
Namun demikian, Badan Pengusahaan (BP) Batam menargetkan peningkatan investasi tahunan dari Rp46,3 triliun pada 2025 menjadi Rp78,5 triliun pada 2029 dengan fokus pengembangan hub logistik dan perdagangan global, industri berbasis teknologi, serta kawasan ekonomi baru dan industri jasa modern, sebagaimana dikutip dari neraca.co.id yang diposting pada 8/10/2025..
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, melakukan kunjungan kerja ke Batam dengan meninjau sejumlah lokasi strategis di KEK Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, untuk melihat secara langsung perkembangan infrastruktur pariwisata sekaligus pengembangan ekosistem ekonomi digital bertaraf internasional. Ia mendorong KEK Nongsa, menjadi pusat pariwisata dengan ekosistem ekonomi digital dan industri kelas dunia.
“Kunjungan ke KEK Nongsa hari ini merupakan wujud komitmen pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pariwisata, untuk mendukung percepatan investasi, meningkatkan daya saing, serta memperkuat konektivitas Batam sebagai salah satu pintu gerbang utama pariwisata Indonesia,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti di Batam, Kamis (16/10/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pariwisata Widiyanti didampingi Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad serta jajaran pemerintah daerah meninjau sejumlah titik pengembangan penting, antara lain Infinite Studios yang menjadi pusat pengembangan industri kreatif, serta Apple Academy yang berperan sebagai pusat pengembangan talenta di bidang teknologi dan aplikasi.

Selain itu, rombongan juga mengunjungi Costaluna, kawasan komersial yang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di KEK Nongsa, serta Nongsa Point Marina, pintu gerbang wisata bahari yang mampu menampung sekitar 67 yacht dari berbagai negara, termasuk Australia, Amerika Serikat, dan sejumlah negara di Eropa.
Kehadiran marina ini sejalan dengan program unggulan Kementerian Pariwisata, yaitu Pariwisata Naik Kelas, yang salah satu fokusnya adalah pengembangan wisata bahari sebagai kekuatan daya tarik wisata Indonesia.
KEK Nongsa Batam hadir sebagai kawasan yang mengintegrasikan potensi pariwisata dengan pengembangan ekosistem digital dan industri yang terhubung dengan pasar global. Kawasan ini juga dikembangkan menjadi pusat pendidikan dan pusat data yang diharapkan mampu memperkuat peran Batam dalam rantai ekonomi digital internasional.
Sinergi antara sektor pariwisata dan ekonomi digital di kawasan ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan, sekaligus menarik minat investor dari dalam dan luar negeri.
Realisasi investasi KEK Nongsa sendiri di tahun 2025 sudah mencapai 95 persen atau sekitar Rp2.709,8 miliar dari target Rp2.835 miliar. Sementara, capaian kumulatif sejak Nongsa ditetapkan sebagai KEK pada 2021 hingga Juni 2025 telah mencapai Rp8,4 triliun.
Di bidang ekonomi digital, KEK Nongsa berhasil menarik investasi Rp5,8 triliun dari sejumlah perusahaan pusat data global. Investor tersebut antara lain GDS (Tiongkok), Gaw Capital (Hong Kong), Princeton Digital Group (Singapura), dan BWDigital Infra Indonesia (Selandia Baru), sebaaimana dikutip dari infobanknews.com, yang dipoasing pada 9/9/2025.
Dengan sinergi tersebut, KEK Nongsa diproyeksikan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi yang signifikan, menciptakan lapangan kerja baru, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“Saya meyakini, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, para investor, pelaku usaha, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan KEK Nongsa, kawasan ini akan terus berkembang dan menjadi kebanggaan Indonesia,” tutur Menteri Pariwisata Widiyanti.
Dengan adanya sinergi antara sektor pariwisata dan ekonomi digital di kawasan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.[] Yuniman Taqwa/foto utama: ekon.go.id
