Groundbreaking Lapangan Gas Abadi Masela, Mulai Produksi Pada 2030
Setelah 28 tahun ditandatangani Kontrak Kerja Sama Wlayah Kerja (WK) blok Masela pada 1998 lalu, akhirnya resmi dimulai. Cadangan gas Lapangan Abadi dimulai pembangunan fisik Proyek Gas Alam Cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) pada 16 Juli 2026. Diproyeksi menyumbang USD137,8 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
Peletakan batu pertama (groundbreaking) yang disaksikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto menjadi penanda dimulainya proyek strategis nasional (PSN) senilai USD20,9 miliar tersebut. Presiden Prabowo Subianto dalam sambutan secara daring menegaskan bahwa dimulainya pembangunan fisik Proyek LNG Abadi Masela menjadi momentum penting setelah penantian hampir tiga dekade.
“Proyek ini hampir tiga dekade, tiga dasawarsa kita tunggu, tiga dekade, tiga dasawarsa rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan dan pembangunan tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tegas Prabowo yang menyaksikan langsung prosesi groundbreaking secara virtual dari Istana Negara, Jakarta.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan, dirinya mendapat penugasan langsung dari Presiden Prabowo untuk mengakselerasi dua agenda utama, yakni percepatan investasi transisi energi serta penyelesaian proyek strategis Blok Masela.
“Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, saya itu ditugaskan untuk melakukan dua hal. Pertama adalah memastikan percepatan tentang investasi di transisi energi. Yang kedua adalah menyangkut Inpex blok Masela,” ujar Bahlil di sela kunjungan kerja di Tokyo, Jepang, pada 30 Maret 2026 lalu..
Ia menjelaskan, proyek Blok Masela telah lama berada dalam tahap pembahasan kini menunjukkan kemajuan signifikan setelah dilakukan pertemuan intensif sepanjang 2025. Pemerintah telah menyepakati skema pengembangan proyek dengan nilai awal mencapai USD20,9 miliar, yang berpotensi meningkat seiring dinamika geopolitik dan penambahan teknologi penangkapan karbon (CCS).
Dalam kunjungan resmi ke Jepang pada 31 Maret 2026, Presiden Prabowo bertemu dengan 13 pimpinan perusahaan besar, termasuk Presiden dan CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda. Pemerintah Indonesia menyambut investasi INPEX dan mendorong percepatan proyek yang sempat tertunda lama tersebut.
Proyek LNG Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang besar, baik bagi pemerintah pusat maupun daerah. Selain meningkatkan penerimaan negara, proyek ini juga akan membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.
“Proyek Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan, antara lain penerimaan nasional maupun daerah serta penciptaan lapangan pekerjaan yang 30%nya akan diprioritaskan berasal dari masyarakat lokal Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” ujar Bahlil dalam laporannya pada acara peletakan batu pertama Proyek Strategis Nasional Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada 16 Juli 2026.
Blok Masela dioperasikan INPEX Masela Ltd bersama PT Pertamina Hulu Energi dan Petronas Masela memiliki cadangan gas sebesar 18,54 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/TCF). Proyek ini dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 juta kaki kubik gas per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD) untuk kebutuhan domestik, serta 35.000 barel kondensat per hari.
Sebelumnya Blok Masela dikelola oleh PT Inpex Inpex Masela Limited (65%) dan Shell Upstream Overseas Services Ltd (35%). Blok ini memiliki luas area lebih kurang 4.291,35 km², terletak di Laut Arafura, sekitar 800 km sebelah timur Kupang, Nusa Tenggara Timur atau lebih kurang 400 km di utara kota Darwin, Australia, dengan kedalaman laut 300-1000 meter.

Baru pada kisaran Juli 2023, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), selaku subholding hulu Pertamina, bersama dengan Petronas Masela resmi mengambil alih seluruh porsi hak kelola milik Shell tersebut.
Masuknya PT Pertamina (Persero) melalui PHE ke dalam konsorsium tersebut dapat dikatakan mengakhiri stagnasi panjang proyek ini sekaligus memberikan landasan baru bagi aspek komersial dan operasional di lapangan. Dalam pembagian struktur konsorsium yang baru, INPEX Masela Ltd. bertindak sebagai operator utama dengan porsi mayoritas sebesar 65%, diikuti oleh Pertamina yang memegang 20% PI, dan Petronas yang menguasai 15% sisanya.
Salah satu aspek terpenting dalam proyek gas laut dalam berskala masif adalah jaminan pasar penyerapan produk (offtaker) jangka panjang. Masuknya Pertamina ke dalam Blok Masela secara langsung dan tidak langsung dapat memitigasi risiko pasar di sisi hilir melalui ekosistem korporasi yang terintegrasi. Melalui jaringan anak usahanya, seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Pertagas di dalamnya, Pertamina memiliki infrastruktur transmisi serta distribusi gas yang dapat menjangkau konsumen industri utama di Indonesia. Integrasi dengan infrastruktur dan komitmen pasar domestik memperkuat peran Pertamina di Blok Masela, dengan minimal 60 persen produksi LNG Abadi dapat dialokasikan untuk kebutuhan industri strategis nasional dan pembangkit listrik, sebagaimana dikutip dari liputan6.com, yang posting pada 11 Agustus 2026.
Saat mulai beroperasi, blok Masela diproyeksikan menyumbang USD137,8 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Diperkirakan meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku sebesar USD95 miliar dan PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar USD92 miliar.
Proyek ini akan berdampak besar terhadap ketahanan energi nasional, mengingat Blok Masela merupakan salah satu proyek migas berskala besar (giant) yang dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain gas dunia. Pemerintah juga mendorong optimalisasi pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik guna memperkuat hilirisasi energi nasional.
“Di luar manfaat ekonomi dan fiskal, Proyek ini akan mendorong tumbuhnya industri pendukung dan UMKM di Maluku, mempercepat pembangunan infrastruktur kawasan, meningkatkan alih pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat ketahanan energi nasional melalui penyediaan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD bagi kebutuhan industri,” kata Bahlil.
Ditargetkan mulai berproduksi pada periode 2029-2030 guna memperkuat ketahanan energi nasional.”Tahun 2029 hingga 2030, sudah bisa terproduksi, dan itu salah satu giant yang terbesar di Indonesia,” kata Bahlil, sebgaimana dikutip dari detik.com yang posting pada 25/6/2026.
Manfaat proyek ini diharapkan dirasakan langsung melalui penciptaan lapangan kerja. Berdasarkan studi Universitas Indonesia dan Universitas Pattimura, pembangunan LNG Abadi Masela diperkirakan menyerap lebih dari 12.000 tenaga kerja pada puncak masa konstruksi.
Pembangunan infrastruktur migas yang terintegrasi itu diharapkan turut menggerakkan ekonomi lokal, mendorong tumbuhnya usaha masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat konektivitas di kawasan Indonesia Timur.
Dengan dimulainya pembangunan fisik ini, masyarakat setempat kini menaruh harapan agar proyek LNG Abadi Masela segera memberikan manfaat nyata. Mulai dari terbukanya lapangan kerja, meningkatnya penerimaan daerah, berkembangnya ekonomi lokal, hingga terjaminnya pasokan gas bagi kebutuhan industri dalam negeri
Pemerintah berkomitmen agar masyarakat Maluku ikut merasakan manfaat Proyek LNG Abadi Masela. Salah satunya melalui pemberian Participating Interest (PI) 10 persen kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Maluku. Kebijakan ini diberikan lantaran Lapangan Abadi berada di Blok Masela, Laut Arafura, lebih dari 12 mil laut dari pulau terdekat.
Kepemilikan PI tersebut, bersama Dana Bagi Hasil (DBH) migas, diharapkan memperkuat kapasitas fiskal daerah dan meningkatkan pendapatan Pemerintah Provinsi Maluku.
Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa mengatakan, tambahan pendapatan dari proyek tersebut akan menjadi modal penting bagi percepatan pembangunan di wilayahnya. “Pendapatan ini diproyeksikan menjadi motor penggerak utama dalam mendanai berbagai program pengentasan kemiskinan, peningkatan layanan kesehatan, hingga penguatan status administratif kawasan untuk mempercepat birokrasi pembangunan di kawasan kepulauan,” ujar Ricky di lokasi yang sama.[] Yuniman Taqwa/foto ilustrasi utama:ist
