Melalui AIGIS Goes to Campus, Bangun Transformasi Industri Hijau
Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan dunia akademik menjadi pendorong percepatan transformasi menuju industri hijau. Salah satu langkah yang ditempuh Kemenperin adalah melalui forum diskusi bersama kalangan mahasiswa dalam kegiatan AIGIS Goes to Campus
Transformasi menuju industri hijau boleh jadi alah menjadi investasi masa depan ekonomi Indonesia. Betapa tidak, negara yang mampu mengintegrasikan kebijakan, teknologi, dan kompetensi SDM akan memiliki keunggulan strategis dalam lanskap ekonomi global yang terus berubah. Pasalnya ke depan tren mengarah ke ekonomi hijau. Salah satunya adalah sektor industri.
Annual Indonesian Green Industry Summit (AIGIS) 2025 akan hadir pada 20–22 Agustus 2025 sebagai salah satu inisiatif pemerintah Indonesia sebagai wadah kolaborasi dengan fokus pada inovasi dan sustainable economy. AIGIS membangun kolaborasi lintas pemangku kepentingan dan pemberdayaan kesadaran masyarakat melalui program kompetisi dan annual summit.
Tak pelak lagi, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakselerasi penerapan prinsip industri hijau bagi sektor manufaktur di Indonesia. Melalui pengembangan ekosistem industri hijau ini diharapkan akan dapat memperkuat pertumbuhan sektor industri manufaktur nasional sehingga bisa lebih berdaya saing global sekaligus juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan memenuhi pencapaian target dekarbonisasi.
AIGIS menjadi sebuah platform strategis yang dapat menjadi media kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk berdialog, bersinergi, dan mewujudkan aksi nyata dalam mendukung transformasi sektor industri menuju industri yang lebih hijau serta pengembangan ekosistem Industri Hijau sebagai upaya sektor industri memitigasi perubahan iklim.

Kementerian Perindustrian terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, dan dunia akademik guna mendukung percepatan transformasi menuju industri hijau. Salah satu langkah yang ditempuh Kemenperin yaitu menyelenggarakan forum diskusi bersama kalangan mahasiswa, seperti kegiatan AIGIS Goes to Campus
AIGIS Goes to Campus, sebuah inisiatif yang menjadi bagian dari The 2nd Annual Indonesia Green Industry Summit (The 2nd AIGIS 2025). Summit ini merupakan platform kolaborasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat untuk mempercepat transformasi menuju industri hijau dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari The 2nd AIGIS 2025, AIGIS Goes to Campus hadir di empat kampus, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Binus University , dan Universitas Trisakti, dengan tujuan memperkuat peran akademisi dan mahasiswa dalam mendukung industri hijau.
Selain itu dalam rangkaian kegiatan ini terdapat AIGIS Green Scientific Competition, sebuah kompetisi inovasi karya ilmiah yang dapat diikuti oleh mahasiswa. Keseluruhan rangkaian AIGIS Goes to Campus akan ditutup dengan Youth Green Forum, diskusi eksklusif antara mahasiswa dengan Menteri Perindustrian.
“AIGIS Goes to Campus menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, pemerintah, dan pelaku industri. Ini adalah momentum penting untuk menumbuhkan semangat inovasi dan kewirausahaan hijau dari kalangan kampus,” ujar Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Andi Rizaldi di Jakarta, pada 15/7.
Menurutnya, kampus memiliki peran sentral sebagai inkubator ide-ide kreatif yang dapat menjawab tantangan lingkungan dan industri. Mahasiswa bukan hanya menjadi penerus, tetapi juga motor penggerak perubahan, termasuk menciptakan solusi hijau yang dapat dikembangkan menjadi model bisnis berkelanjutan.
Andi menekankan pentingnya sinergi antara inovasi, semangat greenpreneurship, dan komunikasi keberlanjutan. Ketiga aspek ini menjadi pilar utama dalam membentuk ekosistem industri hijau yang inklusif dan berdaya saing.
“Sinergi antara pemikiran kreatif, semangat kewirausahaan hijau, dan strategi komunikasi yang efektif akan menentukan arah transformasi kita. Ketiga aspek tersebut merupakan elemen penting dari perjalanan strategis kita menuju Indonesia maju, kompetitif, dan berorientasi pada keberlanjutan,” katanya.
kemampuan yang dimiliki mahasiswa tersebut sangat relevan dengan terbukanya peluang green jobs di masa mendatang. Jenis pekerjaan ini mencakup sektor energi terbarukan, pengelolaan limbah, rekayasa lingkungan, edukasi keberlanjutan. Sektor-sektor tersebut merupakan sektor yang berkontribusi pada pembangunan yang berwawasan lingkungan.
Melalui kurikulum, organisasi mahasiswa, dan kolaborasi lintas disiplin, kampus menjadi inkubator bagi ide-ide keberlanjutan yang dapat direplikasi di masyarakat. Selain itu, melalui dukungan ekosistem yang tepat, generasi muda juga tidak hanya dapat membentuk karier berbasis keberlanjutan, tetapi juga menjadi pemimpin transformasi menuju masa depan yang lebih hijau dan berkeadilan.
Pada kesempatanAIGIS Goes to Campus di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, pada 15/6, Kepala Pusat Industri Hijau Kemenperin Apit Pria Nugraha mengapresiasi Universitas Indonesia yang dinilai memiliki potensi besar menjadi pelopor dalam pengelolaan limbah kampus yang cerdas dan berkelanjutan. “Bayangkan jika setiap kampus di Indonesia menerapkan sistem serupa. Dampaknya akan luar biasa,” ujarnya di hadapan ratusan mahasiswa UI Depok, dengan mengusung tema “Campus Waste Solution, Greener Industry-Wide Transformation”.
Apit berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk terlibat aktif dalam perubahan ini. “Kalian adalah generasi masa depan. Perubahan besar dimulai dari ide kecil di lingkungan akademik. Dengan inovasi, riset, dan kebijakan kampus yang ramah lingkungan, kita bisa memulai transformasi industri hijau dari sini,” tegasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, Apit juga mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi dalam AIGIS Green Scientific Competition serta menghadiri Acara Puncak The 2nd AIGIS 2025 pada 20–22 Agustus 2025.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Universitas Indonesia sebagai tuan rumah, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai penggagas dan sponsor utama sekaligus sebagai bagian dari perspektif industri yang telah hadir dengan inovasi green manufacturing, serta seluruh narasumber dan peserta. Mari jadikan kampus sebagai tempat lahirnya solusi. Masa depan industri hijau ada di tangan kita,” tutur Apit.
Sementara pada AIGIS Goes to Campus di Universitas Binus, pada 22/7, tema yang diusung adalah “Technology and Creative Solution for Greener Future”. “Kehadiran Sobat AIGIS hari ini bukan sekadar simbolik. Setiap ide dan inovasi yang lahir dari ruang kampus memiliki potensi untuk menciptakan solusi nyata bagi tantangan industri dan lingkungan,” ujar Andi di hadapan mahasiswa, akademisi, dan pelaku industri yang hadir.[] Yunian Taqwa
