Ramadhan dan Lebaran Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Tradisi menkonsumsi takjil selama Ramadhan dan meningkatkannya mobilitas masyarakat karena mudik lebaran menajdi pendorong pertumbuhan ekonomi. Uang beredar akan meningkat di momentum itu. Namun demikian, perlu diwaspadai tingkat inflasi.
Boleh jadi Ramadhan dan Lebaran tahun 2023 mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Diprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2023 akan meningkat. Beberapa variabel yang mendorong pertumbuhan tersebut, yaitu meningkatnya mobilitas masyarakat karena penghapusan PPKM ( Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Kebijakan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) oleh pemerintah, sehingga meningkatkan konsumsi dometik masyarakat.
Memang dari tahun ke tahun, Ramadhan dan Lebaran selalu menjadi pendorong musiman untuk mendongkrak perekonomian. Tradisi, takjil menjadi contoh kasat mata perputaran ekonomi riil di keseharian setiap menjelang buka puasa selama Ramadhan. Lalu, ada tunjangan hari raya (THR). Untuk aparatur negara dan pensiunan saja, THR 2023 akan menambah guyuran dana beredar Rp 38,9 triliun. Ini belum lagi THR untuk buruh dan pekerja swasta.
Dampak Ramadan dan Idulfitri diperkirakan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 0,14–0,25 point persentase (ppt). Apalagi April ini merupkan puncak panen. Hal ini akan mampu menekan laju inflasi.
Beberapa sektor ekonomi seperti pariwisata, perdagangan, transportasi, serta penyediaan akomodasi dan makan minum yang mengalami peningkatan saat momen Ramadhan dan liburan Idul Fitri menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi .
Menurut Menteri Menko Pereknomian, Airlangga Hartarto, lebaran menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun pertumbuhan ekonomi harus diimbangi dengan pengendalian inflasi. “Kita akan memaksimalkan pertumbuhan ekonomi di bulan Ramadhan ini. Dan pertumbuhan ekonomi akan berarti jika kita bisa mengendalikan inflasi.” Kata Menko Airlangga saat kick off Gerakan Nasional Pengendalian Infasli Pangan (GNPIP) untuk Pulau Jawa, pada 5/4.
Pengendalian inflasi, kata Airlangga, sangat penting karena berkaitan dengan daya beli atau keterjangkuan harga. Hingga Maret 2023, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 4.97 persen, turun dari 5,47 persen. Khusus pengendalian inflasi pangan, pemerintah menitikberatkan pada upaya meningkatkan Ketahanan Pangan. Untuk itu pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp104,2 triliun dalam APBN untuk Ketahanan Pangan.
Oleh karena itu, sinergi antar daerah yang menjadi lumbung beras menjadi penting, karena Indonesia menghadapi tantangan cuaca yang dapat mengganggu produksi pertanian. Sinergi ini penting, karena ketersediaan pasokan akan menentukan inflasi pangan atau inflasi volatile fodd ke depan. “Karenanya di bulan Ramadhan, yang harus dipastikan adalah ketersediaannya. Untuk pemerintah terus mendorong operasi pasar untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga barang kebutuhan pokok,” ucap Menko.
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan bahwa sepanjang inflasi bisa dikendalikan, daya beli masyarakat tetap tangguh dan konsumsi akan terus melaju. Selain mengendalikan inflasi, menurutnya langkah taktis yang tak kalah krusial adalah menentukan belanja strategis yang memiliki daya dorong pada perekonomian, sebagaimana dikutip dari bisnis.com, pada 29/3.
Sementara Bank Indonesia (BI) memperkirakan, perputaran uang tunai selama Ramadhan dan Lebaran 2023 diperkirakan mencapai Rp195 triliun. Jumlah itu mengalami kenaikan 8,22% dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebsar Rp180,2 triliun. Menurut BI, kenaikan tersebut didorong oleh membaiknya ekonomi. Selain itu, pemerintah telah mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sehingga mobilitas warga meningkat.
Guna memastikan ketersediaan uang tunai tersebut, BI akan menyiapkan uang tunai layak edar sebesar Rp195 triliun. BI juga menyediakan layanan penukaran uang tunai sejak 27 Maret hingga 20 April 2023. BI juga menyediakan opsi layanan penukaran uang melalui kas keliling di pusat keramaian (terminal, pasar, dan stasiun) dan kas keliling susur sungai (khusus Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah).
Layanan tersebut beroperasi mulai 27 Maret 2023 hingga 19 April 2023. Khusus untuk wilayah Jakarta, BI bekerjasama dengan 16 bank akan melakukan layanan kas keliling bersama pada 3-14 April 2023. Kas keliling tersebut dapat ditemui di Masjid Hasyim Asya’ri, Masjid Istiqlal, Masji At Tin, Masjis Islamic Center, dan Masjid Al Azhar. Masyarakat juga dapat menukarkan uang tunai di pasar wilayah Jabodetabek, yaitu Pasar Kopro, Pasar Pramuka, Pasar Rawa Bening, Pasar Slipi, Pasar Koja, dan Pasar Tebet pada 27 Maret-20 April 2023 dan di Parkir Timur Gelora Bung Karno pada 8-9 April 2023. Khusus untuk layanan penukaran di kas keliling, masyarakat harus memesan penukaran terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR, sebagaimana dikutip dari dataindonesia.id.
Pada periode ini Bank Indonesia (BI) optimistis peredaran uang tunai mencapai 95 persen dari target. “Dalam siklus peredaran uang dalam satu tahun, periode Ramadhan adalah puncak peredaran uang, rata- rata 25% dalam satu tahun,” ujar Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim dalam Layanan Penukaran Uang Pecahan Kecil di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, sebagaimana dikutp dari katadata.co.id, pada 9/4.
Marlison mengungkapkan BI telah merealisasikan sekitar Rp85 triliun atau 44% dari target penukaran uang tunai yang disiapkan, sebanyak Rp195 triliun untuk periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2023. “Sejauh ini kami belum merasa untuk menambah, karena kami proyeksikan sampai mendekati Idul Fitri masih mencukupi,” katanya.
BI optimistis peredaran uang tunai selama periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2023 mencapai 95 persen dari target. Puncaknya mendekati keberangkatan pemudik, bersamaan dengan cairnya Tunjangan Hari Raya (THR).
BI menyiapkan uang tunai sebesar Rp195 triliun pada periode 27 Maret 2023 hingga 20 April 2023, atau naik 8,22 persen yoy dari realisasi tahun 2022. BI bekerja sama dengan perbankan menyediakan 5.066 titik layanan penukaran uang pada tahun ini, atau bertambah 377 titik dari tahun 2022 lalu.[] Yuniman Taqwa


