Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Mengukuhkan Indonesia Sebagai Sport Tourism Kelas Dunia

Keberhasilan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 (MotoGP Indonesia 2026) semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga atau sport tourism kelas dunia. Event ini mampu menarik wisatawan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“MotoGP Mandalika merupakan agenda strategis nasional dalam pengembangan sport tourism di Indonesia. Keberhasilan penyelenggaraan ajang balap kelas dunia ini tentu tidak lepas dari kolaborasi yang kuat antara ITDC (InJourney Tourism Development Corporation), MGPA (Mandalika Grand Prix Association), pemerintah pusat dan daerah, asosiasi, industri, serta pemilik lisensi Dorna Sports,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana,  di Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 11/10.

Widiyanti menjelaskan, selama empat tahun penyelenggaraannya, MotoGP Mandalika menunjukkan perkembangan positif. Hal ini tercermin dari tren peningkatan jumlah penonton setiap tahun, termasuk semakin besarnya perhatian masyarakat internasional terhadap ajang balap motor bergengsi yang diselenggarakan di Indonesia ini.

Mendatangkan ribuan pelancong domestik dan luar negeri ke Lombok/foto/foto: Laman Kemenpar

Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9 – 11 Oktober 2026 sukses besar. Ajang seri ke-17 MotoGP 2026 ini mendatangkan ribuan pelancong domestik dan luar negeri ke Lombok. Jumlah pengunjung tembus rekor 157.875 orang, naik sekitar 12,5% dari tahun 2025 yang mencatat 140.324. Angka ini membuktikan antusiasme pecinta balap terhadap sirkuit kebanggaan kita di Mandalika.

“Rekor jumlah penonton ini bukan sekadar tentang angka. Ini adalah kebanggaan Indonesia. Kita membuktikan bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah ajang olahraga kelas dunia sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. MotoGP Mandalika harus terus menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan membawa nama Indonesia semakin dikenal dunia,” kata Direktur Utama InJourney, Maya Watono, dalam keterangan persnya yang dikutip, 20 Oktober 2026.

Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 mencatat jumlah pengunjung tertinggi, yakni lebih dari 150 ribu orang. Direktur Utama InJourney, Maya Watono, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebut dampak ekonomi efek pengganda (multiplier effect) dari penyelenggaraan tahun ini diperkirakan mencapai Rp5 triliun, yang semakin memperkuat peran MotoGP Mandalika sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi daerah.

MotoGP Mandalika juga telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Berdasarkan hasil kajian Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas terhadap penyelenggaraan MotoGP pada tahun sebelumnya menunjukkan, dampak ekonomi yang dihasilkan secara nasional diperkirakan mencapai Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun.

Keberhasilan ini tidak hanya memperlihatkan kemampuan Indonesia menjadi tuan rumah kompetisi olahraga internasional, tetapi juga menunjukkan besarnya potensi wisata olahraga dalam meningkatkan daya tarik destinasi, memperluas peluang usaha, serta menggerakkan perekonomian masyarakat.

Dampak tersebut dirasakan oleh berbagai sektor usaha, mulai dari industri perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas wisatawan selama penyelenggaraan MotoGP.

Wisata olahraga kini telah berkembang menjadi industri global/foto: Laman Kemenpar

“Efek pengganda atau multiplier effect yang dihasilkan menjangkau berbagai sektor, mulai dari tingkat okupansi hotel yang mencapai 100 persen di kawasan Mandalika dan 90 persen di Lombok Tengah serta Kota Mataram, peningkatan jumlah penumpang transportasi udara, hingga kenaikan omzet UMKM,” ucap Menpar.

Menurut Widiyanti, manfaat ekonomi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan ajang olahraga internasional memiliki peran yang semakin penting dalam menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi yang inklusif, khususnya bagi masyarakat di sekitar destinasi.

Oleh karena itu, keberhasilan MotoGP Mandalika perlu menjadi momentum untuk memastikan manfaat penyelenggaraan ajang olahraga berskala internasional dapat dirasakan secara berkelanjutan, tidak hanya selama kompetisi berlangsung, tetapi juga melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Wisata olahraga, kata Widiyanti, kini telah berkembang menjadi industri global yang menghubungkan sektor olahraga, pariwisata, media, dan ekonomi kreatif lintas negara. Berbagai ajang olahraga internasional secara konsisten mampu menarik jutaan wisatawan, baik sebagai penonton maupun peserta yang datang untuk menikmati kompetisi sekaligus menjelajahi destinasi wisata.

Widiyanti menegaskan,  Kementerian Pariwisata akan terus mendukung pengembangan industri wisata olahraga sebagai salah satu sektor potensial yang mampu meningkatkan kontribusi pariwisata terhadap perekonomian nasional.

Komitmen tersebut antara lain diwujudkan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mengoptimalkan potensi wisata olahraga, meningkatkan kualitas penyelenggaraan ajang internasional, serta memperluas manfaat ekonomi bagi industri pariwisata dan masyarakat.

Sinergi antarpemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting agar Indonesia tidak hanya dikenal sebagai lokasi penyelenggaraan kompetisi olahraga internasional, tetapi juga sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman wisata berkualitas, berkarakter, dan berkelanjutan.

“Olahraga merupakan salah satu tema pariwisata yang sangat potensial untuk terus dikembangkan. Secara global, olahraga telah terbukti menjadi magnet pariwisata yang sangat efektif. Karena itu, kita perlu terus bersinergi agar sport tourism di Indonesia dapat tumbuh semakin baik,” kata Widiyanti.[] Yuniman Taqwa