Jalan Panjang Ahmad Rifai Membangun Pabrik AMP HOKI
Setelah 10 tahun bergelut dalam bisnis kontraktor jalan, akhirnya ia mampu membangun perusahaan pabrik Asphalt Mixing Plant. PT Hotmix Karya Indonesia (HOKI) lahir karena kerugian yang dialami ketika mengerjakan proyek semasa Ahmad Rifai menjadi kontraktor. Kini ia siap berlari kencang membangun 3 pabrik AMP dalam kurun waktu 2 tahun ke depan.
Masih lekat dalam ingatan Ahmad Rifai ketika awal Covid-19 melanda Indonesia. Di tengah kecemasan masyarakat Indonesia akibat wabah virus yang mematikan itu, ia justru mendapat proyek perbaikan jalan di Taman Safari dengan nilai sebesar Rp 4,8 miliar. Sudah terbayang cuan yang akan diraup dari keuntungan proyek itu.

Alih-alih mendapat keuntungan, tapi justru malah buntung. Proyek yang dikerjakan dalam tempo tiga minggu dengan melibatkan 70 tenaga kerja justru merugi sebesar Rp 1,3 miliar. Apa pasalnya? Aspal dari perbaikan jalan terkelupas, sehingga harus diperbaiki. Sementara proyek tersebut masih masa garansi selama satu tahun.
“Saya tetap peduli memperbaiki jalan tersebut, mungkin kalau kontraktor lain sudah kabur. Bahkan sampai hampir satu tahun berakhirnya masa perawatan jalan, saat itu kalau dipanggil saya tetap datang,” kata Ahmad Rifai kepada pelakubisnis.com, minggu kedua, Februari 2026, di pabrik Asphalt Mixing Plant (AMP) PT Hotmix Karya Indonesia (AMP HOKI).
Menurutnya, selama satu tahun beban biaya perbaikan jalan dipikul sendiri. Akhirnya dilakukan negosiasi dan disepakati, pihak kontraktor menyediakan tenaga kerja, sementara pihak Taman Safari menyediakan material. Selang beberapa waktu pihak tempat rekreasi ini menyatakan bahwa tanggungjawab kontraktor dianggap selesai.
“Nggak apa-apa bos, saya terima kasih. Akhirnya masalah Taman Safari selesai dengan baik-baik, tapi saya punya utang dengan pabrik AMP senilai Rp 1,3 miliar,” lanjutnya seraya menambahkan utang dengan pihak pabrik AMP dicicil selama 2 tahun.
Lebih lanjut ditambahkan, kasus pengelupasan aspal di proyek Taman Safari itu disebabkan karena human error dari pihak pabrik AMP pada saat kontruksi. Pihak laboratorium pabrik yang menjadi mitranya, merekomendasi spesifikasi yang salah kepada customer. Sementara pihak laboratorium AMP berdalih bahwa faktor penyebab terkelupasnya aspal karena faktor cuaca yang menyebabkan hujan terus menerus. Aspal terebut terkelupas dalam tempo 1 minggu setelah kontruksi, meskipun masih dalam masa garansi dari pihak pabrik selama tiga bulan, tapi perbaikan jalan terus berlangsung selama satu tahun. “Bayangkan biaya sekali perbaikan bisa mencapai Rp 200 juta,” tambah Ahmad Rifai yang saat itu menjabat Direktur Utama PT Laksana Karya Indonesia, perusahaan kontraktor pengaspalan jalan.
“Untuk mengantisipasi hal tersebut tidak terulang kembali, saya berpikir, harus menjadi owner pabrik AMP, sehingga semua di bawah kendali saya,” tambahnya. Artinya dari hulu sampai hilir harus berada satu kendali.
Rifai menambahkan, peristiwa Taman Safari itu memicu tekadnya untuk memiliki pabrik AMP. Padahal sejak 2014 menjalankan usaha kontraktor pembuatan jalan. Saat merencana membuatkan pabrik AMP belum terbayangan sumber pembiayaan dari mana. Keuangan Laksana Karya sendiri – saat itu – belum mampu melakukan diversifikasi usaha karena terkendala biaya.
Beruntung sejak tahun 2019, kata Ahmad Rifai, mendapat kesempatan membeli tanah seluas 8700 meter persegi, di bilangan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Pembelian tanah seluas itu berasal dari dana pinjaman seorang investor. “Sampai sekarang saya masih mencicil pinjaman pembeli tanah seluas itu,” ujar lulusan Pesantren Persis, di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, tahun 2008.
Membangun sebuah pabrik AMP, menurut Rifai, bukan perkara mudah. Meskipun ada investor yang mau membiayai. “Tapi saya salah menyebutkan modal pada saat itu, karena nggak punya pengalaman membuat pabrik,” lanjut pria asal Kepulauan Bangka Belitung ini.
Seharusnya pembangunan satu pabrik AMP memerlukan biaya sekitar Rp 15 miliar, tapi karena salah hitung pada saat itu, tambah Rifai, hanya dikalkulasikan Rp5,3 miliar. Jauh perbandingannya. Bagaimana cara menutup kekurangan investasi itu? “Kan saya punya anak perusahaan PT Laksana Karya, kontraktor jalan. Perusahaan ini yang support sekian miliar. Terus pribadi saya, sampai saya jual mobil tronton, terus komisaris saya support, akhirnya roda berputar,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam perjanjian dengan pihak investor disebutkan bahwa pihak investor mendapat saham 55 persen, pihak pengelola (Ahmad Rifai-red) mendapat saham 35 persen dan komisaris mendapat saham 10 persen.”Selama perusahaan belum BEP (break event point-red) saya tidak digaji, tapi setelah BEP, saya digaji Rp 50 juta sebulan. Bagi saya nggak apa-apa. Kan saya masih ada penghasilan dari usaha saya yang lain,” lanjut Rifai seraya menyebutkan BEP usaha ini bisa mencapai 3- 4 tahun.
Namun demikian, pihak pelaksana harus mencicil pinjaman dana investor sebesar Rp5,3 miliar. Tapi bila pinjaman telah lunas, pihak pelaksana mendapat kesempatan buy back saham investor sebesar 25 persen dengan nilai valuasi perusahaan ketika ingin melakukan buy back. Artinya pihak pengelola berpeluang menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 60 persen, sehingga saham investor tinggal 30 persen, dan komisaris 10 persen.
Dari segi instrumen investasi, menurut Rifai, investor sangat diuntungkan. Betapa tidak, modal yang ditanamkan ke perusahaan dikembalikan utuh dengan cara mencicil. Kemudian mendapat saham setelah buy back sebesar 30 persen. Belum lagi mendapat benefit hasil buy back saham yang nilainya sesuai valuasi perusahaan.
Pembangunan pabrik ini berjalan selama setahun, karena konstur tanah bentuknya miring, terpaksa harus diratakan. “Apalagi tanah di lokasi ini berlumpur, sehingga harus ditimbun dulu. Kalau dulu saya datang ke sini pakai sepatu boots menginjak tanah masuk ke dalam, saya angkat, sepatu boots saya tertinggal di dalam tanah,” ungkap pria 34 tahun ini.
Namun yang menjadi alasan kenapa harus membangun pabrik di tanah di sini? “Pertama, tanah ini milik saya, walaupun saya masih utang. Kedua, setidaknya lagi enak-enaknya produksi, nggak diusir pergi. Karena teman saya merintis bareng. Dia bangun pabrik serupa. Pada tahun ketiga produksi disuruh pindah. Pemilik tanah tidak memperpanjang kontrak. Mungkin pemilik tanah mau naiki harga sewa, “ tambahnya.
Menurut Rifai, pembangunan pabrik dimulai tahun 2023 dan mulai operasi pada Juni 2024. Pada awal operasi belum memiliki surat izin layak operasi, sehingga tidak bisa ikut tender proyek pemerintah. Namun demikian, AMP HOKI tetap berproduksi karena harus menutupi biaya operasional. Caranya membidik pasar ritel. Tak pelak, dalam tempo 6 bulan mampu menembus omzet Rp 8 miliar sampai desember 2024.
Baru Februari 2025 AMP HOKI mendapat izin layak operasi yang dikeluarkan oleh Balai besar Dinas Pekerjaan Umum, Jawa Barat. Dengan dikeluarkan izin operasi tersebut, tambah Rifai, akseleriasi AMP HOKI meningkat. Tahun 2025 AMP HOKI mencetak omzet mencapai Rp 60 miliar. Target omzet tahun 2026 diharapkan mampu menembus Rp 100 miliar.

Lebih lanjut ditambahkan, dengan dikeluarkan izin operasi, AMP HOKI bisa mengikuti tender-tender pemerintah. Sementara pengiriman hotmix yang efektif jarak dari pabrik ke lokasi proyek sekitar 100 km, sesuai izin operasional yang dikeluarkan Dinas PUPR. Tapi bukan berarti AMP tidak bisa mengerjakan proyek lebih dari radiun 100 km. Yang penting kualitas aspal tetap terjaga selama pengiriman hotmix ke lokasi proyek.
Secara teknis pengangkutan hotmix dapat menempuh waktu pengiriman selama 12 jam. Sepanjang dum truck yang mengangkut hotmix tidak ada yang bocor dan penutupan rapat, maka hotmix bisa bertahan 12 jam selama pengangkutan, tanpa mengurangi kualitas.
Ia menambahkan, kapasitas produk AMP HOKI sekitar 700 ton perhari. Rata-rata produksi saat ini baru mencapai 200 ton perhari. Utilisasinya pada saat ini baru 33 persen, tapi kalau ada proyek, produksi akan digenjot. “Bulan ramai pada September, Oktober, November dan Desember. Sedangkan Januari dan Februari merupakan bulan sepi. Tapi Januari dan Februari tahun ini AMP HOKI sudah mencetak omzet Rp 15 miliar,” ujarnya serius.
Sejauh ini izin usaha atau disebut SKP (Sisa Kemampuan Paket) AMP HOKI masuk kategori kecil (K) yang dapat mengerjakan proyek dari Rp 1 -15 miliar, kemudian klasifikasi Menengah (M) yang dapat mengerjakan proyek sampai nilai Rp 50 miliar, sedangkan klasifikasi besar (bisa mengerjakan proyek Rp 50 – 100 miliar.
Dalam waktu dekat ini Rifai akan membangun AMP baru di lokasi yang sama, tapi dalam skala M (Menengah), sehingga di lokasi yang sama ada 2 AMP, sehingga membutuhkan lebih luas area pabrik dum truck bila sedang loading. Kalau sedang loading jalan di depan ini bisa crowdit, karena tak kurang ada sikitar 40 dum truck yang parkir menunggu loading. Lahan tersebut untuk parkir dum truck dan dan stok material.
Menurut Rifai mesin AMP unit 2 ini sudah dibeli, tinggal di- install, dalam waktu dekat ini akan segera masuk ke tahap intall mesin, sehingga AMP unit 2 diperkirakan dapat produksi tahun 2027. “kapasita produksi AMP unit 2 sebesar 1000 ton per hari,” urainya. Dengan berproduksi AMP unit, maka target omzet tahun 2027 mencapai Rp 150 miliar.
Ia menambahkan ceruk pasar pembangunan infrastruktur pembuantan jalan aspal hotmix dan beton di Jawa Barat tahun 2026, misalnya, mencapai Rp 4 triliun. Belum lagi proyek dari anggaran APBN untuk pembangunan jalan atau perbaikan pemerintah pusat maupun swasta.
Lebih lanjut ditambahkan, ada 68 pemain AMP yang terdaftar di asosiasi AMP. Tapi yang terdaftar di Dinas PUPR, Jawa Barat ada 38 pemain. Memang AMP HOKI terbilang sebagai pemain baru di lini AMP. Kalau diperingkatkan AMP HOKI mungkin saat ini berada diperingkat 30 besar AMP yang terdaftar di Jawa Barat.
Dalam lima tahun ke depan rencananya Rifai akan membangun 3 AMP lagi, yaitu di Bogor, Karawang dan Tangerang. Sementara ia akan tetap fokus di AMP HOKI, sedangkan rencana pembangunan AMP Karawang dipegang oleh adik bungsunya, As’ad Abbad dan Sindu, mitra kerja Rifai dan As’ad serta di Tangerang akan dipegang adik perempuan dan istri Rifai. “Saya sendiri mungkin nantinya hanya sebagai komisaris,” ujar Ahmad Rifai mengunci percakapan.[] Siti Ruslina/Yuniman Taqwa
