Ekonomi Pulih, Industri Otomotif Membaik
Industri otomotif Indonesia menjadi salah satu kontributor terbesar dalam perekonomian Indonesia, yakni mencapai 20 persen dari pendapatan sektor non migas. Berapa target penjualan otomotif tahun 2022 ?
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan fokus Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 adalah menjaga momentum pemulihan ekonomi dan secara bertahap menyehatkan kembali penerimaan negara. Akselerasi pemulihan ekonomi menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tahun 2022.
Meurut Sri Mulyani, Kementerian Keuangan berharap kebijakan stimulus mampu meningkatkan konsumsi masyarakat khususnya terhadap produk-produk unggulan industri kendaraan bermotor dalam negeri sebagai upaya mempercepat ritme pemulihan ekonomi nasional paska pandemi COVID-19.
Pasalnya Pertumbuhan industri otomotif baik pasar domestik dan ekspor berperan menjadi lokomotif ekonomi nasional. Kebijakan dan regulasi yang digulirkan Kementerian Perindustrian terbukti dapat menjadi stimulus aktif peningkatan penjualan kendaraan dalam negeri dan performa ekspor yang positif.
Industri otomotif Indonesia diprediksi akan kembali bangkit tahun ini, didukung oleh meredanya pandemi Covid-19, pulihnya daya beli masyarakat dan perpanjangan masa insentif fiskal industri otomotif oleh pemerintah hingga Kuartal II-2022.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, porsi dan peran industri otomotif Indonesia menjadi salah satu kontributor terbesar dalam perekonomian Indonesia, yakni mencapai 20% dari pendapatan sektor non migas. “Kontribusi industri otomotif mencapai 20% dari pendapatan sektor non migas. Sedangkan secara keseluruhan, sektor non migas menyumbangkan porsi sebesar 18% dari total GDP, sehingga besaran kontribusi industri otomotif sekitar Rp 700 triliun,” kata Airlangga dalam siaran pers 4/4 lalu.
Airlangga mengatakan, dengan kontribusi industri otomotif sekitar Rp 700 triliun, maka ada sebanyak 5 juta lapangan kerja baik yang langsung maupun tidak langsung yang menyerap tenaga kerja. Tahun ini, untuk memacu pertumbuhan industri otomotif nasional, pemerintah kembali memperpanjang insentif fiskal berupa pembebasan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) otomotif untuk pembelian mobil harga Rp 200 juta hingga Rp 250 juta, sebagaimana dikutip dari kompas.com pada 4/4.
Selain itu, diskon PPnBM DTP (ditanggung pemerintah) 100% berlaku untuk mobil jenis low cost green car (LCGC) juga diperpanjang. Airlangga mengatakan, kebijakan pemerintah tersebut juga dapat diperluas hingga ke pasar kendaraan listrik yang saat ini sedang diminati masyarakat.
Kehadiran insentif PPnBM, yang dikutip dari Warta Ekonomi, mendorong konsumsi domestik sepanjang Januari sampai November 2021 mencapai 761 ribu unit atau berangsur pulih sebesar 81% dibanding periode sebelumnya di masa pandemi 2019. Kepercayaan konsumen global terhadap produk otomotif nasional juga ditunjukkan dengan pencapaian ekspor Indonesia.
Menurut data GAIKINDO, jumlah penjualan otomotif whole sales di pasar dometik tahun 2021 mencapai 887.202 mobil. Penjualan terbanyak masih dipegang oleh Toyota dengan jumlah penjualan sebanyak 296.768 mobil atau 33,3%. Menyusul peringkat kedua Daihatsu sebanyak 164.908 mobil atau 18,6%. Peringkat ketiga ditempati oleh Mitsubishi sebanyak 107.607 mobil atau sebesar 12%. Peringkat keempat diduduki oleh Suzuki sebanyak 91.793 mobil atau 10,3%. Menyusul peringkat lima Honda sebanyak 91,122 mobil atau 10,3%. Peringkat enam diduduki Mitsubishi Fuso dengan jumlah 36.518 mbil atau 4,1%. Peringkat ketujuh diduduki Isuzu dengan jumah 26.636 atau 3%. Peringkat kedelapan diduduki oleh Wuling dengan jumlah 25.564 mobil atau 2,9%. Peringkat Sembilan diduduki Hino dengan jumlah 20.683 mobil atau 2,3%. Dan peringkat kesepuluh dduduki oleh Mazda dengan jumlah 3.392 mobil atau 0,4%.
GAIKINDO menyatakan optimis industri otomotif Indonesia akan semakin membaik menyusul peningkatan angka penjualan mobil. Ketua III Gaikindo Rizwan Alamsjah mengatakan penjualan mobil periode Januari-April 2022 sebanyak 347 ribu unit, atau meningkat dibandingkan periode yang sama 2021 yakni 266 ribu unit. “Target penjualan Gaikindo pada 2022 baru 900 ribu unit. Kami optimistis mungkin akan melebihi (target),” ujar Rizwan di Jakarta pada 24 Mei 2022, sebagaimana dikutip dari tempo.com, pada 24/5 lalu.
Keyakinan GAIKINDO terhadap masa depan cerah industri otomotif didasari beberapa faktor. Salah satunya penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang menciptakan suasana semakin kondusif. Pelonggaran kegiatan masyarakat juga memicu pergerakan ekonomi dan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB). Kebijakan diskon PPnBM pembelian mobil baru juga mendongrak jumlah penjualan mobil.
Sementara Data kinerja ekspor Januari sampai November 2021 dari GAIKINDO, ekspor kendaraan utuh dari Indonesia mencapai angka 267 ribu unit atau pulih sekitar 87% dari periode yang sama di tahun 2019.
Ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota saja dari Indonesia untuk Januari sampai November 2021 mencatatkan angka sebesar 166 ribu unit dengan proyeksi pencapaian tahunan hinga 188 ribu unit. Pencapaian ini memperlihatkan kinerja ekspor T-Brand sudah pulih ke level 89% dibanding dengan situasi sebelum pandemi.
Ekspor otomotif dari Indonesia diprediksi makin membaik tahun 2022 ini, seiring dengan membaiknya iklim perekonomian global serta membaiknya layanan kepelabuhan. GAIKINDO percaya diri bahwa ekspor mobil Indonesia berada dalam tren positif. GAIKIDO mematok target ekspor mobil nasional ke mancanegara sebesar 300 ribu unit tahun ini.
Indonesia masih mencatatkan nilai ekspor tertinggi dari pengapalan mobil utuh (CBU) bermesin konvensional dengan kapasitas silinder 1.000cc sampai 1.500cc. Negara yang banyak menyerap produk HS 87032259 itu adalah Filipina dan Arab Saudi. Total nilai ekspor produk tersebut mencapai 647,5 juta dolar AS. Selain itu, Filipina dan Arab Saudi pun menjadi pasar terbesar produk mobil penumpang berkapasitas silinder 1.500cc sampai 1.800cc (HS 87032365) yang pada periode Januari-Mei mencatatkan nilai ekspor sebesar 515,41 juta dolar AS. Negara-negara tersebut ditambah Uni Emirat Arab dan Oman juga menjadi pasar terbesar produk HS 87032368 yakni mobil penumpang berkapasitas 2.500cc ke atas.
Saat ini ekspor kendaraan bermotor dari berbagai merek itu dilakukan dari Tanjung Priok Jakarta Utara, yang dikelola oleh PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk atau dikenal dengan nama IPCC. “Pengelola pelabuhan di Priok (IPCC) pelayanannya semakin bagus dari banyak hal,” kata Kukuh Kumara (Sekretaris Umum GAIKINDO), melalui keterangan pers, pada20 Juni 2022.
Menurut Kukuh, kegiatan ekspor akan lebih efisien jika dilakukan dari pelabuhan terdekat. Hal ini juga bergantung pada “shipping company“, kapalnya mau bersandar di pelabuhan mana. Para produsen otomotif hanyalah sebagai pengguna jasa. Untuk rute kapal misalnya ke Singapura, Timur Tengah atau yang lain ditentukan oleh perusahaan pelayaran. Sehingga peran pengelola pelabuhan dinilai penting sehingga kapal-kapal berukuran besar bisa melayani ekspor dengan volume yang besar dari Indonesia.
Ketua Kadin Bidang Industri Johnny Dharmawan menilai, mengalihkan ekspor dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain bukan perkara mudah sebab ekspor kendaraan bermotor juga bergantung kepada shipping company yang melayani. “Yang penting sekarang adalah bagaimana pelabuhan itu efisien,” kata Johnny.
Sementara PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) Tbk optimistis industri otomotif bangkit pada tahun 2022 menyusul kenaikan pendapatan triwulan I sebesar 25,12%. PT IKT ini adalah anak usaha badan usaha milik negara (BUMN) pemegang otoritas bisnis pengelolaan pelabuhan terminal kendaraan di wilayah PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).[] Yuniman Taqwa/Siti Ruslina


