Langkah  Pemprov Jakarta Menuju Peringkat 50 Kota Global

Peningkatan peringkat Global City Index Jakarta dari posisi 74 ke 71, berkat partisipasi aktif masyarakat, kolaborasi dan inovasi . Pemprov DKI Jakarta menargetkan Jakarta masuk 50 besar kota global pada 2030

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membawa Jakarta masuk ke dalam 50 besar kota global pada 2029. Berbagai upaya tengah dan akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta guna meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat global. Ia menilai forum internasional sangat penting untuk membuka akses serta menyampaikan arah pembangunan Jakarta kepada dunia internasional, khususnya para investor.

Demikian disampaikan Pramono usai menghadiri peluncuran Indonesia City Investment Accelerator (ICIA) dalam rangkaian kegiatan Indonesia Economic Summit (IES) di Hotel Shangri-La Jakarta, Jakarta Pusat, pada minggu pertama Februari lalu..

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, kanan, tiga pilar utama pembangunan infrastruktr Jakarta menuju peringkat 50 kota global/foto: ist

“Saat ini peringkat Jakarta berada di posisi ke-71, naik dari sebelumnya peringkat ke-74. Saya berharap, pada tahun ini Jakarta dapat menembus peringkat di atas 60 sebagai bagian dari target masuk 50 besar kota global dunia pada 2029,” ujarnya. Capaian tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat daya saing Jakarta menuju target Top 20 Global City pada 2045.

Untuk mencapai target tersebut,  Pramono menguraikan tiga pilar utama yang menjadi fokus Pemprov DKI Jakarta. Ketiga pilar tersebut meliputi pembangunan infrastruktur berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan ekosistem bisnis yang transparan. 

Menurutnya, ekosistem bisnis yang sehat merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat internasional dan investor. Kepercayaan tersebut menjadi modal utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang Jakarta.

“Kita ingin masyarakat internasional dan para investor memiliki confidence dan trust terhadap Jakarta. Tanpa kepercayaan, pembangunan dan investasi tidak akan berjalan optimal,” imbuhnya seraya menambahkan di tengah tantangan ekonomi global yang penuh ketidakpastian, kinerja ekonomi Jakarta tetap stabil.

Selain itu, realisasi investasi Jakarta mencatatkan kinerja positif. Pada 2025, investasi kumulatif di Jakarta mencapai 16,9 miliar dolar AS atau meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan pelaku usaha terhadap Jakarta.

“Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, realisasi investasi Jakarta justru meningkat. Ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan terhadap Jakarta masih sangat tinggi,” terang  Pramono.

Dalam mendukung pertumbuhan tersebut, Pemprov DKI Jakarta menetapkan arah kebijakan yang jelas dan terbuka melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu fokus utama ialah penguatan transportasi publik melalui perluasan jaringan MRT dan LRT, serta pengembangan layanan Transjakarta hingga wilayah Bodetabek.

Pemprov DKI Jakarta mengembangkan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD)/foto: ist

Tak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta mengembangkan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), seperti Blok M Hub, serta memperluas akses hunian layak melalui berbagai program perumahan dan peningkatan kapasitas penghuni rumah susun.

Di sektor investasi, Pemprov DKI Jakarta meluncurkan Jakarta Investment Master Plan 2025–2045, menyederhanakan 44 jenis perizinan usaha, serta memberikan insentif bagi investor yang berorientasi pada keberlanjutan. Berbagai inisiatif, seperti Jakarta Investment Festival dan Investment Project Ready-to-Offer, juga dijalankan untuk memperkuat kepercayaan investor global.

Pemprov DKI Jakarta turut memperkenalkan Jakarta Collaboration Fund sebagai mekanisme pembiayaan inovatif guna memperkuat ekosistem pembangunan daerah tanpa membebani anggaran daerah.

“Jakarta Collaboration Fund bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi fondasi bagi ketahanan fiskal Jakarta. Melalui skema ini, kami dapat menjalankan inisiatif strategis secara lebih mandiri,” jelas Pramono.

Pramono berharap forum IES dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra pembangunan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat terwujudnya ekosistem investasi perkotaan yang berkelanjutan sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045. “Kami berharap forum ini menghasilkan kerja sama konkret bagi Jakarta dan Indonesia. Tujuannya adalah membangun kota global yang berkelanjutan dan berdaya saing,” ujarnya.

Sebelumnya dalam forum bertema “Empowering Regions, From Local to Global” yang berlangsung 10 Desember 2025, di Jakarta Gubernur Pramono memaparkan berbagai terobosan  strategis untuk membangun Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing, berkelanjutan, dan inovatif.

Sebagai kota megapolitan terbesar di Indonesia, Pramono menyebut Jakarta punya potensi besar yang lahir dari keberagaman masyarakat dan tingginya pertukaran informasi. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus berinovasi dan memperkuat sinergi, guna menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional sekaligus kota global yang siap masuk dalam jajaran Top 50 Global City.

“Forum ini menjadi ruang penting bagi berbagai pihak untuk bertukar gagasan, melahirkan inovasi, memperkuat kolaborasi, serta merumuskan arah masa depan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing global,” ujarnya.

Pramono menambahkan, inovasi dan kolaborasi di Jakarta terus tumbuh melalui ekosistem eksplorasi dan inkubasi ide, termasuk lewat forum ini. Pemprov DKI secara rutin menyelenggarakan Jakarta Future Festival (JFF) dan Jakarta Innovation Days (JID) sebagai ruang bagi para pemangku kepentingan untuk memperkuat inovasi kebijakan serta menyusun solusi pembangunan yang relevan bagi masa depan kota.

“Kami merancang kegiatan tersebut agar dapat diakses luas oleh masyarakat, dengan menyelenggarakannya di ruang-ruang publik seperti TOD Dukuh Atas, Taman Ismail Marzuki, hingga kafe dan ruang kreatif. Dengan cara ini, masyarakat dapat terlibat aktif berbagi ide dan berkreasi secara nyaman dan inklusif,” jelasnya.

Menurut  Pramono, inovasi tidak dapat dipisahkan dari peran teknologi sebagai katalisator utama reformasi layanan publik. Karena itu, Jakarta terus memperkuat digitalisasi kota melalui pembangunan infrastruktur digital seperti CCTV dan JakWIFI di berbagai titik, integrasi layanan publik lewat aplikasi JAKI, penerapan kebijakan berbasis data melalui Jakarta Satu dan e-Musrenbang, serta pengembangan Future City Hub dan Jakarta Smart City Living Lab sebagai ruang akselerasi literasi digital, riset, dan inovasi. Seluruh inisiatif tersebut bertumpu pada tiga fondasi utama: riset dan pengetahuan sebagai dasar kebijakan publik, kolaborasi pentahelix, serta inovasi yang memberikan dampak nyata bagi warga.

Salah satu terobosan penting yang disampaikan adalah reformasi proses perizinan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) yang sebelumnya dapat memakan waktu hingga 12 tahun. Gubernur Pramono menegaskan, kini seluruh proses dibuat transparan sehingga waktu pengurusan dapat dipangkas menjadi hanya 15 hari.

 Pramono menegaskan Jakarta kini tidak lagi berkompetisi dengan kota-kota di Indonesia, melainkan harus sejajar dengan kota-kota global. Karena itu, integrasi transportasi menjadi agenda prioritas, termasuk pengoperasian layanan Transjabodetabek yang disubsidi Pemprov DKI untuk melayani mobilitas 3,5 juta komuter harian dari wilayah penyangga. Upaya ini turut berkontribusi pada penurunan tingkat kemacetan Jakarta, yang kini berada di peringkat kelima kota termacet di Indonesia dan turun dari posisi top 20 menjadi peringkat 90 di dunia.

Selain memperkuat layanan publik, Pramono menegaskan komitmennya menjadikan Jakarta sebagai pusat sport tourism. Jakarta siap menjadi tuan rumah berbagai event olahraga berskala nasional maupun internasional, termasuk menyediakan fasilitas untuk mendukung penyelenggaraan PON 2028.

Pramono kembali menekankan bahwa keberhasilan transformasi Jakarta hanya dapat terwujud dengan keberanian berinovasi, semangat kolaborasi, dan kepemimpinan yang tidak mementingkan ego pribadi. Ia menegaskan, seluruh langkah strategis tersebut merupakan fondasi bagi Jakarta untuk menjadi kota global yang maju, inklusif, dan kompetitif.

“Jakarta akan terus bertumbuh melalui penguatan inovasi dan kolaborasi. Kami meyakini bahwa daya saing global hanya dapat dicapai apabila kapasitas lokal dibangun secara sistematis melalui pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas layanan publik, serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat. Dengan cara inilah, Jakarta menyiapkan diri menghadapi dinamika tantangan perkotaan di masa depan,” tandasnya.[] Yuniman Taqwa