Kawasan Ekonomi Khusus Kendal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Pemerintah terus mendorong percepatan realisasi investasi yang tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas dan mendorong efisiensi ekonomi daerah. Salah satunya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.

Pada 12 Maret lalu, Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus menggelar kegiatan Iftar Media Gathering dengan tema Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi, di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta. Executive Director Kendal Industrial Park, Juliani Kusumaningrum menyoroti kontribusi kawasan dalam mendorong investasi dan penyerapan tenaga kerja di Jawa Tengah. Hingga tahun 2025, KEK Kendal mencatat akumulasi investasi sekitar Rp187,05 triliun serta menyerap sekitar 76.559 tenaga kerja.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kendal pada tahun 2025 tercatat meningkat signifikan hingga mencapai 8,84 persen.

KEK Kendal pun turut mengembangkan program link and match untuk memperkuat keterhubungan antara dunia industri dengan lembaga pendidikan dan pelatihan guna mendukung ketersediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Sementara awal Mei 2026 lalu, dilakukan  groundbreaking pembangunan pabrik PT Hoi Fu Paper Packaging di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menegaskan,  pemerintah mendukung penuh percepatan realisasi investasi yang berdampak langsung pada penguatan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Di tengah konflik dan dinamika global yang semakin kompleks, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan pemerintah untuk tidak hanya mendukung, tetapi juga aktif mengawasi dan mengawal investasi guna memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui penguatan koordinasi, termasuk forum percepatan investasi, berbagai kendala di lapangan dapat segera direspons, mulai dari isu strategis hingga ketersediaan bahan baku,” ujarnya.

Nilai investasi PT Hoi Fu Paper Packaging sekitar Rp1,12 triliun dan diproyeksikan mampu menyerap hingga 1.000 tenaga kerja, dengan komposisi sekitar 95% tenaga kerja lokal. Penyerapan tenaga kerja tersebut akan direalisasikan secara bertahap dalam tiga fase, yakni 300, 500, dan 200 tenaga kerja. Kehadiran industri ini juga berpotensi membuka perluasan kesempatan kerja tidak langsung, terutama pada sektor pendukung seperti logistik dan UMKM.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari :Kinerja KEK Kendal mendorong ekonomi Kab Kendal/ foto: ist

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari turut menghadiri prosesi dan menyampaikan, “Kabupaten Kendal memiliki potensi besar sebagai daerah penyangga ekonomi dengan dukungan KEK Kendal yang terus mendorong masuknya investasi. Kami berharap kehadiran PT Hoi Fu Paper Packaging dapat memperkuat ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.”

Sejalan dengan masuknya investasi tersebut, KEK Kendal terus menunjukkan kinerja yang signifikan. Hingga Triwulan I 2026, kawasan ini telah mencatatkan investasi kumulatif sebesar Rp101,93 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai 117.941 orang. Capaian ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal sebesar 9,00% (year-on-year) serta memberikan kontribusi sekitar 24,33% terhadap total PDRB daerah.

Dari sisi efisiensi, ICOR Kabupaten Kendal tercatat sebesar 3,92, mencerminkan bahwa investasi yang masuk mampu menghasilkan output ekonomi yang optimal. Hal ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan realisasi investasi Kabupaten Kendal menjadi yang tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.

Sesmenko Susiwijono yang juga Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK menjelaskan rencana ekspansi KEK Kendal serta pentingnya dukungan dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait. “Rencana ekspansi 1.000 hektare dilakukan karena utilisasi lahan KEK Kendal sudah hampir mencapai 100%. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mendorong pemberian insentif bagi pelaku usaha yang berminat berinvestasi di KEK,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, serta kementerian/lembaga di tingkat pusat agar proses ekspansi dan pengembangan kawasan dapat berjalan optimal serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Sementara pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal tahun 2025 yang melesat hingga 7,99 persen bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata keberhasilan transformasi ekonomi daerah yang ditopang oleh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal sebagai bagian dari program prioritas nasional. KEK telah menjadi episentrum pertumbuhan baru, mendorong industrialisasi berbasis manufaktur yang kini tampil sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Akselerasi ini tidak lepas dari derasnya arus investasi yang masuk melalui KEK Kendal. Nilai investasi yang mencapai Rp14,21 triliun pada 2024 dan meningkat menjadi Rp15,86 triliun pada 2025 menjadikan Kendal sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar di Jawa Tengah selama dua tahun berturut-turut. Investasi tersebut langsung terkonversi menjadi aktivitas riil: pembangunan pabrik, ekspansi industri, hingga penciptaan lapangan kerja baru, sebagaimana dikutip dari kendalkab.bps.go.id yang postin pada 22/4/2026.

Dampaknya terasa luas. Sektor konstruksi tumbuh paling tinggi sebesar 17,60 persen, mencerminkan masifnya pembangunan kawasan industri. Sektor akomodasi ikut terdorong dengan pertumbuhan 11,86 persen, sementara industri pengolahan tetap solid di 8,92 persen. Ini menunjukkan efek berganda (multiplier effect) dari KEK yang tidak hanya menggerakkan satu sektor, tetapi menghidupkan ekosistem ekonomi secara menyeluruh.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama dengan kontribusi 54,49 persen. Namun yang paling mencolok adalah lonjakan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 20,35 persen dengan kontribusi 30,18 persen—indikasi kuat bahwa investasi yang masuk benar-benar dieksekusi dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi 2025. Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh moderat sebesar 3,63 persen.

Kepala BPS Kendal, Ade Sandi, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari perhitungan PDRB atas dasar harga konstan yang dirilis secara triwulanan dan tahunan. Ia juga menekankan bahwa KEK Kendal telah memberikan dampak nyata, tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi makro, tetapi juga pada aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.

“Industri manufaktur menjadi tulang punggung ekonomi Kendal. KEK bukan hanya kawasan industri, tetapi pusat pertumbuhan baru yang mendorong transformasi ekonomi daerah,” ujarnya dalam kegiatan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 dan bincang santai potret ekonomi bersama media di BPS Kendal pada, 22/4/2026, kolaborasi antara BPS Kendal, Pemerintah Daerah Kendal melalui Dinas Kominfo, Forum Wartawan Kendal (Forwaken), dan BSI Kendal Weleri.[] Yuniman Taqwa